Musi Online https://musionline.co.id 13 August 2026 @18:59 21 x dibaca 
Rektor Unsri: Tidak Ada Keberhasilan yang Bernilai Jika Mengabaikan Etika, PKKMB 2026 Diikuti 10.298 Mahasiswa Baru.
Musionline.co.id, Palembang – Sebanyak 10.298 mahasiswa baru Universitas Sriwijaya (Unsri) mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unsri Tahun 2026 yang digelar di Aula Auditorium Kampus Unsri Indralaya, Rabu, 12 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi ribuan mahasiswa untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik, budaya kampus, berbagai fasilitas pendidikan, sekaligus nilai-nilai yang harus dijunjung selama menempuh pendidikan di Universitas Sriwijaya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Sriwijaya Prof. Dr. Taufiq Marwa memberikan pesan penting kepada seluruh mahasiswa baru agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, menjaga integritas dan menjunjung tinggi etika dalam setiap proses pendidikan.
Menurut Rektor, keberhasilan seorang mahasiswa tidak cukup hanya diukur dari nilai akademik, gelar maupun prestasi yang berhasil diraih. Lebih dari itu, keberhasilan harus dibangun melalui proses yang baik serta dilandasi moral dan tanggung jawab.
“Tidak ada keberhasilan yang bernilai jika mengabaikan etika. Ilmu yang diperoleh di kampus harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, selain belajar dengan baik, mahasiswa juga harus menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan integritas,” tegas Prof. Taufiq Marwa.
Pesan tersebut disampaikan di hadapan ribuan mahasiswa baru Unsri yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari program diploma, strata satu (S1), hingga pascasarjana.
Rektor Unsri Ingatkan Perjuangan Orang Tua
Dalam sambutannya, Prof. Taufiq Marwa juga mengajak mahasiswa baru untuk tidak melupakan perjuangan orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan hingga mereka berhasil diterima sebagai bagian dari civitas akademika Universitas Sriwijaya.
Ia menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus mengingatkan mahasiswa agar saling mendukung dan menguatkan selama menjalani proses pendidikan.
“Selamat datang kepada mahasiswa baru Universitas Sriwijaya. Saling mendukung dan saling menguatkan. Ingatlah siapa saja yang telah berjuang agar kalian dapat duduk di sini. Ada usaha dan pengorbanan orang tua yang harus dihargai. Unsri ke depan juga ditentukan oleh kalian yang hari ini mulai menempuh pendidikan di kampus ini,” ujar Prof. Taufiq.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan masuk perguruan tinggi merupakan hasil dari proses panjang. Di balik setiap mahasiswa yang hadir dalam kegiatan PKKMB Unsri 2026, terdapat dukungan keluarga, perjuangan orang tua, serta usaha yang telah dilakukan sejak menempuh pendidikan sebelumnya.
Karena itu, mahasiswa diharapkan dapat menjalani masa perkuliahan dengan penuh tanggung jawab dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diperoleh.
Mahasiswa Diminta Aktif Mengembangkan Potensi
Selain menekankan pentingnya etika dan integritas, Rektor Unsri juga mendorong mahasiswa baru untuk memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia di lingkungan kampus.
Universitas Sriwijaya memiliki berbagai sarana yang dapat digunakan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik. Menurut Rektor, masa kuliah tidak seharusnya hanya dihabiskan untuk mengikuti proses pembelajaran di dalam kelas.
Mahasiswa juga perlu aktif mencari pengalaman baru, mengembangkan minat dan bakat, serta membangun kemampuan yang dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja maupun ketika terjun langsung ke tengah masyarakat.
Salah satu wadah yang dapat dimanfaatkan adalah organisasi kemahasiswaan.
Keikutsertaan dalam organisasi dinilai dapat membantu mahasiswa mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, manajemen waktu hingga membangun jejaring yang bermanfaat untuk masa depan.
Namun, aktivitas organisasi juga harus tetap dijalankan secara seimbang dengan kewajiban utama sebagai mahasiswa, yakni mengikuti proses pendidikan dan menyelesaikan studi dengan baik.
