Musi Online https://musionline.co.id 24 May 2025 @20:29 368 x dibaca 
Mensesneg Prasetyo Hadi: Presiden Prabowo Imbau Menteri Tidak Buat Gaduh.
Musionline.co.id, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengimbau seluruh jajaran menteri dalam Kabinet Merah Putih untuk menjaga komunikasi publik yang santun dan tidak menimbulkan kegaduhan.
Pernyataan ini disampaikan Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 23 Mei 2025, menyusul meningkatnya perhatian publik terhadap sejumlah pernyataan kontroversial dari menteri kabinet.
"Presiden Prabowo berpesan agar para menteri lebih berhati-hati dalam berbicara kepada publik. Jangan sampai ucapan mereka menyinggung pihak lain, menimbulkan keresahan di masyarakat, atau bahkan menciptakan persepsi yang keliru terhadap kebijakan pemerintah," kata Prasetyo kepada awak media.
Menurut Prasetyo, pesan tersebut bukan sekadar bentuk pengingat biasa, melainkan bagian dari arahan presiden agar pemerintah tetap solid dan fokus bekerja demi kepentingan rakyat.
"Para menteri juga diminta tidak menimbulkan perasaan tidak enak kepada institusi lain dan masyarakat. Presiden ingin agar semua fokus pada kerja nyata, bukan pada pernyataan yang bisa menimbulkan kegaduhan," tambahnya.
Meski demikian, Prasetyo memastikan bahwa Presiden Prabowo tidak serta-merta akan melakukan perombakan kabinet (reshuffle) apabila ada menteri yang melanggar imbauan tersebut.
Ia menilai bahwa komunikasi publik yang kurang tepat tidak selalu mencerminkan buruknya kinerja seorang pejabat.
"Belum tentu ucapan yang kurang pas itu artinya kinerjanya tidak baik. Jadi, tidak serta-merta langsung reshuffle. Presiden melihat secara menyeluruh—dari integritas, kinerja, sampai dampak kebijakan," jelas Prasetyo.
Sorotan Terhadap Menteri Kesehatan
Pernyataan ini muncul di tengah sorotan terhadap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, yang belakangan menjadi bahan perbincangan hangat di publik.
Dalam sebuah forum diskusi bertajuk Visi Kesehatan Era Prabowo pada Sabtu, 17 Mei 2025 lalu, Budi mengeluarkan pernyataan yang menuai kontroversi.
"Kalau dia enggak sehat dan pintar, tidak mungkin gajinya Rp 15 juta. Pasti Rp 5 juta," ujar Budi Gunadi.
Ia menambahkan bahwa tantangan ke depan adalah bagaimana menaikkan pendapatan masyarakat sebagai indikator perbaikan kesehatan dan kecerdasan di tahun 2045.
Pernyataan tersebut dinilai menyinggung kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, seolah mengaitkan kecerdasan dan kesehatan seseorang secara langsung dengan besaran gaji mereka.
Sebelumnya, Budi juga sempat membuat pernyataan kontroversial dengan menyebut bahwa laki-laki yang memakai celana jeans ukuran 33 memiliki risiko meninggal lebih cepat karena dianggap mengalami obesitas.
Pernyataan-pernyataan itu telah memicu reaksi beragam dari masyarakat dan pakar kesehatan, serta menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Stabilitas Komunikasi Jadi Fokus Pemerintahan Prabowo
Dalam upaya menjaga stabilitas politik dan kepercayaan publik terhadap pemerintah, Presiden Prabowo Subianto tampaknya ingin seluruh elemen kabinet tetap sejalan dalam menyampaikan pesan dan kebijakan.
Menurut analis politik, langkah Prabowo menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang lebih menekankan harmoni, bukan konfrontasi.
"Ini menunjukkan bahwa Prabowo menginginkan kabinet yang rapi, tidak gaduh, dan responsif terhadap aspirasi masyarakat," kata pengamat politik dari Universitas Indonesia, Dr. Ahmad Rifan.
Dengan peringatan yang telah disampaikan oleh Presiden melalui Mensesneg, diharapkan para menteri dapat lebih bijak dalam berkomunikasi ke publik, terutama saat menyampaikan gagasan atau kebijakan yang menyentuh langsung kehidupan rakyat. (***)
0 Komentar