Musi Online https://musionline.co.id 14 April 2026 @18:14 48 x dibaca 
Penemuan Kasus Tuberkulosis di Muara Enim Meningkat, Pemkab Intensifkan Upaya Eliminasi TB 2030.
Musionline.co.id, Muara Enim – Tren penemuan kasus Tuberkulosis (TB) di Kabupaten Muara Enim menunjukkan peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir.
Namun, lonjakan angka tersebut justru dinilai sebagai indikator positif atas semakin masifnya upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim dalam mendeteksi dan menekan penyebaran penyakit menular tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Muara Enim, dr. Eni Zatila, MKM, menegaskan bahwa tingginya angka temuan kasus bukanlah pertanda buruk, melainkan bukti bahwa sistem deteksi dini dan penanganan TB berjalan lebih optimal.
“Semakin banyak kasus yang ditemukan berarti semakin banyak pasien yang bisa segera ditangani secara tepat. Ini justru menjadi langkah penting menuju eliminasi TB tahun 2030,” ujar Eni saat membuka kegiatan Cek Kesehatan Gratis Serentak dan pencanangan Kampung GERMAS dalam rangka peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Muara Enim, Senin (13/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari Camat Muara Enim, Forum Kepala Desa, tokoh masyarakat, hingga ratusan warga.
Sebanyak 23 puskesmas di wilayah Muara Enim juga turut berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan kesehatan gratis tersebut.
Tren Kasus TB Terus Naik
Data Dinas Kesehatan menunjukkan peningkatan temuan kasus TB dari tahun ke tahun. Pada 2024 tercatat sebanyak 1.677 kasus atau sekitar 67 persen dari target.
Angka tersebut meningkat pada 2025 menjadi 1.785 kasus (72 persen). Sementara pada 2026 hingga April, sudah ditemukan 329 kasus atau sekitar 15 persen dari target capaian 90 persen.
Sebaran kasus TB pada 2025 paling tinggi ditemukan di Kecamatan Lawang Kidul dengan 280 kasus, disusul Muara Enim sebanyak 223 kasus, serta Tanjung Agung dengan 173 kasus.
Menurut Eni, peningkatan ini tidak terlepas dari intensifikasi skrining, edukasi masyarakat, serta keterlibatan aktif tenaga kesehatan di lapangan. Pemerintah daerah juga terus menggencarkan program pemeriksaan kesehatan gratis guna menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa.
Tantangan: Stigma dan Kepatuhan Berobat
Meski capaian penemuan kasus meningkat, upaya pemberantasan TB masih menghadapi sejumlah tantangan serius. Salah satunya adalah stigma negatif yang masih melekat di masyarakat terhadap penderita TB.
“Masih ada pasien yang enggan berobat karena malu. Selain itu, kepatuhan minum obat juga menjadi masalah. Padahal pengobatan TB harus dijalani minimal enam bulan tanpa putus,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika pasien melewatkan konsumsi obat meski hanya sekali, maka proses pengobatan harus diulang dari awal. Oleh karena itu, pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis, tetapi juga keluarga pasien.
Layanan Kesehatan Gratis Disambut Antusias
Program cek kesehatan gratis yang digelar Dinas Kesehatan Muara Enim mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Antusiasme ini terlihat dari tingginya jumlah warga yang memanfaatkan layanan tersebut.
Pemkab Muara Enim bahkan menghadirkan mobil layanan kesehatan keliling (Cekling) yang dilengkapi fasilitas pemeriksaan seperti USG, jantung, serta layanan dokter spesialis secara gratis.
“Tidak ada kendala bagi masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan. Semua kita jemput bola agar masyarakat benar-benar terlayani,” kata Eni.
Indonesia Masih Peringkat Kedua Dunia
Secara global, TB masih menjadi salah satu dari 10 penyebab kematian tertinggi di dunia. Indonesia sendiri menempati posisi kedua dengan jumlah kasus terbanyak setelah India, diikuti China, Filipina, Pakistan, Nigeria, Bangladesh, dan Republik Demokratik Kongo.
Diperkirakan terdapat sekitar 1.090.000 kasus baru TB di Indonesia setiap tahunnya, dengan angka kematian mencapai 125.000 jiwa.
Di tingkat daerah, estimasi kasus TB di Muara Enim pada 2025 mencapai 2.464 kasus, dengan 1.785 kasus berhasil ditemukan (72 persen), termasuk 441 kasus pada anak. Sementara pada 2026, estimasi kasus mencapai 2.118, dengan 314 kasus telah ditemukan hingga April, termasuk 60 kasus anak.
Kampung GERMAS Jadi Strategi Pencegahan
Sebagai bagian dari strategi pencegahan, Pemkab Muara Enim mencanangkan Desa Harapan Jaya sebagai Kampung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Program ini bertujuan mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat guna mencegah berbagai penyakit, termasuk TB.
“Kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, tetapi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat,” tegas Eni.
Kepala Desa Harapan Jaya, Trimo, menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia berharap desanya dapat menjadi percontohan Kampung GERMAS di Kabupaten Muara Enim.
“Kami ingin masyarakat lebih sadar akan pentingnya hidup sehat dan pencegahan penyakit, terutama TB,” ujarnya.
Salah satu warga, Kurmini (73), mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan kesehatan gratis. Ia yang rutin memeriksakan kondisi kesehatannya akibat stroke ringan merasa lebih mudah mengakses layanan medis.
“Biasanya saya kontrol ke rumah sakit setiap bulan. Dengan adanya kegiatan ini, saya sangat terbantu,” katanya.
Menuju Eliminasi TB 2030
Dengan berbagai upaya yang terus digencarkan, Pemkab Muara Enim optimistis dapat berkontribusi dalam target nasional eliminasi TB pada 2030. Peningkatan temuan kasus, penguatan layanan kesehatan, serta perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan.
Langkah kolaboratif antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu menjadikan Muara Enim sebagai daerah yang bebas TB di masa mendatang. (***)
0 Komentar