Musi Online https://musionline.co.id 15 May 2026 @19:11 25 x dibaca 
Kemenhub Siap Dukung Pembangunan Flyover Pasar Tempel Baturaja, Harapan Besar Warga OKU Mulai Menemui Titik Terang.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu - Wacana pembangunan Flyover Pasar Tempel Baturaja yang selama ini menjadi harapan besar masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), akhirnya mulai menunjukkan perkembangan positif.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) menyatakan kesiapan untuk mendukung pembangunan jalan layang di kawasan perlintasan sebidang Pasar Tempel Baturaja tersebut.
Langkah konkret ini muncul setelah Bupati OKU, Teddy Meilwansyah, melakukan serangkaian koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait di tingkat pusat.
Setelah sebelumnya menjalin komunikasi dengan Danantara, kali ini Bupati OKU langsung menyambangi Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan di Jakarta pada 12 Mei 2026.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam upaya mempercepat realisasi pembangunan flyover yang sejak lama diimpikan masyarakat Baturaja dan sekitarnya.
Dalam pertemuan itu, Bupati OKU memaparkan secara rinci kondisi kemacetan yang terjadi di kawasan Pasar Tempel akibat perlintasan sebidang kereta api yang kerap memicu antrean panjang kendaraan.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub RI, Allan Tandiono, menyambut positif usulan tersebut.
Bahkan, pihaknya mengaku siap membantu secara maksimal agar pembangunan flyover di koridor Jalan Kolonel Burian Pasar Tempel Baturaja dapat segera direalisasikan.
Menurut Allan Tandiono, persoalan perlintasan sebidang saat ini memang menjadi perhatian serius pemerintah pusat, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto.
Karena itu, langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten OKU dinilai sangat tepat untuk mendukung peningkatan keselamatan transportasi dan mengurangi potensi kemacetan di kawasan strategis.
Dalam pemaparan yang dilakukan Bupati OKU, terdapat sejumlah opsi percepatan pembangunan flyover yang dibahas bersama pihak DJKA.
Flyover tersebut dirancang sebagai jalan layang yang dibangun di atas jalur perlintasan kereta api dan jalan raya untuk mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Selama ini, kawasan Pasar Tempel dikenal sebagai salah satu titik kemacetan paling padat di Baturaja.
Ketika kereta api melintas, kendaraan dari berbagai arah harus berhenti dalam waktu cukup lama. Kondisi itu kerap menyebabkan antrean kendaraan mengular, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Tak hanya masyarakat dalam Kota Baturaja, jalur tersebut juga menjadi akses utama yang menghubungkan sejumlah wilayah di kabupaten tetangga.
Karena itu, keberadaan flyover dianggap sangat penting untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Dalam pertemuan tersebut, Dirjen Perkeretaapian juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati OKU yang telah datang langsung menyampaikan kondisi di lapangan.
Menurutnya, koordinasi aktif antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat sangat diperlukan agar program pembangunan infrastruktur dapat berjalan lebih cepat.
Salah satu opsi yang dibahas untuk mempercepat realisasi proyek adalah skema pendanaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan besar yang beroperasi di wilayah OKU.
Dirjen Perkeretaapian menyatakan pihaknya akan mencoba memanggil perusahaan-perusahaan terkait guna membahas kemungkinan dukungan pendanaan proyek flyover tersebut.
Selain skema CSR, opsi lainnya adalah mengusulkan proyek pembangunan Flyover Pasar Tempel masuk dalam daftar prioritas Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Jika usulan tersebut diterima, maka proyek berpeluang mendapatkan dukungan pendanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2027.
Bupati OKU, Teddy Meilwansyah, mengungkapkan bahwa pembangunan flyover merupakan kebutuhan mendesak masyarakat.
Selama bertahun-tahun, warga mengeluhkan kemacetan kronis yang terjadi akibat perlintasan kereta api di kawasan Pasar Tempel.
Menurut Teddy, jalur tersebut merupakan salah satu urat nadi aktivitas masyarakat.
Selain digunakan warga Kota Baturaja, jalan itu juga menjadi akses penghubung masyarakat dari beberapa daerah sekitar yang melakukan aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan kesehatan.
“Alhamdulillah, permasalahan yang cukup lama terkait kemacetan akibat perlintasan sebidang kereta api di Pasar Tempel bertahap mulai menemui titik terang. Tadi, Pak Dirjen sudah mendengarkan laporan kami dan pihaknya mengaku akan membantu kita secara all out untuk merealisasikan pembangunan flyover,” ujar Teddy Meilwansyah.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten OKU akan terus melakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan pemerintah pusat agar rencana pembangunan tersebut dapat segera memasuki tahap teknis dan perencanaan lanjutan.
Tak hanya soal kemacetan, keberadaan flyover juga diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Sebab, perlintasan sebidang memiliki risiko kecelakaan yang cukup tinggi apabila tidak didukung sistem pengamanan maksimal.
Pembangunan flyover di Pasar Tempel juga diyakini akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan arus lalu lintas yang lebih lancar, aktivitas perdagangan dan distribusi barang diperkirakan menjadi lebih efisien.
Selain itu, infrastruktur modern seperti flyover dinilai mampu meningkatkan wajah Kota Baturaja sebagai ibu kota Kabupaten OKU.
Kehadiran jalan layang nantinya diharapkan menjadi simbol kemajuan pembangunan daerah sekaligus mendukung konektivitas transportasi regional.
Masyarakat pun menyambut baik perkembangan terbaru terkait dukungan dari Kementerian Perhubungan tersebut.
Banyak warga berharap proyek yang selama ini hanya menjadi wacana dapat segera terealisasi dan tidak berhenti pada tahap pembahasan semata.
Dengan adanya dukungan penuh dari DJKA Kemenhub RI, peluang pembangunan Flyover Pasar Tempel kini semakin terbuka lebar.
Pemerintah Kabupaten OKU optimistis proyek strategis ini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan kemacetan dan keselamatan lalu lintas di kawasan Baturaja.
Ke depan, seluruh pihak diharapkan dapat bersinergi agar rencana besar tersebut benar-benar dapat diwujudkan demi kepentingan masyarakat luas.
Jika terealisasi, Flyover Pasar Tempel dipastikan akan menjadi salah satu proyek infrastruktur penting yang membawa perubahan besar bagi Kabupaten Ogan Komering Ulu. (***)
0 Komentar