Musi Online | Polisi Kejar Pelaku Pembunuhan Pasutri Pemilik Toko Suwandi, Tegaskan Tak Ada Penembakan dalam Perampokan Maut
HDCU
Home        Berita        Hukum Kriminal

Polisi Kejar Pelaku Pembunuhan Pasutri Pemilik Toko Suwandi, Tegaskan Tak Ada Penembakan dalam Perampokan Maut

Musi Online
https://musionline.co.id 27 November 2025 @14:35
Polisi Kejar Pelaku Pembunuhan Pasutri Pemilik Toko Suwandi, Tegaskan Tak Ada Penembakan dalam Perampokan Maut
Polisi Kejar Pelaku Pembunuhan Pasutri Pemilik Toko Suwandi, Tegaskan Tak Ada Penembakan dalam Perampokan Maut.

Musionline.co.id, Palembang – Kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap pasangan suami istri pemilik Toko Kemplang “Kerupuk Suwandi” di Jalan Pengadilan, RT 29 RW 06, Kelurahan 15 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, memasuki babak baru. 
Aparat kepolisian telah berhasil mengidentifikasi satu terduga pelaku yang diduga kuat sebagai pelaku utama dalam aksi keji yang menggemparkan warga tersebut.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Andrie Setiawan, mengatakan bahwa pihaknya kini tengah melakukan pengejaran intensif terhadap terduga pelaku tersebut.
“Terduga pelaku yang teridentifikasi satu orang masih kita kejar. Tim gabungan terus bergerak di lapangan,” ujar Andrie pada Rabu sore, 26 November 2025.
Tim Gabungan Bergerak Cepat
Andrie menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan beberapa unit, yakni Unit Reskrim Polsek IT I Palembang, Satreskrim Polrestabes Palembang, serta Tim Jatanras Polda Sumsel. 
Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk warga sekitar lokasi kejadian yang sempat mendengar teriakan korban.
Selain itu, polisi tengah meneliti sejumlah rekaman CCTV yang berada di kawasan tersebut sebagai bahan pendukung untuk mengungkap identitas pelaku dan kronologi lengkap peristiwa yang menyebabkan pasangan suami istri itu kehilangan nyawa.
“Kami masih melakukan penyelidikan secara intensif untuk mengumpulkan seluruh bukti pendukung dan memastikan pelaku dapat segera ditangkap,” tegas Andrie.
Ia juga meminta masyarakat yang memiliki informasi tambahan agar segera melapor ke kantor polisi terdekat. “Partisipasi masyarakat sangat membantu mempercepat proses penangkapan,” ujarnya.
Tidak Ada Penembakan: Korban Dibunuh dengan Senjata Tajam
Berbeda dengan kabar yang sempat beredar sebelumnya, polisi memastikan bahwa tidak ada aksi penembakan dalam peristiwa tersebut. Kedua korban diketahui mengalami luka fatal akibat senjata tajam jenis pisau.
Informasi ini diperkuat oleh keterangan mertua korban, Falina (82), yang menyaksikan langsung detik-detik perampokan tersebut. Dengan suara bergetar, Falina menceritakan bahwa seorang pria masuk ke ruko keluarga mereka dan langsung mengancam meminta uang.
“Pelaku mengancam sambil membawa pisau. Korban sempat memberikan uang sebesar Rp3 juta yang ada di dompetnya. Setelah menyerahkan uang, korban berteriak minta tolong,” ungkap Falina.
Teriakan tersebut rupanya terdengar oleh warga sekitar, termasuk tetangga korban bernama Rudi.
Tetangga Mendengar Teriakan Minta Tolong
Rudi mengaku terkejut saat mendengar suara teriakan dari dalam ruko yang sehari-hari digunakan korban untuk berjualan kerupuk. Karena curiga, ia kemudian menuju pintu di lantai dua yang masih terhubung dengan rumah korban.
“Saat saya masuk, saya melihat Darma dan istrinya sudah tergeletak dalam kondisi penuh luka. Waktu itu saya langsung panik dan memanggil warga lainnya,” ucap Rudi.
Menurut Rudi, ruko tersebut dihuni oleh pemilik usaha kerupuk terkenal “Suwandi Cabang Dempo”. Ruko itu menjadi tempat tinggal Suwandi bersama istrinya, serta anak dan menantunya.
“Biasanya mereka pulang sekitar pukul 17.00 WIB. Saya tidak menyangka sore itu terjadi hal seperti ini,” ungkapnya.
Warga Terkejut, Polisi Perketat Pengamanan
Peristiwa tragis ini menyisakan duka mendalam sekaligus menimbulkan rasa takut di kalangan warga sekitar. Banyak warga yang tidak menyangka tindakan kejahatan yang begitu brutal dapat terjadi di kawasan yang selama ini dikenal cukup ramai.
Polisi telah memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan pelaku.
Hingga kini, identitas lengkap pelaku belum diungkap ke publik, namun polisi memastikan pengejaran dilakukan tanpa kompromi.
“Kami pastikan pelaku akan tertangkap. Tinggal menunggu waktu,” tutup AKBP Andrie.
Kasus ini masih dalam penanganan dan perkembangan terbaru akan diumumkan setelah penyidik memperoleh bukti serta keterangan yang lebih lengkap. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top