Musi Online https://musionline.co.id 31 July 2025 @18:34 297 x dibaca 
Batik Lemang Resmi Jadi Produk UMKM Khas Muara Enim, Hasil Karya Warga Binaan Lapas dalam Program UMKM MEMBARA.
Musionline.co.id, Muara Enim – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Enim dalam mengembangkan potensi warga binaan kembali membuahkan hasil positif.
Melalui program pemberdayaan bertajuk UMKM MEMBARA (UMKM Maju Bersama Warga Binaan), Lapas Muara Enim secara resmi meluncurkan Batik Lemang sebagai produk unggulan khas daerah.
Produk batik ini kini telah mendapatkan status sebagai bagian dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Muara Enim, sekaligus memperoleh pengakuan hukum melalui Hak Cipta Nomor 000625177.
Batik Lemang merupakan hasil kreasi warga binaan Lapas Muara Enim yang mengangkat kekayaan budaya lokal, khususnya kuliner tradisional khas daerah, yakni lemang.
Lemang adalah makanan berbahan dasar beras ketan yang dimasak dalam bambu, dan menjadi simbol identitas kuliner masyarakat Muara Enim.
Motif-motif yang dihadirkan dalam Batik Lemang tidak hanya menampilkan bentuk lemang secara artistik, tetapi juga menggabungkan unsur alam dan nilai-nilai budaya daerah seperti hutan bambu, api unggun, dan kebersamaan masyarakat.
Desain batik tersebut mengedepankan nuansa modern tanpa menghilangkan akar tradisionalnya, sehingga menjadikannya unik dan bernilai estetika tinggi.
Kalapas Muara Enim, Mukhlisin Fardi, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tinggi atas pencapaian ini.
Menurutnya, pengakuan resmi terhadap Batik Lemang sebagai produk UMKM daerah merupakan bukti nyata bahwa pembinaan di dalam Lapas mampu menciptakan karya yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga mengangkat identitas lokal.
“Kami sangat bangga karena Batik Lemang kini menjadi bagian dari identitas UMKM Muara Enim. Ini adalah buah dari kerja keras dan dedikasi para warga binaan yang selama ini telah dilatih melalui program kemandirian. Kami berkolaborasi dengan Rumah Batik Serasan untuk memberikan pelatihan berkualitas. Harapannya, ini menjadi inspirasi bahwa Lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang transformasi dan produktivitas,” ujar Mukhlisin.
Lebih dari sekadar produk, Batik Lemang juga telah tampil dalam berbagai pameran lokal dan provinsi, seperti Pameran Produk Unggulan Sumsel Expo dan Pameran UMKM Serasan Sekundang.
Produk ini pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan pelaku industri kreatif. Tak sedikit wisatawan maupun pejabat daerah yang menjadikan batik ini sebagai oleh-oleh khas Muara Enim.
“Permintaan terhadap Batik Lemang terus meningkat seiring bertambahnya popularitasnya. Saat ini, kami tengah menyusun strategi pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar, baik secara lokal maupun nasional,” imbuh Mukhlisin.
Lebih jauh, program UMKM MEMBARA dan pengembangan Batik Lemang ini juga sejalan dengan semangat restorative justice, di mana warga binaan diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri dan berkontribusi kembali kepada masyarakat melalui karya nyata.
Melalui pelatihan keterampilan dan pendampingan intensif, warga binaan tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga mentalitas wirausaha.
Pengembangan UMKM di lingkungan pemasyarakatan diharapkan menjadi role model bagi daerah lain dalam membina warga binaan secara produktif dan manusiawi.
Keberhasilan Batik Lemang menjadi simbol nyata bahwa integrasi sosial dapat dibangun sejak dalam penjara, sehingga saat kembali ke masyarakat, para mantan warga binaan sudah siap menjadi insan mandiri dan berdaya saing.
Dengan pengakuan resmi ini, Lapas Muara Enim optimis Batik Lemang dapat terus berkembang sebagai ikon budaya dan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja baru, serta mendorong pertumbuhan sektor UMKM yang inklusif dan berkelanjutan di Sumatera Selatan. (***)
0 Komentar