Musi Online https://musionline.co.id 27 November 2025 @14:37 204 x dibaca 
Pencuri Apes Saat Bobol Rumah Polisi di Lubuklinggau, Satu Pelaku Putus Tangan Dikeroyok Warga, Rekannya Kabur Pakai Motor.
Musionline.co.id, Lubuklinggau - Aksi pencurian yang dilakukan dua pria muda di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, berakhir tragis dan menghebohkan warga.
Salah satu pelaku, Deni Pratama (23), warga Desa Air Apo, Kecamatan Padang Ulang Tanding (PUT), Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, mengalami luka parah hingga putus tangan setelah dikejar dan dikeroyok warga.
Sementara rekannya, Riki, berhasil melarikan diri dengan sepeda motor.
Peristiwa dramatis ini terjadi pada Rabu dini hari, 26 November 2025, sekitar pukul 02.00 WIB, di Jalan Haji Matnur, RT 07 Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.
Kawasan permukiman yang biasanya tenang itu mendadak gempar ketika warga berhamburan keluar rumah setelah mendengar teriakan ‘maling’ dari seorang pria bernama Tedy, adik pemilik rumah yang menjadi sasaran pencurian.
Kecurigaan Pemilik Rumah Bermula Dari CCTV
Menurut informasi yang diterima Palembang Pos, aksi pencurian bermula ketika Puput — istri dari anggota Polres Lubuklinggau bernama Yogi — terbangun karena merasa ada sesuatu yang janggal di luar rumahnya.
Merasa curiga, Puput kemudian mengecek kamera CCTV yang terpasang di halaman rumah.
Benar saja, dalam rekaman CCTV terlihat dua pria tak dikenal tengah berdiri di depan pagar rumah dengan gerak-gerik mencurigakan.
Tanpa menunggu lama, Puput langsung menghubungi suaminya yang saat itu sedang berada di Palembang. Yogi kemudian menghubungi adiknya, Tedy, untuk segera mengecek kondisi rumah.
Teriakan ‘Maling!’ Pecah, Warga Langsung Kejar Pelaku
Saat melintas di depan rumah kakaknya, Tedy langsung memergoki dua pelaku yang sedang mencoba merusak kunci pagar.
Sadar rumah tersebut sedang jadi target pencurian, Tedy spontan memutar motor dan mendekati kedua pelaku sambil berkata, “Kamu mau mencuri ya?”.
Tidak berhenti sampai di situ, Tedy kemudian berteriak keras, “Maling! Maling!” yang langsung membuat warga sekitar keluar dari rumah dan ikut mengejar para pelaku.
Kedua pria itu mencoba kabur, namun Deni yang panik justru mengeluarkan senjata tajam untuk mengintimidasi warga. Namun upayanya sia-sia. Sebelum sempat menyerang, tangan Deni justru terkena sabetan senjata tajam milik warga yang mencoba melumpuhkannya. Akibatnya, tangan Deni putus dan ia tersungkur kesakitan.
Warga Temukan Tangan Pelaku Tak Jauh Dari Lokasi
Wati, seorang warga sekitar, menceritakan bahwa kedua pelaku sempat berlari kencang namun akhirnya satu berhasil ditangkap.
“Dia sudah tidak berdaya dan tangannya putus. Dia minta ampun supaya jangan dipukul lagi dan diserahkan ke polisi,” ujarnya.
Tak lama setelah itu, warga menemukan bagian tangan Deni yang putus tidak jauh dari lokasi kejadian. Situasi sempat menegangkan sebelum polisi akhirnya tiba di lokasi.
Penyisiran Polisi Temukan Pistol Diduga Milik Pelaku
Mendapat laporan warga, aparat kepolisian dari Polres Lubuklinggau langsung turun ke lokasi. Mereka melakukan penyisiran di sekitar rumah dan menemukan sebuah senjata api jenis pistol yang diduga milik para pelaku.
Temuan itu membuat dugaan kuat bahwa keduanya bukan pencuri biasa, melainkan kriminal yang cukup berbahaya.
“Tadi saat penyisiran ditemukan pistol dan sudah diamankan pihak kepolisian,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.
Ketua RT 07 Kelurahan Muara Enim, Armedi, membenarkan bahwa pelaku yang berhasil ditangkap sudah diamankan oleh Tim Macan Polres Lubuklinggau. “Dari pelaku diamankan pisau, kunci T, obeng, dan sebuah tas,” katanya.
Polisi: Pelaku Dalam Perawatan, Kasus Masih Diselidiki
Kapolres Lubuklinggau, AKBP Adhitia Bagus Arjunadi, melalui Kanit Pidum Ipda Suwarno, juga membenarkan kejadian tersebut. “Tersangka sudah kita amankan dan saat ini masih dalam penanganan medis. Untuk kasusnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Hingga kini polisi masih melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lain bernama Riki yang melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat mengenai tingginya risiko kejahatan di malam hari, sekaligus menunjukkan kewaspadaan warga yang berperan penting menggagalkan aksi kriminal di lingkungan mereka. (***)
0 Komentar