Musi Online | Wamen Komdigi Buka Kongres Persatuan PWI 2025: Tegaskan Aspirasi Anggota dan Pentingnya Kebersamaan
HDCU
Home        Berita        Nasional

Wamen Komdigi Buka Kongres Persatuan PWI 2025: Tegaskan Aspirasi Anggota dan Pentingnya Kebersamaan

Musi Online
https://musionline.co.id 30 August 2025 @18:41
Wamen Komdigi Buka Kongres Persatuan PWI 2025: Tegaskan Aspirasi Anggota dan Pentingnya Kebersamaan
Wamen Komdigi Buka Kongres Persatuan PWI 2025: Tegaskan Aspirasi Anggota dan Pentingnya Kebersamaan.

Musionline.co.id, Bekasi – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Nezar Patria, secara resmi membuka Kongres Persatuan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 2025 yang berlangsung di Gedung BPPTIK Kemenkomdigi, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (30/8/2025).
Dalam sambutannya, Nezar menegaskan bahwa PWI memiliki nilai historis yang sangat besar dalam perjalanan pers Indonesia. 
Sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga era reformasi, PWI disebutnya menjadi organisasi wartawan tertua sekaligus pelopor dalam memetakan arah dasar jurnalisme nasional.
“PWI punya nilai historis yang sangat penting dalam pergerakan pers di Indonesia. Ia ikut dalam pergerakan nasional menuju kemerdekaan dan memberikan warna serta pijakan bagi dunia jurnalistik. Di dalam pergaulan organisasi wartawan, PWI ini kita sebut sebagai kakak tertua,” ujar Nezar Patria.
Kongres sebagai Ajang Aspirasi dan Persatuan
Nezar menekankan, Kongres PWI 2025 bukan sekadar agenda rutin pemilihan pengurus baru, melainkan momentum penting untuk menyalurkan aspirasi seluruh anggota yang tersebar di berbagai daerah. 
Ia berharap proses kongres dapat berjalan lancar, menghasilkan kepengurusan baru yang solid, serta mampu menjaga marwah persatuan di tubuh PWI.
Lebih lanjut, ia meminta seluruh jurnalis yang hadir untuk tetap menjaga kebersamaan dan mengedepankan musyawarah mufakat.
“Momentum kongres persatuan ini adalah aspirasi dari seluruh anggota PWI di mana pun berada. Semoga agenda ini dapat dijalankan dengan lancar, menghasilkan struktur kepengurusan sesuai kesepakatan bersama, dan yang paling penting menjaga kebersamaan,” tambahnya.
Tanpa Intervensi Pemerintah
Nezar juga menegaskan bahwa Kementerian Komdigi RI tidak akan melakukan intervensi sedikit pun terhadap penyelenggaraan kongres. 
Ia memastikan siapa pun yang terpilih sebagai Ketua Umum PWI periode 2025–2030 merupakan hasil pilihan murni para anggota.
“Kami hanya memfasilitasi tempat untuk silaturahmi. Itu bentuk dukungan umum dari pemerintah. Jadi silakan anggota PWI berembuk untuk memilih pemimpin terbaik,” tegasnya.
Tantangan Media di Era Digital
Dalam kesempatan itu, Nezar juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi pers Indonesia di tengah masifnya perkembangan teknologi digital. 
Menurutnya, industri media menjadi salah satu sektor yang paling terdampak oleh disrupsi teknologi, baik dari sisi model bisnis maupun pola konsumsi informasi masyarakat.
“Perkembangan industri teknologi kian masif di seluruh sektor kehidupan, termasuk industri media. Diskusi soal bagaimana media bisa bertahan sudah berlangsung lama, bukan hanya hari ini, tapi bahkan sejak 5–7 tahun terakhir. Ini tantangan bersama yang harus dihadapi insan pers,” jelasnya.
Ia pun meyakini, semangat kebersamaan yang diusung dalam kongres akan melahirkan pemimpin baru yang mampu menjawab tantangan tersebut dengan gagasan inovatif.
Harapan Dewan Pers dan BPSDM
Ketua Dewan Pers, Prof. Komaruddin Hidayat, yang turut hadir dalam pembukaan kongres, menekankan pentingnya agenda ini sebagai titik balik untuk mengakhiri dualisme maupun konflik internal yang sempat melanda PWI dalam beberapa tahun terakhir.
“Kalau kemarin ada konflik, anggap saja itu keisengan dalam sejarah PWI. Tapi cukup lah, enough is enough. Ke depan mari kita satukan langkah, kita tingkatkan soliditas. Kantor PWI di Kebun Sirih sudah menunggu, mari kita rapikan bersama,” katanya.
Komaruddin juga menegaskan peran vital insan pers dalam membentuk cara pandang masyarakat. Ia menggambarkan betapa kebutuhan informasi kini sudah menjadi kebutuhan primer, bahkan lebih cepat dicari daripada makanan dan minuman.
Sementara itu, Kepala BPSDM Kementerian Hukum dan HAM RI, Gusti Ayu Putu Suwardani, menyampaikan harapannya agar kongres ini mampu melahirkan kepemimpinan baru yang bisa menguatkan peran PWI sebagai pilar demokrasi.
“Pers Indonesia adalah salah satu pilar penting demokrasi, menyuarakan kebenaran dan menghadirkan informasi akurat bagi masyarakat. Semoga forum ini menghasilkan pemimpin yang mampu membangkitkan persatuan dan bersinergi dengan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Dengan semangat persatuan, Kongres Persatuan PWI 2025 diharapkan dapat menghasilkan keputusan strategis, baik dalam penyusunan program kerja, penguatan organisasi, maupun regenerasi kepemimpinan. 
Hal itu diharapkan menjadi modal penting agar PWI terus relevan dalam mengawal demokrasi serta menghadapi tantangan era digital.
Kongres ini juga menjadi momentum penting bagi PWI untuk menegaskan kembali perannya sebagai rumah besar wartawan Indonesia, tempat bernaungnya seluruh insan pers dalam menjaga kebebasan, independensi, dan profesionalisme jurnalistik. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top