Musi Online | 5 Tokoh Nasional RI Terima Gelar Adat Suku Komering, Tradisi Sakral Sebagai Penghargaan Kepada Pemimpin
Hut
Home        Berita        Ruang Seni Budaya

5 Tokoh Nasional RI Terima Gelar Adat Suku Komering, Tradisi Sakral Sebagai Penghargaan Kepada Pemimpin

Musi Online
https://musionline.co.id 28 September 2025 @18:18
5 Tokoh Nasional RI Terima Gelar Adat Suku Komering, Tradisi Sakral Sebagai Penghargaan Kepada Pemimpin
5 Tokoh Nasional RI Terima Gelar Adat Suku Komering, Tradisi Sakral Sebagai Penghargaan Kepada Pemimpin.

Musionline.co.id, OKU Timur – Sebuah momentum bersejarah kembali tercipta di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. 
Di tengah semarak Panen Raya Jagung Kuartal III yang berlangsung di Desa Negeri Ratu, Kecamatan Bunga Mayang, masyarakat tidak hanya merayakan keberhasilan di sektor pangan, tetapi juga meneguhkan komitmen pelestarian budaya.
Hari Sabtu, 27 September 2025, bumi Sebiduk Sehaluan menjadi saksi pertemuan dua kekuatan besar: ketahanan pangan dan kekayaan tradisi.
Usai panen jagung, rombongan pejabat tinggi negara diarahkan menuju Puri Sebiduk Sehaluan. 
Di sinilah Lembaga Pembina Adat OKU Timur menggelar prosesi sakral pemberian gelar adat Komering kepada lima tokoh nasional yang dianggap berjasa dalam menjaga nilai kebersamaan, kesejahteraan, serta keberlanjutan pangan di Indonesia.
Prosesi Sakral Bernuansa Kearifan Lokal
Penyambutan para tamu kehormatan dilakukan dengan penuh kehangatan dan penghormatan. 
Mereka disambut dengan pengalungan bunga, lalu diiringi Tari Sebiduk Sehaluan, tarian tradisional yang sarat makna persatuan dan gotong royong. 
Alunan musik kulintang menambah khidmat suasana, seakan menegaskan bahwa identitas budaya Komering tetap hidup dan dijaga dengan sepenuh hati oleh masyarakatnya.
Sebelum gelar adat resmi diberikan, dilantunkan pisaan tutur kata Komering. 
Tradisi lisan ini berisi doa dan pengharapan agar para penerima gelar senantiasa membawa kebaikan, kedamaian, dan keberkahan dalam menjalankan amanah mereka sebagai pemimpin bangsa.
Ketua Lembaga Pembina Adat OKU Timur, H. Leo Budi Rachmadi, memimpin pembacaan gelar adat, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemasangan atribut adat. 
Siti Hediati Soeharto, misalnya, menerima pemasangan kain songket langsung dari Ketua TP PKK OKU Timur, dr. Sheila Noberta, Sp.A., M.Kes.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru memasangkan Kapudang kepada para tokoh lainnya sebagai tanda pengesahan gelar kehormatan.
Lima Tokoh Nasional Penerima Gelar Adat Komering
Adapun gelar kehormatan adat yang dianugerahkan kepada kelima tokoh nasional tersebut adalah:
Menko Pangan RI Dr. (h.c) H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M. sebagai Suttan Penyimbang Alam
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listiyo Sigit Prabowo, M.Si. sebagai Raja Mangku Bhayangkara
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, S.E. sebagai Ratu Mahkota Tulin Pujian Tebuayan
Kepala Badan Pangan Nasional H. Arief Prasetyo Adi, S.T., M.T., Ph.D. (h.c) sebagai Raja Mangku Pangan Budiwa
Direktur Utama Bulog RI Letjend TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han. sebagai Prabu Mangku Balai Pangan
Gelar adat ini bukan sekadar simbol, tetapi juga bentuk pengakuan masyarakat Komering terhadap kontribusi besar para tokoh tersebut dalam pembangunan nasional, khususnya di bidang ketahanan pangan, keamanan, dan kesejahteraan rakyat.
Kehormatan yang Mengikat Persaudaraan
Simbol adat berupa pemasangan songket dan Kapudang memiliki makna mendalam. 
Selain menandai pengesahan resmi gelar kehormatan, prosesi ini juga mengikat penerimanya dalam ikatan persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Komering. 
Dengan demikian, mereka tidak hanya dihormati sebagai pejabat negara, tetapi juga diterima sebagai bagian dari keluarga besar Sebiduk Sehaluan.
Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, M.T., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa pemberian gelar adat ini adalah wujud penghormatan sekaligus pengingat bagi para pemimpin agar selalu berpihak kepada rakyat. 
“Tradisi ini menjadi sakral karena tidak sembarang orang bisa mendapatkannya. Hanya mereka yang benar-benar memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang layak disematkan gelar adat Komering,” ujarnya.
Kehadiran Tokoh Penting dan Sinergi Daerah
Prosesi adat ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Kapolda Sumsel Irjen Pol. Andi Rian R. Djajadi, S.I.K., M.H., Kasdam II Sriwijaya, jajaran Forkopimda dan Forkopimda Plus OKU Timur, Wakil Bupati OKU Timur H.M. Adi Nugraha Purna Yudha, S.H., serta kepala OPD.
Kehadiran mereka menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat adat dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Tradisi Adat yang Hidup di Tengah Modernisasi
Di era modernisasi, tradisi adat seperti ini menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada aspek material, tetapi juga pada nilai budaya dan spiritual. 
Masyarakat Komering percaya, gelar adat yang disematkan mampu menjadi doa sekaligus pengikat moral agar para pemimpin tetap berpegang pada nilai kebenaran, keadilan, dan kebersamaan.
Dengan penganugerahan gelar adat kepada lima tokoh nasional ini, Kabupaten OKU Timur berhasil meneguhkan diri bukan hanya sebagai lumbung pangan, tetapi juga sebagai pusat pelestarian budaya yang terus menjaga harmoni antara tradisi dan pembangunan. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top