Musi Online https://musionline.co.id 17 June 2026 @14:47 13 x dibaca 
Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Ratusan Warga Muara Enim Semarakkan Pawai Obor Keliling Kota.
Musionline.co.id, Muara Enim – Ratusan warga Kabupaten Muara Enim tumpah ruah memadati kawasan Masjid Agung Muara Enim pada Senin malam, 15 Juni 2026, untuk mengikuti Pawai Obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi simbol semangat hijrah sekaligus mempererat tali silaturahmi masyarakat di Bumi Serasan Sekundang.
Pawai obor yang telah menjadi tradisi tahunan ini dilepas secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Ulil Amri, SP, MM, yang hadir mewakili Bupati Muara Enim.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pengurus Masjid Agung Muara Enim H. Jarmanika AR, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai kalangan.
Sejak usai Salat Isya, suasana Kota Muara Enim tampak berbeda dari biasanya. Cahaya obor bambu tradisional yang dibawa para peserta menyala terang, membentuk lautan cahaya yang mengiringi perjalanan pawai mengelilingi pusat kota.
Semangat dan antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi dalam mengikuti kegiatan yang sarat nilai religius tersebut.
Mengelilingi Pusat Kota Muara Enim
Pawai obor dimulai dari halaman Masjid Agung Muara Enim dan menempuh rute yang mengelilingi sejumlah titik strategis di pusat kota.
Para peserta bergerak melintasi kawasan Pasar Lama, Simpang SDN 6 Muara Enim, Jembatan II, Lapangan Merdeka, sebelum akhirnya kembali ke Masjid Agung Muara Enim sebagai titik akhir kegiatan.
Sepanjang perjalanan, warga yang berada di sepanjang jalur pawai turut memberikan dukungan dan menyaksikan kemeriahan acara.
Tidak sedikit masyarakat yang mengabadikan momen tersebut melalui telepon genggam mereka sebagai bentuk partisipasi dalam menyambut pergantian tahun baru dalam kalender Hijriah.
Pawai obor menjadi salah satu tradisi yang selalu dinanti masyarakat setiap tahun.
Selain menghadirkan suasana yang semarak, kegiatan ini juga menjadi media syiar Islam yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan.
Momentum Memaknai Hijrah
Dalam sambutannya sebelum melepas peserta pawai, Ulil Amri menyampaikan apresiasi atas kekompakan masyarakat Muara Enim yang terus menjaga tradisi keagamaan dan budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Menurutnya, peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi agenda seremonial semata, tetapi juga momentum penting untuk melakukan refleksi diri dan memperbaiki kualitas kehidupan ke arah yang lebih baik.
"Melalui pawai obor ini, kita diajak untuk memaknai hijrah sebagai semangat perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat," ujar Ulil Amri.
Ia menegaskan bahwa semangat hijrah yang diwariskan dari perjalanan Rasulullah SAW hendaknya dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan keimanan, memperkuat persatuan, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Lebih lanjut, Ulil mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan berbagai tradisi keagamaan yang menjadi identitas daerah.
"Tradisi seperti pawai obor ini merupakan wujud rasa syukur, kebersamaan, dan kekayaan budaya Islam yang dimiliki Kabupaten Muara Enim. Tradisi ini harus terus kita lestarikan agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang," katanya.
Tradisi Melemang Siap Meriahkan 10 Muharram
Kemeriahan menyambut Tahun Baru Islam di Kabupaten Muara Enim tidak hanya berhenti pada pelaksanaan pawai obor. Setelah kegiatan tersebut, masyarakat juga mulai bersiap menyambut tradisi khas daerah yang dikenal dengan nama Melemang.
Tradisi Melemang merupakan salah satu warisan budaya yang telah mengakar kuat di tengah kehidupan masyarakat Muara Enim. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan menjelang atau pada peringatan 10 Muharram.
Dalam tradisi tersebut, warga secara bergotong royong memasak lemang, yaitu makanan berbahan dasar beras ketan yang dimasukkan ke dalam ruas bambu kemudian dibakar hingga matang.
Menurut Ulil Amri, tradisi Melemang bukan hanya sekadar kegiatan memasak makanan khas, tetapi juga mengandung nilai-nilai sosial dan budaya yang sangat kuat.
"Tradisi melemang merupakan kegiatan memasak lemang berbahan beras ketan yang dimasukkan ke dalam bambu dan dibakar secara gotong royong. Kegiatan ini telah menjadi warisan budaya yang terus dijaga oleh masyarakat Muara Enim dari generasi ke generasi," jelasnya.
Selain menjadi sajian khas yang dinikmati bersama keluarga dan warga sekitar, lemang yang dihasilkan juga sering dibagikan kepada tetangga, kerabat, maupun masyarakat lain sebagai bentuk sedekah dan simbol kebersamaan.
Tradisi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kuatnya nilai gotong royong yang masih terpelihara di tengah masyarakat Kabupaten Muara Enim hingga saat ini.
Memperkuat Nilai Religius dan Budaya Lokal
Pemerintah Kabupaten Muara Enim menilai bahwa berbagai kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam memiliki peran penting dalam memperkuat karakter masyarakat yang religius sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal.
Pawai obor dan tradisi Melemang menjadi contoh nyata bagaimana nilai agama dan budaya dapat berjalan beriringan, menciptakan harmoni sosial yang mempererat hubungan antarwarga.
Melalui momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, masyarakat diharapkan tidak hanya merayakan pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga menjadikannya sebagai sarana introspeksi diri, memperkuat keimanan, dan meningkatkan kepedulian sosial.
Ulil Amri berharap seluruh rangkaian kegiatan yang digelar dapat membawa keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Muara Enim.
"Semoga momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan, religiusitas, dan pelestarian budaya lokal di Bumi Serasan Sekundang," pungkasnya.
Dengan semangat hijrah dan kebersamaan yang tercermin dalam pawai obor serta tradisi Melemang, Kabupaten Muara Enim kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan budaya Islam yang telah menjadi bagian penting dari identitas masyarakat setempat. (***)
0 Komentar