Musi Online https://musionline.co.id 25 June 2026 @19:03 15 x dibaca 
Insiden di PT BCP Lempuing, Dua Warga OKI Alami Luka-luka, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ilir – Aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan intensif terkait insiden yang terjadi di area perkebunan PT BCP yang berlokasi di Desa Dabuk Rejo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Peristiwa yang terjadi pada Selasa sore, 23 Juni 2026, tersebut mengakibatkan dua warga mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Kedua korban diketahui berinisial MU (43), warga Desa Tebing Suluh, Kecamatan Lempuing, yang mengalami luka pada bagian paha kiri, serta ZA (50) yang mengalami luka pada bagian perut sebelah kiri.
Hingga saat ini, kepolisian masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk menyelidiki sumber suara letusan yang terdengar saat situasi di lokasi memanas.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, insiden bermula sekitar pukul 17.00 WIB ketika personel Satgas gabungan dari Polda Sumatera Selatan dan Polres OKI melakukan pengamanan terhadap sejumlah kendaraan roda dua, kendaraan roda empat, serta muatan buah kelapa sawit yang diduga berkaitan dengan tindak pidana pencurian di area perkebunan milik perusahaan.
Langkah pengamanan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penegakan hukum atas dugaan aktivitas ilegal yang terjadi di kawasan perkebunan. Namun, situasi di lapangan kemudian berkembang setelah sekitar 100 warga mendatangi lokasi tempat pengamanan barang bukti dilakukan.
Kedatangan warga tersebut bertujuan untuk meminta kembali kendaraan dan muatan sawit yang sebelumnya diamankan petugas. Menghadapi situasi tersebut, aparat kepolisian mengedepankan pendekatan dialogis dan melakukan komunikasi secara langsung dengan masyarakat guna mencegah terjadinya konflik yang lebih besar.
Melalui proses komunikasi yang berlangsung di lokasi, akhirnya dicapai kesepahaman. Kendaraan yang sebelumnya diamankan dikembalikan kepada warga, sementara buah kelapa sawit yang menjadi objek permasalahan diserahkan kepada pihak perusahaan untuk proses lebih lanjut.
Meski sempat berlangsung kondusif, situasi kembali memanas ketika personel Satgas gabungan hendak meninggalkan lokasi. Sejumlah warga diduga melakukan pelemparan batu ke arah kendaraan perusahaan yang digunakan petugas.
Di tengah kondisi yang semakin tegang tersebut, terdengar suara letusan yang hingga kini masih menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian. Belum dapat dipastikan sumber maupun penyebab suara tersebut karena masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan oleh tim penyidik.
Akibat insiden tersebut, dua warga mengalami luka-luka. Korban pertama, MU (43), mengalami luka pada paha kiri, sedangkan ZA (50) mengalami luka pada bagian perut sebelah kiri. Kedua korban segera mendapatkan penanganan medis guna memastikan kondisi mereka tetap stabil.
Pasca kejadian, massa dilaporkan sempat berkumpul di sekitar lokasi. Dalam perkembangan situasi berikutnya, terjadi perusakan terhadap fasilitas mess karyawan perusahaan. Aparat kepolisian yang berada di lokasi kemudian bergerak cepat melakukan langkah-langkah pengamanan dan pengendalian massa guna mencegah gangguan keamanan meluas.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto bersama personel gabungan langsung turun ke lokasi untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan dengan baik. Kehadiran pimpinan kepolisian tersebut sekaligus menjadi bentuk keseriusan aparat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Lempuing.
Dalam keterangannya, AKBP Eko Rubiyanto menegaskan bahwa pihak kepolisian mengedepankan pendekatan persuasif dalam menangani situasi yang berkembang di lapangan.
“Kami mengedepankan langkah persuasif dan memastikan situasi tetap terkendali. Kepolisian juga akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh terkait rangkaian peristiwa yang terjadi, termasuk asal-usul letusan yang mengakibatkan adanya korban luka,” ujarnya.
Kapolres juga mengimbau seluruh pihak agar tidak terpancing emosi dan mempercayakan sepenuhnya proses penanganan kasus kepada aparat penegak hukum. Menurutnya, kerja sama semua pihak sangat diperlukan agar situasi keamanan tetap terjaga dan penyelidikan dapat berjalan secara objektif.
“Kami mengimbau seluruh pihak untuk tetap menahan diri dan mempercayakan penanganan peristiwa ini kepada aparat. Kepolisian akan bekerja secara profesional untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian sehingga persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik,” imbuhnya.
Untuk memperkuat pengamanan di lokasi, Polda Sumatera Selatan turut mengerahkan tambahan personel dari berbagai unsur, termasuk Reserse, Propam, dan Brimob. Penambahan kekuatan personel tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi guna menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
Hingga Selasa malam, kondisi di sekitar lokasi kejadian dilaporkan mulai berangsur kondusif. Aktivitas pengamanan masih terus dilakukan oleh aparat gabungan guna memastikan tidak terjadi gangguan lanjutan yang dapat mengganggu keamanan masyarakat maupun aktivitas perusahaan.
Saat ini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang berada di lokasi saat kejadian. Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah saksi guna memperoleh gambaran yang utuh dan objektif mengenai kronologi insiden yang terjadi.
Selain itu, penyelidikan terhadap asal-usul suara letusan yang mengakibatkan dua warga mengalami luka juga menjadi prioritas utama aparat kepolisian. Hasil penyelidikan tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab insiden sekaligus menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena tidak hanya menyangkut aspek penegakan hukum, tetapi juga berkaitan dengan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Lempuing. Oleh karena itu, aparat kepolisian berkomitmen untuk mengusut seluruh rangkaian kejadian secara transparan dan profesional.
Dengan langkah penyelidikan yang terus dilakukan, diharapkan seluruh fakta terkait insiden di area perkebunan PT BCP dapat terungkap secara objektif. Selain itu, upaya pengamanan yang dilakukan aparat juga diharapkan mampu menjaga kondusivitas wilayah sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal tanpa gangguan.
Pihak kepolisian memastikan bahwa setiap perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan kepada publik sesuai prosedur yang berlaku. Masyarakat pun diimbau untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi serta tetap menjaga situasi yang aman dan kondusif di lingkungan masing-masing. (***)
0 Komentar