Musi Online https://musionline.co.id 17 September 2025 @17:54 129 x dibaca 
Dorong Pendidikan Anak Usia Dini, Dewi: Mengenalkan Busana Tradisional dan Menanamkan Nilai Kebhinekaan.
Musionline.co.id, Palembang – Upaya menanamkan nilai-nilai kebudayaan sejak dini kembali mendapat perhatian serius dari Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Palembang, Dewi Sastrani.
Dalam kunjungannya ke TK Global Mandiri, Citra Grand City, Selasa (16/9/2025), Dewi memberikan apresiasi tinggi terhadap program Selasa Berbudaya yang secara konsisten dijalankan oleh pihak sekolah.
Kegiatan ini menghadirkan suasana berbeda di kelas. Anak-anak PAUD terlihat riang gembira mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah Nusantara.
Tidak hanya sekadar berbusana, mereka juga diperkenalkan dengan asal-usul budaya dari setiap pakaian adat yang digunakan.
Menurut Dewi, langkah sederhana tersebut menyimpan makna besar bagi pembangunan karakter anak bangsa.
“Walaupun berbeda-beda, kita tetap satu karena hidup dalam bingkai Pancasila. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar bahwa budaya Indonesia sangat beragam, mulai dari bahasa, makanan, hingga pakaian adat,” ujar Dewi.
Ia menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini bukan hanya soal keterampilan akademis, melainkan juga soal pembentukan karakter, penanaman nilai moral, hingga penguatan rasa kebangsaan.
Sejalan dengan itu, Pemerintah Kota Palembang kini tengah mendorong implementasi wajib belajar 13 tahun, yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah sebelum anak memasuki sekolah dasar.
“Kami akan terus mensosialisasikan pentingnya pendidikan sejak dini, agar anak-anak tumbuh mandiri, berilmu, sekaligus berkarakter. Dasar yang kuat ini akan menjadi bekal mereka untuk melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya,” tambah Dewi.
Media Edukasi Kebhinekaan
Kegiatan Selasa Berbudaya tidak hanya menampilkan keceriaan anak-anak dengan baju adat, tetapi juga menjadi media edukasi untuk menanamkan nilai kebhinekaan sejak usia dini.
Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kota Palembang, Andalusia, menjelaskan bahwa program ini efektif untuk membangun sikap toleransi dan rasa menghargai perbedaan.
“Setiap minggu anak-anak berganti pakaian adat dari daerah yang berbeda. Dari sini, mereka belajar bahwa Indonesia itu luas dan kaya budaya. Orang tua pun ikut mendukung penuh, bahkan ikut berpartisipasi dalam kegiatan sekolah berbudaya ini,” ungkap Andalusia.
Menurutnya, peran orang tua dalam program semacam ini sangat vital. Dengan keterlibatan langsung, anak-anak akan merasa lebih percaya diri sekaligus mendapat dorongan moral untuk mencintai budayanya sendiri.
Berjalan Sejak 2018
Sementara itu, Kepala TK Global Mandiri, Ely Yuliarsi, mengungkapkan bahwa Selasa Berbudaya telah berjalan sejak tahun 2018.
Program ini muncul dari keinginan sekolah untuk menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus penuh makna.
“Anak-anak tidak hanya belajar memakai pakaian adat, tetapi juga mengenal asal daerah, filosofi, dan makna budaya di baliknya. Kami ingin anak-anak mencintai budaya Indonesia dengan cara yang menyenangkan, sesuai dunia mereka,” jelas Ely.
Ely menambahkan, antusiasme orang tua murid menjadi salah satu faktor yang membuat program ini tetap bertahan hingga kini.
Bahkan, banyak orang tua merasa bangga melihat putra-putri mereka tampil percaya diri mengenakan busana adat di sekolah.
Program Selasa Berbudaya diharapkan dapat memperkuat identitas kebangsaan generasi muda, terutama di tengah derasnya arus globalisasi yang sering membuat budaya lokal terpinggirkan.
Ely optimistis, dengan dukungan pemerintah kota dan masyarakat, kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Palembang maupun daerah lain di Indonesia.
“Budaya adalah identitas bangsa. Jika sejak kecil anak-anak sudah dikenalkan, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang bangga dengan jati dirinya sebagai orang Indonesia,” tegasnya.
Melalui program ini, Dewi Sastrani berharap nilai-nilai Pancasila, kebhinekaan, serta kecintaan pada budaya bangsa dapat terus diwariskan kepada generasi penerus.
Dengan begitu, pendidikan anak usia dini tidak hanya mencetak anak yang cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat, toleran, dan siap menghadapi tantangan zaman. (***)
0 Komentar