Musi Online https://musionline.co.id 13 October 2025 @19:03 226 x dibaca 
MenariDiMall Serentak, Palembang Catat Peserta Terbanyak di Indonesia Menari 2025.
Musionline.co.id, Palembang – Ribuan penari dari berbagai kalangan memadati Palembang Trade Center (PTC) Mall pada Minggu (12/10/2025) dalam ajang Indonesia Menari 2025, sebuah kegiatan tahunan yang menjadi simbol kebanggaan budaya dan kekayaan seni tari Nusantara.
Tahun ini, Palembang mencatat sejarah baru dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia, mencapai 1.200 penari, melampaui 10 kota penyelenggara lainnya di seluruh Tanah Air.
Kegiatan bertema #MenariDiMall ini diselenggarakan serentak di 11 kota besar — Jakarta, Bandung, Semarang, Medan, Makassar, Palembang, Surabaya, Balikpapan, Manado, Bekasi, dan Karawang — dan sukses menyedot perhatian publik dengan total lebih dari 8.000 penari tampil serentak di berbagai pusat perbelanjaan.
Ajang ini juga menjadi bagian dari peringatan 12 tahun Galeri Indonesia Kaya, yang konsisten memperkenalkan dan menghidupkan seni pertunjukan Nusantara dalam kemasan modern dan inklusif.
Palembang menjadi sorotan nasional setelah mencatat partisipasi peserta terbanyak dalam sejarah penyelenggaraan Indonesia Menari di luar Pulau Jawa.
Antusiasme masyarakat ibu kota Sumatera Selatan ini terlihat sejak pagi, di mana ribuan penari dari sanggar seni, sekolah, perguruan tinggi, komunitas tari, hingga masyarakat umum memadati area atrium utama PTC Mall.
Koreografi yang ditampilkan memadukan gerakan tari tradisional dan kontemporer, menampilkan semangat kebersamaan, keberagaman, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia.
Para penari tampil dalam balutan kostum warna-warni bernuansa etnik, memukau ribuan penonton yang memadati setiap sudut mal.
Menurut panitia, keikutsertaan Palembang meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Sumatera Selatan memiliki potensi besar dalam dunia seni tari dan apresiasi terhadap budaya.
Menggetarkan Nusantara
Tahun ini, Indonesia Menari 2025 menampilkan koreografi khusus karya Bathara Saverigadi Dewandoro, koreografer muda sekaligus peraih medali emas cabang Traditional Dance Sport di PON 2024.
Karya Bathara berhasil menghidupkan semangat Nusantara lewat gerakan dinamis, lincah, dan energik, tanpa meninggalkan akar tradisi.
Koreografi tersebut diiringi medley delapan lagu daerah yang diaransemen ulang oleh Alffy Rev, musisi dan produser yang dikenal dengan sentuhan modern-nya dalam musik tradisional.
Lagu-lagu yang digunakan mencerminkan kekayaan budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke:
Sinanggar Tulo (Sumatera Utara)
Kicir-Kicir (Jakarta)
Cing Cangkeling (Jawa Barat)
Anging Mamiri (Sulawesi Selatan)
Rek Ayo Rek (Jawa Timur)
Indung-Indung (Kalimantan Timur)
Si Patokaan (Sulawesi Utara)
Rasa Sayange (Maluku)
Kolaborasi antara Bathara dan Alffy Rev menghadirkan pengalaman tari yang memadukan nilai tradisi dan semangat modernitas, menjadikan pertunjukan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan perayaan budaya Indonesia yang hidup dan terus berkembang.
Dari Anak-anak hingga Lansia Ikut Menari
Program Manager Indonesia Kaya, Billy Gamaliel, menjelaskan bahwa Indonesia Menari 2025 diikuti oleh 35.000 pendaftar dari seluruh Indonesia, yang kemudian terseleksi menjadi ribuan peserta di 11 kota penyelenggara.
“Antusiasme masyarakat tahun ini sungguh luar biasa. Pesertanya datang dari berbagai usia dan latar belakang, mulai dari anak-anak usia 5 tahun hingga lansia berumur 70 tahun. Ini bukti bahwa tari adalah bahasa universal yang bisa menyatukan semua generasi,” ujar Billy.
Billy memaparkan, peserta dengan rentang usia 25–35 tahun menjadi kelompok terbanyak, yakni 42%, diikuti oleh usia 16–24 tahun sebesar 30%, dan anak-anak di bawah 15 tahun mencapai 20%.
Sementara sisanya berasal dari kalangan dewasa dan senior yang juga berpartisipasi aktif menari di tengah suasana penuh semangat.
Menurut Billy, tingginya partisipasi tahun ini juga disebabkan oleh penambahan beberapa kota baru, termasuk Karawang dan Bekasi, serta kerinduan masyarakat terhadap kegiatan budaya massal setelah sempat tertunda beberapa tahun karena pandemi.
Menari Serentak di 11 Kota, Juri Nasional Ikut Turun Tangan
Tepat pukul 13.00 WIB, ribuan peserta di seluruh Indonesia bergerak serentak mengikuti arahan koreografi nasional.
Momen ini menjadi simbol persatuan yang menggugah, di mana seluruh peserta di 11 kota menari dalam waktu yang sama, diiringi irama khas Nusantara yang diputar serentak.
