Musi Online https://musionline.co.id 27 September 2025 @19:43 165 x dibaca 
Saidina Ali Akhirnya Ditemukan Mengapung di Pinggir Sungai Musi Setelah Dua Hari Hilang.
Musionline.co.id, Musi Rawas – Setelah dua hari penuh pencarian tanpa henti, misteri hilangnya Saidina Ali (41), warga RT 05 Kelurahan Muara Lakitan, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, akhirnya terungkap.
Pria yang sebelumnya dilaporkan menghilang saat mencari ikan di Sungai Musi itu ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Jumat (26/9/2025) pagi.
Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, S.E., yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi tersebut, mengungkapkan korban ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB oleh tim gabungan bersama warga yang turut serta dalam pencarian.
“Korban terlihat mengapung di pinggir sungai, tersangkut di tanaman eceng gondok. Saat ditemukan, kondisinya sudah meninggal dunia. Lokasi penemuan tidak jauh dari titik awal korban dilaporkan hilang, hanya berjarak sekitar 10 meter,” jelas Raymond dalam keterangannya.
Begitu berhasil dievakuasi, jenazah korban segera dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Tangis haru dan duka mendalam langsung menyelimuti kediaman keluarga almarhum, yang sejak dua hari terakhir menunggu dengan cemas kabar dari tim pencarian.
Pencarian Intensif Dua Hari
Sejak pertama kali laporan masuk pada Kamis (25/9/2025) pagi, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Pos SAR Lubuklinggau, TNI/Polri, BPBD, Tagana, pemerintah desa, serta masyarakat setempat, langsung bergerak melakukan upaya pencarian.
Tim dibagi ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU) dengan metode berbeda.
SRU pertama melakukan penyisiran jalur sungai menggunakan perahu karet, dengan radius pencarian hingga 10 kilometer persegi ke arah timur laut.
SRU kedua menelusuri jalur darat sejauh 2 kilometer persegi, sekaligus menyebarkan informasi kepada masyarakat yang bermukim di sepanjang pesisir Sungai Musi agar melaporkan jika melihat tanda-tanda keberadaan korban.
“Upaya pencarian dilakukan siang dan malam dengan memanfaatkan peralatan SAR, dibantu pula oleh partisipasi masyarakat yang ikut serta. Berkat kerja sama semua pihak, akhirnya korban berhasil ditemukan,” tambah Raymond.
Dengan ditemukannya Saidina Ali, operasi SAR resmi ditutup. Semua unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih atas kerja keras yang diberikan.
Tidak Ada Tanda Kekerasan
Kapolsek Muara Lakitan, AKP Hendrawan, yang turut memantau langsung proses pencarian, mengatakan bahwa korban pertama kali terlihat sekitar pukul 06.30 WIB oleh tim warga.
“Jenazah masih dalam kondisi utuh, tidak ada tanda-tanda kekerasan. Dari hasil pemeriksaan petugas Puskesmas Muara Lakitan, korban murni meninggal akibat tenggelam,” jelas Hendrawan.
Pihak keluarga menolak dilakukan visum lanjutan dan menerima musibah ini dengan ikhlas. “Keluarga telah menerima bahwa ini merupakan kecelakaan atau musibah. Jenazah kemudian langsung disemayamkan untuk proses pemakaman,” tambahnya.
Kronologi Hilangnya Korban
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Kamis pagi warga Muara Lakitan digemparkan dengan ditemukannya sebuah perahu tanpa pemilik di tengah arus Sungai Musi. Di dalam perahu tersebut masih ada jaring ikan yang belum terpakai.
Warga segera curiga bahwa perahu itu milik Saidina Ali, seorang nelayan setempat yang sejak malam sebelumnya tidak kembali ke rumah. Dugaan kuat korban tenggelam kemudian dilaporkan ke aparat kepolisian Polsek Muara Lakitan.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan menghubungi Basarnas dan unsur terkait, sehingga operasi SAR segera dilakukan sejak hari pertama.
Sungai Musi dan Risiko Aktivitas Nelayan
Sungai Musi yang membentang sepanjang lebih dari 750 kilometer merupakan urat nadi perekonomian dan aktivitas masyarakat Sumatera Selatan.
Namun, di balik manfaatnya, sungai ini juga menyimpan bahaya, terutama bagi warga yang sehari-hari mencari nafkah dengan menjala ikan.
Arus deras, kedalaman tak terduga, serta banyaknya tanaman air kerap menjadi tantangan besar. Tak jarang nelayan yang melaut seorang diri mengalami kecelakaan, apalagi jika tidak dilengkapi dengan pelampung atau perlengkapan keselamatan memadai.
Kasus yang menimpa Saidina Ali kembali menjadi pengingat bagi masyarakat setempat akan pentingnya keselamatan saat beraktivitas di sungai.
Aparat kepolisian bersama Basarnas pun mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan menggunakan peralatan pengaman ketika melaut.
Duka Mendalam Keluarga
Bagi keluarga, kehilangan Saidina Ali merupakan pukulan berat. Almarhum dikenal sebagai sosok yang ramah dan pekerja keras. Sehari-hari, ia menggantungkan hidup dari hasil mencari ikan di Sungai Musi untuk menghidupi istri dan anak-anaknya.
“Beliau orangnya baik, tidak banyak bicara, dan selalu berusaha untuk keluarganya. Kami semua merasa kehilangan,” ungkap salah satu kerabat yang hadir di rumah duka.
Jenazah Saidina Ali kemudian dimakamkan di pemakaman umum desa setempat pada Jumat siang, dengan diiringi doa dan isak tangis keluarga serta para tetangga. (***)
0 Komentar