Musi Online | Olah Limbah Sampah Jadi Sumber Cuan, Wabup Sumarni: Langkah Konkret Ubah Masalah Jadi Peluang
HDCU
Home        Berita        Seputar Musi

Olah Limbah Sampah Jadi Sumber Cuan, Wabup Sumarni: Langkah Konkret Ubah Masalah Jadi Peluang

Musi Online
https://musionline.co.id 22 October 2025 @19:02
Olah Limbah Sampah Jadi Sumber Cuan, Wabup Sumarni: Langkah Konkret Ubah Masalah Jadi Peluang
Olah Limbah Sampah Jadi Sumber Cuan, Wabup Sumarni: Langkah Konkret Ubah Masalah Jadi Peluang.

Musionline.co.id, Muara Enim — Persoalan sampah yang selama ini dianggap beban lingkungan, kini mulai bertransformasi menjadi sumber peluang ekonomi. 
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim menunjukkan komitmennya dalam mengubah paradigma tersebut melalui kegiatan Workshop Inovasi Pengelolaan Limbah Sampah Plastik Menjadi Produk Kerajinan Unggulan Bernilai Ekonomi bertema “Reduce, Reuse, Recycle — Aksi Nyata Kelola Sampah Plastik Mendukung Program Membara Tahun 2025”, yang digelar di Hotel Griya Sintesa Muara Enim, Selasa (21/10/2025).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Muara Enim, Hj. Sumarni, mewakili Bupati Muara Enim. 
Dalam sambutannya, Sumarni menegaskan bahwa pengelolaan limbah, khususnya sampah plastik, merupakan isu global yang kini juga menjadi perhatian serius di tingkat daerah. 
Menurutnya, produksi sampah plastik yang meningkat setiap tahun dan belum tertangani secara optimal, telah berdampak langsung terhadap kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Masalah sampah plastik ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tapi juga seluruh elemen masyarakat. Jika dikelola dengan baik, sampah justru bisa menjadi sumber cuan dan peluang usaha yang bernilai ekonomi tinggi,” ujar Sumarni.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Balitbangda Kabupaten Muara Enim Panca Surya Diharta, SH., MH, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa, serta perwakilan pelaku ekonomi kreatif, BUMDes, pengrajin IKM, karang taruna, hingga kelompok wanita dan forum penggiat sampah.
Workshop ini menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang daur ulang, antara lain Sony Oktariza, Creative Designer sekaligus Owner D’Ija Gallery dari Lampung; M. Rafiq Akbar, Pimpinan Recyclo Goods Medan; serta perwakilan dari Bank Sumsel Babel dan PT Pama yang turut mendukung program ekonomi sirkular ini.
Tantangan dan Potensi Besar di Muara Enim
Wabup Sumarni menjelaskan, berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muara Enim, jumlah timbulan sampah di TPA Bukit Kancil mencapai sekitar 237.578 ton per hari pada tahun 2025. 
Dengan luas wilayah mencapai 7.483 km² dan jumlah penduduk sekitar 645.000 jiwa yang tersebar di 22 kecamatan, 246 desa, dan 10 kelurahan, penanganan sampah menjadi tantangan besar yang memerlukan solusi kreatif.
“Tumpukan sampah di TPA dan pencemaran sungai kini menjadi pemandangan yang tak bisa kita abaikan. Karena itu, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi langkah konkret untuk mengubah masalah menjadi peluang,” tegas Sumarni.
Ia berharap para peserta workshop tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata di lingkungan masing-masing. 
Dengan kemampuan mengolah limbah plastik menjadi produk kerajinan bernilai jual tinggi, masyarakat bisa menciptakan peluang usaha baru yang mendukung peningkatan ekonomi keluarga.
“Setelah pelatihan ini, kami ingin peserta bisa menjadi agen perubahan di wilayahnya. Ajak masyarakat sekitar untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah. Dengan begitu, kita tidak hanya mengurangi volume sampah, tapi juga membangun kemandirian ekonomi berbasis kreativitas,” tambahnya.
Sumarni juga mengimbau agar setiap OPD dan organisasi terkait menindaklanjuti hasil workshop ini dengan pendampingan dan fasilitasi berkelanjutan. 
Ia menegaskan, pengelolaan sampah berbasis ekonomi kreatif bisa menjadi salah satu program unggulan yang mendukung visi Kabupaten Muara Enim Maju, Berdaya Saing, Sejahtera, dan Berkelanjutan.
“Mari jadikan sampah sebagai produk yang berfaedah, membawa berkah, dan tentu saja menghasilkan cuan,” ujar Sumarni disambut tepuk tangan peserta.
Edukasi, Inovasi, dan Nilai Ekonomi
Sementara itu, Kepala Balitbangda Kabupaten Muara Enim, Panca Surya Diharta, dalam laporannya menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan edukasi tentang dampak sampah plastik terhadap lingkungan, sekaligus membekali peserta dengan keterampilan mengolah dan mendaur ulang sampah menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi.
Menurut Panca, materi yang diberikan dalam workshop meliputi pengenalan konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R), pengenalan alat dan bahan daur ulang, serta praktik langsung membuat kerajinan dari bahan limbah plastik.
“Peserta akan dilatih membuat berbagai produk, mulai dari kerajinan eksterior dan interior, hingga fashion dan aksesori berbahan dasar plastik bekas. Tak hanya itu, peserta juga dibimbing tentang cara memasarkan produk hasil daur ulang agar bisa bersaing di pasar,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan semacam ini diharapkan mampu mendorong terciptanya ekosistem ekonomi kreatif berbasis pengelolaan sampah di Muara Enim. 
Dengan semakin banyak masyarakat yang terlibat, maka persoalan sampah tidak lagi menjadi beban, melainkan peluang ekonomi yang menjanjikan.
Langkah Nyata Menuju Ekonomi Hijau
Program seperti workshop ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Muara Enim mendukung konsep ekonomi hijau (green economy), yaitu pembangunan yang mengutamakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan sosial.
Lewat kegiatan ini, Pemkab berharap dapat menumbuhkan kesadaran baru di tengah masyarakat bahwa setiap botol plastik, kantong bekas, dan limbah rumah tangga memiliki potensi nilai jual jika dikelola dengan kreativitas dan inovasi.
Sebagaimana disampaikan Wabup Sumarni, langkah-langkah kecil yang dimulai dari tingkat desa, sekolah, hingga rumah tangga, akan menjadi fondasi kuat dalam membangun Kabupaten Muara Enim yang bersih, produktif, dan mandiri secara ekonomi.
“Inilah bukti nyata bahwa sampah bukan akhir dari segalanya. Justru dari sampah, kita bisa menciptakan peluang usaha baru yang berkelanjutan. Dari masalah menjadi berkah, dari limbah menjadi sumber cuan,” pungkasnya. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top