Musi Online https://musionline.co.id 21 May 2026 @15:15 23 x dibaca 
Tenggelam di Sungai Lematang Lahat Selama Dua Pekan, Jasad Zubaidi Akhirnya Ditemukan di Muara Enim.
Musionline.co.id, Muara Enim - Peristiwa tenggelam yang menimpa Zubaidi (46), warga Desa Tanjung Jambu, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, akhirnya menemukan titik terang setelah jasad korban ditemukan mengapung di aliran Sungai Lematang wilayah Kabupaten Muara Enim.
Setelah dinyatakan hilang selama sekitar dua pekan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Dusun II Desa Muara Gula Baru, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim, pada Rabu pagi, 20 Mei 2026.
Penemuan jasad korban mengakhiri pencarian panjang yang sebelumnya dilakukan oleh pihak keluarga bersama masyarakat sejak korban dilaporkan hilang pada awal Mei 2026.
Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian warga di sepanjang aliran Sungai Lematang karena lokasi penemuan korban cukup jauh dari titik awal diduga korban hanyut.
Menurut keterangan pihak kepolisian, korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Selasa, 5 Mei 2026 sekitar pukul 09.00 WIB.
Saat itu, keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Merapi, Polres Lahat, setelah Zubaidi tidak kunjung kembali ke rumah usai mandi di Sungai Lematang.
Kapolres Muara Enim melalui Kapolsek Gunung Megang menjelaskan, berdasarkan laporan keluarga, Zubaidi diketahui pergi mandi ke sungai seperti aktivitas kesehariannya.
Namun hingga menjelang siang, korban tidak kunjung pulang sehingga menimbulkan kekhawatiran dari pihak keluarga.
Hendri Syaputra melalui KMS Erwin yang didampingi RTM Situmorang mengungkapkan, keluarga korban mulai merasa ada kejanggalan setelah Zubaidi tidak pulang hingga sekitar pukul 11.00 WIB.
“Korban diketahui hilang setelah istrinya merasa heran karena suaminya belum juga pulang dari mandi di Sungai Lematang. Selanjutnya pihak keluarga bersama masyarakat melakukan pencarian di sekitar sungai,” ujar pihak kepolisian berdasarkan keterangan resmi.
Kronologi Hilangnya Zubaidi di Sungai Lematang
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika Zubaidi pergi ke Sungai Lematang untuk mandi pada pagi hari.
Aktivitas mandi di sungai memang masih menjadi kebiasaan sebagian warga di sejumlah wilayah pedesaan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal dekat bantaran sungai.
Namun, ketika waktu menunjukkan sekitar pukul 11.00 WIB dan korban belum kembali ke rumah, sang istri mulai merasa khawatir. Dugaan adanya musibah kemudian muncul lantaran korban tidak dapat dihubungi dan tidak terlihat di sekitar lokasi.
Pihak keluarga bersama masyarakat setempat langsung bergerak melakukan pencarian secara mandiri di sepanjang tepian Sungai Lematang. Upaya penyisiran dilakukan selama beberapa hari, namun hasilnya nihil.
Masyarakat sekitar bahkan terus melakukan pemantauan di beberapa titik yang diperkirakan menjadi lokasi korban terseret arus. Namun hingga hampir dua pekan berlalu, Zubaidi belum juga ditemukan.
Ditemukan Mengapung di Muara Enim
Harapan keluarga untuk mendapatkan kepastian akhirnya terjawab pada Rabu, 20 Mei 2026 sekitar pukul 08.30 WIB. Warga Dusun II Desa Muara Gula Baru, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim, yang hendak beraktivitas di kawasan Sungai Lematang secara tidak sengaja melihat sesosok mayat mengapung di pinggir sungai.
Lokasi penemuan disebut berada tidak jauh dari area pangkalan pasir, sehingga penemuan jasad tersebut dengan cepat menarik perhatian masyarakat sekitar.
Warga yang menemukan jasad tersebut kemudian segera melaporkan kejadian itu kepada perangkat desa dan aparat kepolisian setempat agar proses identifikasi dapat segera dilakukan.
Petugas dari Polsek Gunung Megang bersama tenaga medis langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Setelah dievakuasi dari pinggir sungai, jasad korban kemudian dibawa ke rumah sakit guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Korban selanjutnya dievakuasi menuju RSUD Dr HM Rabain sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Kekerasan
Dari hasil identifikasi yang dilakukan aparat bersama tim medis, jasad yang ditemukan dipastikan merupakan Zubaidi, warga Desa Tanjung Jambu yang sebelumnya dilaporkan hilang di Sungai Lematang.
Pihak kepolisian memastikan bahwa dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kapolsek Gunung Megang menyebut, berdasarkan informasi keluarga, korban sebelumnya juga diketahui memiliki riwayat penyakit kram. Kondisi tersebut diduga dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan korban mengalami kesulitan saat berada di sungai.
“Dari hasil identifikasi mayat tersebut adalah korban Zubaidi yang tenggelam dan tidak ditemukan unsur kekerasan. Dari keterangan keluarga, korban sebelumnya memiliki riwayat penyakit kram,” jelas pihak kepolisian.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai, terutama bagi warga yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Sungai dengan arus yang tampak tenang sekalipun tetap memiliki risiko keselamatan, terlebih ketika seseorang beraktivitas seorang diri tanpa pendamping. (***)
0 Komentar