Musi Online https://musionline.co.id 22 May 2025 @18:25 348 x dibaca 
Sepakati Susunan Panitia Kongres Persatuan: Dua Ketua Umum PWI Menuju Titik Terang Rekonsiliasi Organisasi.
Musionline.co.id, Jakarta - Dunia pers Indonesia akhirnya mendapat angin segar dengan tercapainya kesepakatan antara dua kubu dalam tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Kedua Ketua Umum PWI—Hendry Ch Bangun (versi Kongres Bandung) dan Zulmansyah Sekedang (versi Kongres Luar Biasa)—telah menyepakati susunan panitia Kongres Persatuan PWI, yang menjadi bagian penting dalam proses rekonsiliasi organisasi.
Kesepakatan tersebut tercapai dalam rapat daring yang digelar pada Rabu malam, 21 Mei 2025.
Rapat tersebut dimediasi oleh anggota Dewan Pers, Dahlan Dahi, yang juga hadir secara daring dari Jakarta bersama Hendry Ch Bangun, sementara Zulmansyah mengikuti dari Pekanbaru.
Langkah ini merupakan implementasi nyata dari "Kesepakatan Jakarta" yang ditandatangani pada 16 Mei 2025, sebagai bentuk komitmen bersama untuk menyatukan kembali PWI melalui jalur konstitusional, yakni penyelenggaraan Kongres Persatuan paling lambat 30 Agustus 2025.
Kongres Persatuan: Wujud Nyata Rekonsiliasi Dua Kubu
Kongres Persatuan merupakan solusi kompromi yang digagas setelah dinamika organisasi PWI mengalami ketegangan sejak munculnya dualisme kepemimpinan.
Dalam Kesepakatan Jakarta, kedua belah pihak menyetujui bahwa konflik internal harus diselesaikan melalui mekanisme musyawarah organisasi tertinggi, yaitu kongres.
Melalui forum online tersebut, Hendry dan Zulmansyah tidak hanya menunjukkan itikad baik, tetapi juga langkah konkret dengan membentuk struktur Steering Committee (SC) dan Organising Committee (OC), yang nantinya akan bekerja memastikan terselenggaranya Kongres Persatuan secara adil dan demokratis.
“Panitia Kongres Persatuan yang kami ajukan adalah para senior PWI yang berintegritas, memahami dinamika di PWI, dan mudah-mudahan amanah. Diharapkan SC dan OC guyub, kompak, konstitusional, sehingga Kongres PWI Persatuan tetap terselenggara sesuai PD/PRT PWI,” ungkap Zulmansyah Sekedang dalam pernyataannya.
Sementara itu, Hendry menambahkan bahwa proses menuju kongres ini adalah bagian dari langkah maju organisasi.
Ia menekankan bahwa fleksibilitas waktu dalam bernegosiasi tetap penting, namun harus tetap berada dalam kerangka waktu yang telah disepakati sebelumnya.
Susunan Steering Committee (SC): Kolaborasi Dua Kubu
Susunan Steering Committee yang akan memimpin dan mengelola persidangan dalam Kongres Persatuan terdiri dari nama-nama berpengalaman dan dianggap memiliki integritas tinggi.
Ketua SC: Zulkifli Gani Ottoh
Zulkifli adalah tokoh senior yang telah menjabat sebagai Ketua PWI Sulawesi Selatan selama dua periode (2006–2010 dan 2010–2015).
Saat ini, ia juga menjabat sebagai Sekretaris Dewan Kehormatan PWI. Zulkifli merupakan usulan dari kubu Hendry dan disetujui oleh Zulmansyah.
Wakil Ketua SC: Atal S Depari
Nama Atal diusulkan oleh Zulmansyah dan disetujui Hendry. Atal adalah mantan Ketua Umum PWI periode 2018–2023 dan juga menjabat sebagai President Confederation of ASEAN Journalists (CAJ) periode 2022–2024.
Anggota SC
Total anggota SC berjumlah tujuh orang. Komposisinya dibagi secara adil: tiga orang diusulkan oleh Hendry, tiga orang dari Zulmansyah, dan satu orang disepakati bersama.
Anggota ketujuh yang menjadi penengah dan disepakati bersama adalah Dr. Agus Sudibyo, mantan anggota Dewan Pers.
Agus dinilai memiliki posisi netral dan diterima oleh kedua belah pihak meskipun saat ini ia masuk dalam jajaran kepengurusan PWI versi Zulmansyah.
Struktur Organising Committee (OC): Solid dan Berpengalaman
Organising Committee memiliki tanggung jawab utama dalam mempersiapkan teknis dan logistik pelaksanaan Kongres Persatuan. Kedua ketua umum menyetujui struktur kepanitiaan sebagai berikut:
Ketua OC: Marten Slamet Susanto
Marten adalah tokoh yang pernah menjadi Ketua Panitia Kongres PWI Bandung.
Ia merupakan usulan dari Zulmansyah yang disetujui oleh Hendry.
Pengalaman Marten di bidang organisasi dan kepanitiaan dianggap sangat strategis untuk menyukseskan kongres ini.
Wakil Ketua OC: Raja Parlindungan Pane
Nama ini merupakan usulan dari Hendry dan disetujui oleh Zulmansyah.
Raja memiliki rekam jejak yang solid dalam berbagai kegiatan organisasi pers di tingkat nasional.
Kedua belah pihak menyepakati bahwa OC dan SC mulai bekerja efektif per tanggal 2 Juni 2025.
Tugas utama mereka adalah menyusun tahapan kongres, menyusun tata tertib, serta menyusun daftar peserta secara transparan dan objektif.
Momentum Kebangkitan PWI: Menuju Organisasi yang Bersatu
Kesepakatan dan penyusunan panitia ini dinilai sebagai titik terang menuju rekonsiliasi menyeluruh di tubuh PWI.
Setelah beberapa waktu mengalami friksi internal dan kebingungan di antara anggota, kini muncul harapan baru bahwa kongres ini akan menjadi wadah penyatuan visi dan misi organisasi.
Dunia jurnalistik nasional sangat menantikan keberhasilan Kongres Persatuan ini.
Persatuan wartawan sebagai pilar keempat demokrasi perlu dijaga melalui mekanisme organisasi yang sehat, demokratis, dan konstitusional.
Dengan menyatunya kedua belah pihak dan keterlibatan tokoh-tokoh senior PWI yang berpengalaman, proses menuju Kongres Persatuan diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga awal dari babak baru PWI yang lebih solid, profesional, dan berwibawa.
Harapan dari Anggota dan Masyarakat Pers
Anggota PWI dari berbagai daerah juga mengapresiasi terbentuknya panitia ini.
Banyak yang menyampaikan harapan agar Kongres Persatuan berlangsung secara terbuka, jujur, dan tidak dikendalikan oleh kepentingan kelompok tertentu.
“Saya harap kongres kali ini benar-benar menjadi forum rekonsiliasi. Jangan sampai hanya formalitas belaka. Kita semua ingin PWI kembali menjadi rumah bersama,” ujar seorang anggota PWI dari Jawa Tengah.
Pihak Dewan Pers juga terus mendorong agar Kongres Persatuan dijadikan sebagai momentum strategis untuk merumuskan kembali arah perjuangan PWI, termasuk meningkatkan kompetensi dan perlindungan bagi wartawan di seluruh Indonesia. (***)
0 Komentar