Musi Online https://musionline.co.id 18 August 2025 @19:12 377 x dibaca 
Ratusan Pendaki Padati Puncak Gunung Dempo, Pagaralam Jadi Pusat Perayaan HUT RI ke-80. foto: net
Musionline.co.id, Pagaralam – Euforia peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia pada 15–17 Agustus 2025 terasa sangat istimewa di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan.
Ratusan pendaki dari berbagai daerah memadati puncak Gunung Dempo, salah satu gunung tertinggi di Pulau Sumatera dengan ketinggian 3.173 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Berdasarkan data Balai Registrasi Gunung Merapi Dempo (Brigade), sebanyak 825 pendaki tercatat naik ke Gunung Dempo dalam kurun tiga hari. Jumlah tersebut melonjak drastis dibandingkan dengan hari-hari biasa.
Sekretaris Brigade, Desta Ndruru, menyampaikan bahwa arus pendaki mengalami peningkatan signifikan sejak 15 Agustus 2025.
“Tercatat pada 15 Agustus ada 463 pendaki, tanggal 16 Agustus sebanyak 311 orang, dan 17 Agustus 51 orang. Jadi totalnya mencapai 825 pendaki dalam tiga hari. Biasanya, kalau akhir pekan hanya 100 hingga 200 orang saja,” ujarnya, Senin (18/8/2025).
Gunung Dempo Jadi Magnet Wisata Pendakian
Puncak Gunung Dempo menjadi salah satu destinasi favorit para pecinta alam untuk merayakan HUT RI. Dengan panorama alam yang menakjubkan, udara sejuk, serta pemandangan kawah aktif yang eksotis, gunung ini selalu menjadi magnet wisatawan, baik lokal maupun dari luar daerah.
Desta mengungkapkan, pendaki didominasi oleh warga dari Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Jambi. Namun, terdapat juga pendaki dari Pulau Jawa yang rela menempuh perjalanan jauh untuk merasakan pengalaman istimewa mendaki Dempo di momentum kemerdekaan.
“Selain untuk menikmati keindahan alam, banyak pendaki yang melakukan upacara bendera di puncak Dempo. Ini sudah menjadi tradisi tahunan yang menambah semangat nasionalisme di kalangan pecinta alam,” jelas Desta.
Imbauan Keselamatan dan Kelestarian Alam
Membludaknya jumlah pendaki membuat Brigade lebih ketat dalam memberikan arahan serta mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Semua pendaki diwajibkan untuk registrasi resmi di KPH Wilayah X Dempo dengan membawa surat keterangan sehat sebelum melakukan pendakian.
“Kami selalu menekankan agar para pendaki menjaga kebersihan gunung. Jangan membuang sampah sembarangan dan tetap menghormati kearifan lokal. Selain itu, kami juga melarang keras pendaki turun ke area kawah atau merusak fasilitas seperti CCTV di sekitar kawah,” tegas Desta.
Pihak Brigade juga memastikan kelengkapan pendaki, mulai dari logistik, peralatan bertahan hidup, hingga kesiapan fisik. Hal ini penting mengingat jalur pendakian Dempo cukup menantang dengan perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Tradisi Perayaan Kemerdekaan di Puncak Gunung
Bagi para pendaki, merayakan HUT RI di puncak gunung memiliki makna tersendiri. Selain menjadi wujud kecintaan terhadap alam, kegiatan ini juga merefleksikan semangat perjuangan dan kebersamaan.
Seorang pendaki asal Palembang, Rian (25), mengaku merinding saat ikut mengibarkan bendera merah putih di puncak Dempo bersama ratusan pendaki lainnya.
“Rasanya luar biasa. Capek mendaki terbayar saat bendera berkibar di puncak. Itu momen yang tak akan terlupakan,” ucapnya dengan penuh semangat.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Maya, pendaki asal Bengkulu, yang menyebut pendakian ini menjadi pengalaman spesial.
“Kami sengaja mendaki di tanggal 16 Agustus supaya bisa ikut upacara bendera di atas puncak. Perjuangan mendaki gunung seolah mengingatkan pada perjuangan para pahlawan dulu,” katanya.
Pagaralam Semakin Dikenal Sebagai Kota Wisata Alam
Ramainya pendaki di momen HUT RI ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, terutama bagi pelaku usaha pariwisata di Pagaralam. Homestay, warung makan, hingga jasa ojek menuju pos pendakian ramai diserbu wisatawan.
Pemerintah Kota Pagaralam terus mendorong agar Gunung Dempo dan destinasi wisata lainnya bisa lebih dikenal secara nasional. Dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, sektor pariwisata diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
Momentum HUT RI ke-80 di Gunung Dempo tahun ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya bisa dirayakan dengan upacara formal, tetapi juga melalui kegiatan mencintai alam.
Dengan jumlah pendaki mencapai 825 orang dalam tiga hari, Gunung Dempo sekali lagi membuktikan daya tariknya sebagai ikon wisata alam Sumatera Selatan.
Pihak Brigade menegaskan, perayaan seperti ini akan terus didukung asalkan para pendaki selalu mematuhi aturan, menjaga kelestarian alam, serta mengedepankan keselamatan.
“Gunung Dempo bukan hanya milik kita, tapi juga warisan untuk anak cucu. Mari kita jaga bersama-sama,” tutup Desta. (***)
0 Komentar