Unsri Ingin Lahirkan Generasi Pemimpin Masa Depan
Prof. Taufiq Marwa berharap mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB Unsri 2026 nantinya mampu menjadi bagian penting dalam memimpin peradaban di masa depan.
Perguruan tinggi, menurutnya, memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar mencetak lulusan dengan kemampuan akademik.
Universitas juga harus mampu menghasilkan generasi yang memiliki karakter kuat, mampu berpikir kritis, mempunyai kepedulian sosial serta dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Dengan jumlah mahasiswa baru mencapai 10.298 orang, Unsri memiliki potensi besar untuk melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu berkontribusi dalam berbagai bidang.
Karena itu, sejak awal memasuki lingkungan kampus, mahasiswa telah diingatkan agar menjadikan masa pendidikan sebagai proses untuk membangun kompetensi sekaligus karakter.
Prestasi akademik dan berbagai pencapaian lainnya diharapkan berjalan beriringan dengan kejujuran, tanggung jawab, rasa hormat serta kepedulian terhadap sesama.
Pemasangan Almamater Jadi Simbol Mahasiswa Resmi Menjadi Bagian Unsri
Dalam rangkaian kegiatan PKKMB Unsri 2026 tersebut, Rektor Unsri bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta tamu undangan lainnya turut melakukan pemasangan almamater secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa baru.
Perwakilan mahasiswa tersebut berasal dari berbagai program studi dan fakultas di lingkungan Universitas Sriwijaya.
Pemasangan almamater menjadi salah satu simbol bahwa para mahasiswa baru telah memulai perjalanan akademiknya sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Sriwijaya.
Momentum tersebut juga menjadi pengingat bagi mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater selama berada di lingkungan kampus maupun ketika berada di tengah masyarakat.
Tegaskan Tidak Ada Ruang untuk Perpeloncoan dan Perundungan
Pada bagian akhir sambutannya, Rektor Unsri menegaskan komitmen universitas dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman dan inklusif bagi seluruh mahasiswa.
Ia memastikan bahwa tidak ada ruang bagi praktik perpeloncoan, perundungan atau bentuk kekerasan lainnya, baik selama pelaksanaan PKKMB maupun dalam kehidupan kampus sehari-hari.
Menurutnya, kegiatan pengenalan kehidupan kampus harus menjadi ruang positif bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan pendidikan, membangun persahabatan dan menumbuhkan semangat kebersamaan.
PKKMB tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan tindakan yang merendahkan, menakut-nakuti atau melakukan kekerasan terhadap mahasiswa baru.
“Tidak ada tempat untuk perpeloncoan, perundungan, atau bentuk kekerasan lainnya di Universitas Sriwijaya. Kampus harus menjadi ruang yang mendukung tumbuhnya karakter, prestasi, dan semangat kebersamaan,” pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan PKKMB Unsri 2026. Dengan jumlah peserta mencapai 10.298 mahasiswa baru, kegiatan ini bukan hanya menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk mengenal dunia perguruan tinggi, tetapi juga menjadi momentum penanaman nilai-nilai kehidupan kampus sejak hari pertama.
Mahasiswa baru diharapkan mampu menjadikan Universitas Sriwijaya sebagai tempat untuk belajar, berkembang, membangun jejaring serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Pada akhirnya, pesan Rektor Unsri mengenai etika menjadi penekanan utama bagi seluruh mahasiswa. Prestasi akademik memang penting, tetapi pencapaian tersebut harus diperoleh melalui proses yang benar.
Ilmu pengetahuan yang dimiliki mahasiswa juga diharapkan tidak berhenti pada pencapaian pribadi. Setelah menyelesaikan pendidikan, lulusan Unsri diharapkan dapat membawa manfaat bagi masyarakat serta memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.
Dengan semangat tersebut, PKKMB Unsri 2026 menjadi awal perjalanan bagi 10.298 mahasiswa baru untuk menapaki dunia pendidikan tinggi dengan menjadikan integritas, etika, prestasi dan kepedulian sosial sebagai bagian penting dalam perjalanan akademik mereka. (***)
0 Komentar