Setelah dua kali penampilan bersama, tim juri di masing-masing kota melakukan penilaian berdasarkan beberapa kriteria, yaitu kekompakan, kreativitas pola lantai, komposisi koreografi, serta semangat kolektif.
Untuk kota Palembang, dewan juri diketuai oleh Reza Muhammad, koreografer sekaligus Ketua Umum Atraksi Indonesia, yang juga dikenal aktif mengembangkan seni tari Sumatera Selatan di kancah nasional.
Berikut daftar juri Indonesia Menari 2025 di 11 kota penyelenggara:
Medan: Hartati (Koreografer Tari Kontemporer Indonesia)
Palembang: Reza Muhammad (Koreografer & Ketua Atraksi Indonesia)
Karawang: Nungki Kusumastuti & Ufa Sofura
Bekasi: Takako Leen
Jakarta: Rianto (Maestro Tari Lengger)
Bandung: Gianti Giadi (Pendiri Gigi Art of Dance)
Semarang: Rosmala Sari Dewi
Surabaya: Bathara Saverigadi Dewandoro
Balikpapan: Maria Darmaningsih
Makassar: Eko Supriyanto
Manado: Didik Nini Thowok (Maestro Tari Indonesia)
Sanggar Kipas Emas Raih Juara 1 di Palembang
Setelah melalui proses penjurian ketat, tiga grup terbaik di Palembang diumumkan sebagai pemenang:
? Juara 1: Sanggar Kipas Emas – Rp 25.000.000
? Juara 2: Group Slamdown – Rp 20.000.000
? Juara 3: Mahligai Entertainment Dancer – Rp 15.000.000
Selain tiga besar, kategori “Kostum Favorit Nasional” juga akan diumumkan pada 21 Oktober 2025 melalui akun resmi Instagram @indonesia_kaya, yang setiap tahun menjadi ajang apresiasi bagi kostum paling kreatif dan mencerminkan nilai budaya daerah.
Perayaan Budaya di Tengah Kehidupan Modern
Penyelenggaraan Indonesia Menari 2025 tidak hanya dikelola oleh Indonesia Kaya, tetapi juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, antara lain Savoria, Wings Group Indonesia, Dermaster, dan Derma Express, serta jaringan media nasional yang membantu menyebarluaskan semangat pelestarian budaya ke masyarakat luas.
Menurut Billy Gamaliel, kolaborasi lintas sektor ini membuktikan bahwa seni dan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan.
“Melalui kampanye #MenariDiMall, kami ingin menunjukkan bahwa tari tidak harus selalu ditampilkan di panggung formal. Mall sebagai ruang publik modern dapat menjadi tempat berkumpul, berekspresi, dan merayakan keberagaman budaya Indonesia,” ujar Billy.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi budaya yang menyenangkan bagi anak-anak dan generasi muda agar tetap mencintai tarian tradisional di tengah derasnya arus budaya global.
Dari 2012 Hingga Kini, Menyatu Lewat Gerak
Indonesia Menari pertama kali digelar pada 2012 oleh Galeri Indonesia Kaya sebagai bentuk kampanye pelestarian budaya dengan konsep modern dan partisipatif.
Selama satu dekade lebih, ajang ini telah melibatkan ratusan ribu penari dari berbagai daerah, dan menjadi simbol “Menari untuk Indonesia, Menari dari Hati”.
Setiap tahun, kegiatan ini selalu menghadirkan tema dan koreografi baru yang menyesuaikan perkembangan zaman, namun tetap berakar pada nilai-nilai budaya Nusantara.
Kini, di usia ke-10 penyelenggaraannya, Indonesia Menari bukan sekadar event seni, tetapi telah tumbuh menjadi gerakan nasional yang memperkuat identitas bangsa melalui ekspresi tari.
Dengan capaian peserta terbanyak, Palembang membuktikan diri sebagai pusat pertumbuhan seni tari di Sumatera. Antusiasme masyarakat dan dukungan komunitas seni menjadi bukti nyata bahwa kota ini memiliki ekosistem budaya yang kuat.
Dari anak-anak sekolah dasar hingga penari profesional, semua bergabung dalam satu gerakan serentak untuk merayakan keindahan Indonesia. Tidak sedikit penonton yang ikut larut dalam irama, menari bersama, dan merekam momen tersebut untuk dibagikan di media sosial.
Ajang ini diharapkan menjadi pemicu semangat baru bagi pemerintah daerah dan komunitas seni untuk terus mengembangkan ruang-ruang ekspresi budaya di Palembang, baik di pusat perbelanjaan, taman kota, maupun ruang publik lainnya.
Menari Bersama, Melestarikan Budaya Indonesia
Di akhir acara, ribuan peserta menutup penampilan dengan sorak “Indonesia Menari, Indonesia Bersatu!” menggema di seluruh area PTC Mall Palembang.
Momen itu menjadi simbol kebanggaan bahwa di tengah modernisasi, semangat mencintai budaya sendiri masih menyala kuat di hati generasi muda.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Menari bukan hanya hiburan, tapi juga cara kita menjaga jati diri bangsa,” ujar Reza Muhammad, juri dan koreografer asal Palembang.
Dengan semangat itu, Indonesia Menari 2025 tidak hanya meninggalkan kenangan indah, tetapi juga pesan kuat: bahwa tari adalah bahasa persatuan, dan gerak adalah wujud cinta terhadap Indonesia. (***)
0 Komentar