Musi Online | Polemik Nama Anak 19 Kata Tak Terakomodir SIAK, Akhirnya Dituntaskan Dirjen Dukcapil
Pajak
HD
Home        Berita        Nasional

Polemik Nama Anak 19 Kata Tak Terakomodir SIAK, Akhirnya Dituntaskan Dirjen Dukcapil

MusiOnline
https://musionline.co.id 10 November 2021 @21:34 19 x dibaca
Polemik Nama Anak 19 Kata Tak Terakomodir SIAK, Akhirnya Dituntaskan Dirjen Dukcapil
Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Prof Zudan Arif Fakrulloh menyerahkan dokumen kependudukan kepada orang tua Cordosega. Sebelumnya nama anak Cordosega tak bisa diakomodir oleh SIAK karena nama lengkapnya berjumlah 19 kata. (Foto : Humas Kemendagri)

Musionline.co.id, Tuban - Polemik soal nama anak Cordosega yang panjang tak terakomodir dalam dokumen kependudukan, akhirnya tuntas. Hal itu setelah Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Prof Zudan Arif Fakrulloh bersilaturrahmi dan berkomunikasi secara intens dengan pihak keluarga dan sanak famili anak Cordosega. Sehingga nama anak Cordosega berganti nama yang dapat digunakan dalam berbagai keperluan dokumen kependudukan.

Seperti diketahui, nama anak Cordosega terlalu panjang hingga berjumlah 19 kata sehingga mengalami kesulitan mengurus berbagai keperluan dokumen kependudukan. Nama anak Cordosega yaitu Rangga Madhipa Sutra Jiwa Cordosega Akre Askhala Mughal Ilkhanat Akbar Sahara Pi – Thariq Ziyad Syaifuddin Quthuz Khoshala Sura Talenta.

“Setelah dilakukan kami melakukan komunikasi secara intens dengan orang tua dan sanak famili serta tetua adat setempat, akhirnya disepakati bahwa anak yang bersangkutan berganti nama,” ungkap Zudan saat bersilaturrahmi ke kediaman Cordosega di Bangilan, Tuban, Jawa Timur.

Adapun nama anak Cordosega berganti menjadi R. Akbar Zudan Cordosega Sura Talenta. Nama baru anak Cordosega tersebut dapat diakomodir dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Sehingga prosesi pengurusan berbagai dokumen kependudukannya dapat dilakukan.

“Meski demikian, nama Cordosega yang sebelumnya, silahkan tetap menjadi nama adat baginya sehingga ketentuan adat tetap berlaku,” terang Zudan.

Pergantian nama Cordosega pun diresmikan di dokumen kependudukan dengan nama lengkap yang baru. “Yang penting untuk kepentingan negara, nama lengkap terbaru dari ananda Cordosega kami resmikan di dokumen kependudukan agar mudah mendapatkan berbagai pelayanan publik kedepannya,” tambah Zudan.

Silaturrahmi yang dilakukan Zudan tak hanya kepada keluarga Cordosega saja. Disela-sela itu, Zudan turut bercengkrama dengan warga setempat. Zudan juga secara langsung memberikan dokumen kependudukan berupa Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, dan Kartu Identitas Anak (KIA) kepada Arif Akbar, bapak dari Cordosega.

“Kehadiran saya disini, juga dilatar belakangi oleh arahan Bapak Mendagri, Prof Tito Karnavian untuk menyelesaikan masalah yang ada di Bangilan, Tuban, ini,” tukas Zudan.

Pergantian nama Cordosega itu sendiri, diwarnai cerita yang unik. Pasalnya, paman dari Cordosega bernama Mujoko Sahid yang awalnya sama sekali tidak mau mengganti nama si anak. Apalagi Sahid merupakan tokoh adat Tuban Selatan dan sekaligus orang yang memberi nama Cordosega. Sahid tidak merasa pemberian nama lengkap yang begitu panjang bagi Cordosega tidak melanggar ketentuan aturan perundang-undangan apapun.

Namun, hati Sahid menjadi luluh karena cara-cara komunikasi Zudan dan pihaknya yang santun, terbuka, informatif, dan berorientasi pada solusi. Sehingga membuatnya merasa sungkan untuk tidak menggubris saran Zudan. “Itulah mengapa kami bersedia mengganti nama lengkap Cordosega. Karena terkena apa yang kami sebut istilahnya sebagai pasal sungkan. Saya sungkan dengan Pak Prof Zudan yang memberikan nasehat dan saran yang bisa membuat kami legowo” ungkap Sahid.

Menurut Sahid, cara yang ditempuh Dirjen Dukcapil itu merupakan ketulusan bersilaturrahmi untuk menyelesaikan persoalan. “Melalui kejadian ini, kami menjadi percaya bahwa cara-cara seperti yang dilakukan Prof Zudan ini, bahwa dengan ketulusan silaturrahmi itu kunci solusi untuk segala problem di NKRI,” tambah Sahid.

Sementara itu, Arif Akbar selaku bapak dari Cordosega mengaku senang dan bahagia. Sebab, masalah administratif yang menyangkut anaknya berhasil dituntaskan.

“Apalagi beliau Bapak Dirjen, Prof Zudan, juga berkenan menjadi bapak angkat dari Cordosega,” kata Arif Akbar sembari sumringah. (hattadi)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Sumsel Maju
Maroko
Top