Musi Online | Pemkab dan Polres OKI Rangkul Warga Tebing Suluh Lewat Dialog, Perkuat Kondusivitas Pasca Insiden PT Buluh Cawang Plantation
Hut
Home        Berita        Hukum Kriminal

Pemkab dan Polres OKI Rangkul Warga Tebing Suluh Lewat Dialog, Perkuat Kondusivitas Pasca Insiden PT Buluh Cawang Plantation

Musi Online
https://musionline.co.id 26 June 2026 @19:43
Pemkab dan Polres OKI Rangkul Warga Tebing Suluh Lewat Dialog, Perkuat Kondusivitas Pasca Insiden PT Buluh Cawang Plantation
Pemkab dan Polres OKI Rangkul Warga Tebing Suluh Lewat Dialog, Perkuat Kondusivitas Pasca Insiden PT Buluh Cawang Plantation.

Musionline.co.id, Ogan Komering Ilir – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Kepolisian Resor (Polres) OKI menunjukkan komitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat dengan menggelar dialog terbuka bersama warga Desa Tebing Suluh, Kecamatan Lempuing, Rabu (24/6/2026). 
Pertemuan tersebut menjadi langkah konkret pemerintah dan aparat kepolisian dalam meredam situasi pasca insiden yang terjadi di area PT Buluh Cawang Plantation, Desa Dabuk Rejo.
Dialog yang berlangsung di Masjid Nurul Yaqin itu menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, keluhan, serta harapan mereka secara langsung kepada pemerintah dan aparat penegak hukum. 
Selain sebagai upaya menciptakan suasana yang kondusif, pertemuan tersebut juga bertujuan mencari solusi bersama melalui jalur komunikasi yang terbuka dan mekanisme hukum yang berlaku.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, Camat Lempuing Jamhari Ilyas, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta puluhan warga Desa Tebing Suluh. 
Selama lebih dari satu jam, suasana dialog berlangsung terbuka dan penuh kekeluargaan, di mana masyarakat diberi kesempatan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka rasakan.
Warga Sampaikan Tuntutan dan Harapan
Dalam forum tersebut, perwakilan masyarakat, yakni Mat Arif, Aprikal, dan Deni, menyampaikan sejumlah tuntutan kepada perusahaan. Mereka meminta PT Buluh Cawang Plantation bertanggung jawab terhadap biaya pengobatan korban serta memberikan santunan kepada pihak yang terdampak akibat insiden yang terjadi.
Selain persoalan penanganan korban, masyarakat juga mengungkapkan keluhan mengenai minimnya kesempatan kerja bagi warga lokal di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah Kecamatan Lempuing. 
Menurut mereka, keberadaan perusahaan seharusnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan.
Berbagai aspirasi tersebut disampaikan secara langsung kepada pemerintah dan kepolisian agar dapat menjadi perhatian bersama dalam penyelesaian persoalan yang sedang berlangsung.
Kapolres Tegaskan Negara Hadir di Tengah Masyarakat
Menanggapi berbagai aspirasi warga, Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah bersama kepolisian di Desa Tebing Suluh merupakan bentuk nyata komitmen negara dalam memberikan perlindungan, pelayanan, sekaligus mendengarkan suara masyarakat.
"Kami hadir di Desa Tebing Suluh untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus memastikan bahwa setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui dialog dan mekanisme hukum yang berlaku," ujar AKBP Eko Rubiyanto.
Menurut Kapolres, tidak ada pihak mana pun yang menginginkan insiden tersebut terjadi hingga mengakibatkan adanya korban. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan mampu menahan diri serta mengedepankan komunikasi yang baik agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
"Tidak ada pihak yang menginginkan peristiwa ini terjadi. Yang menjadi fokus kami saat ini adalah memastikan penanganan korban berjalan maksimal, proses hukum berlangsung transparan, dan situasi tetap kondusif," tegasnya.
Kapolres juga memastikan bahwa seluruh korban telah memperoleh penanganan medis dan akan terus mendapatkan pendampingan hingga proses pemulihan selesai. 
Sementara perkembangan penanganan perkara akan terus diinformasikan kepada masyarakat melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun informasi yang simpang siur.
Pemerintah Dorong Penyelesaian Secara Damai
Pada kesempatan yang sama, Camat Lempuing Jamhari Ilyas menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan akan terus berperan aktif sebagai mediator dalam menjembatani komunikasi antara masyarakat, perusahaan, dan aparat penegak hukum.
Menurutnya, seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam dialog tersebut akan dicatat dan diteruskan kepada pihak-pihak terkait sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
"Pemerintah hadir untuk mendengarkan dan menjembatani komunikasi antara masyarakat, perusahaan, dan aparat penegak hukum. Semua aspirasi yang disampaikan warga akan kami catat dan tindak lanjuti melalui mekanisme yang ada," ujar Jamhari Ilyas.
Ia berharap komunikasi yang baik dapat menjadi solusi terbaik sehingga seluruh persoalan dapat diselesaikan secara damai tanpa menimbulkan konflik baru yang merugikan semua pihak.
Keamanan dan Ketertiban Menjadi Prioritas
Selain membahas penyelesaian persoalan yang sedang berlangsung, pemerintah bersama kepolisian juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Dalam dialog tersebut ditegaskan bahwa tindakan anarkis seperti perusakan fasilitas maupun pembakaran yang mengakibatkan korban jiwa tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Seluruh pihak diminta tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta menghindari tindakan yang berpotensi memperkeruh suasana.
Pemerintah dan aparat kepolisian juga mengajak masyarakat untuk tetap mempercayakan penyelesaian perkara kepada mekanisme hukum yang berlaku sehingga hak-hak seluruh pihak dapat terlindungi secara adil dan transparan.
Dialog Jadi Langkah Membangun Kepercayaan
Pertemuan di Desa Tebing Suluh dinilai menjadi langkah penting dalam membangun kembali kepercayaan antara masyarakat, pemerintah, aparat keamanan, dan pihak perusahaan. 
Melalui komunikasi langsung, berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian warga dapat disampaikan secara terbuka tanpa harus menimbulkan ketegangan di lapangan.
Pendekatan dialog juga diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih kondusif sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal, sementara proses hukum tetap berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah Kabupaten OKI bersama Polres OKI menegaskan akan terus mengawal perkembangan penyelesaian persoalan tersebut, termasuk memastikan hak-hak korban tetap menjadi perhatian utama serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kecamatan Lempuing.
Dialog yang berlangsung penuh kekeluargaan itu akhirnya ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh persoalan segera menemukan titik terang. Setelah kegiatan selesai, seluruh peserta membubarkan diri dengan tertib dan situasi di Desa Tebing Suluh tetap berlangsung aman serta kondusif.
Melalui langkah dialog yang mengedepankan komunikasi, Pemerintah Kabupaten OKI bersama Polres OKI berharap tercipta penyelesaian yang adil, damai, dan mampu memperkuat hubungan antara masyarakat, pemerintah, aparat keamanan, serta dunia usaha demi menjaga stabilitas dan pembangunan daerah di masa mendatang. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top