Musi Online | Festival Warisan Rasa Asia dan Nusantara 2025 Hadirkan Chef Italia dan Ratusan Menu Halal dari Berbagai Negara
Hut
Home        Berita        Ruang Seni Budaya

Festival Warisan Rasa Asia dan Nusantara 2025 Hadirkan Chef Italia dan Ratusan Menu Halal dari Berbagai Negara

Musi Online
https://musionline.co.id 04 October 2025 @19:55
Festival Warisan Rasa Asia dan Nusantara 2025 Hadirkan Chef Italia dan Ratusan Menu Halal dari Berbagai Negara
Festival Warisan Rasa Asia dan Nusantara 2025 Hadirkan Chef Italia dan Ratusan Menu Halal dari Berbagai Negara.

Musionline.co.id, Palembang — Kota Palembang kembali membuktikan diri sebagai salah satu destinasi kuliner paling dinamis di Indonesia. 
Melalui gelaran Festival Warisan Rasa Asia dan Nusantara 2025, ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini menjadi ajang pertemuan cita rasa lintas budaya. 
Selama 10 hari penuh, mulai 3 hingga 12 Oktober 2025, ribuan pengunjung tumpah ruah menikmati ratusan menu khas dari berbagai negara Asia hingga Eropa.
Festival yang digelar di kawasan strategis pusat kota ini menghadirkan lebih dari 33 tenant kuliner, menampilkan kekayaan rasa dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, hingga Italia. 
Tak sekadar pesta makanan, acara ini menjadi wujud nyata semangat toleransi dan keberagaman kuliner dunia dalam satu panggung.
Palembang, Pusat Perjumpaan Rasa Asia dan Dunia
Palembang selama ini dikenal dengan kuliner tradisionalnya yang legendaris seperti pempek, tekwan, pindang, dan model. 
Namun, festival ini menunjukkan bahwa kota tua di tepi Sungai Musi tersebut kini semakin terbuka terhadap arus globalisasi cita rasa.
Dengan tema besar “Warisan Rasa Asia dan Nusantara”, acara yang digagas oleh Jangkrik Event Organizer ini mengusung semangat kolaborasi lintas negara. 
Festival tersebut diharapkan mampu menarik lebih dari 1.000 pengunjung setiap hari, baik dari Palembang maupun daerah sekitarnya seperti Ogan Ilir, Banyuasin, hingga luar provinsi.
“Animo masyarakat luar biasa besar. Banyak tenant yang bahkan sudah minta bergabung lagi tahun depan. Setiap hari pengunjung bisa menembus seribu orang,” ungkap Ko Max, perwakilan penyelenggara, dengan penuh semangat saat ditemui di lokasi acara.
Menurutnya, kesuksesan edisi tahun lalu menjadi pendorong kuat bagi tim penyelenggara untuk menghadirkan sesuatu yang lebih besar dan lebih variatif tahun ini. 
“Kami ingin menghadirkan pengalaman kuliner yang tidak hanya lezat, tetapi juga edukatif dan memperkaya wawasan budaya masyarakat,” ujarnya.
Ratusan Menu Halal dari Berbagai Negara
Daya tarik utama festival ini tentu saja ada pada keanekaragaman menu yang dihadirkan. Setiap tenant membawa ciri khas masing-masing, mulai dari cita rasa lokal Nusantara hingga sajian internasional yang menggoda.
Dari Indonesia, pengunjung bisa menemukan ragam kuliner daerah seperti Seblak Mamang Rafael yang terkenal dengan rasa pedasnya, Mami Toko dengan jajanan tradisional kekinian, hingga Gohiyong L yang menawarkan makanan gorengan khas Tionghoa-Indonesia berpadu saus gurih manis.
Sementara dari mancanegara, salah satu yang paling menarik perhatian adalah IL Gusto Pizza, yang mendatangkan langsung chef asal Italia untuk memperkenalkan keaslian rasa pizza khas Negeri Pisa. 
“Chef-nya orang Italia asli, jadi pengunjung bisa mencicipi sensasi pizza otentik seperti di Eropa,” ujar Ko Max.
Tak kalah populer adalah Penang Asam Laksa dari Malaysia. Hidangan berkuah ini dikenal dengan sensasi asam segar dan aroma ikan serta rempah yang kuat, berpadu daun mint yang khas. 
“Rasanya cocok banget dengan lidah orang Palembang yang memang menyukai asam pedas. Tak heran, tenant ini selalu ramai setiap hari,” tambahnya.
Dari Jakarta, hadir Hairilao Hotpot, restoran yang menawarkan pengalaman makan berkuah ala Tiongkok dengan pilihan isian segar seperti daging sapi iris tipis, sayuran, dan seafood premium. Tenant ini menjadi favorit keluarga dan anak muda yang datang beramai-ramai menikmati makan bersama.
Selain itu, festival ini juga menghadirkan kuliner khas Thailand, Singapura, Vietnam, hingga Jepang. Semua makanan telah melalui proses kurasi ketat untuk memastikan keaslian cita rasa, keamanan bahan, dan kualitas penyajian.
Salah satu komitmen terbesar dari penyelenggara adalah menghadirkan festival kuliner yang sepenuhnya halal. Seluruh tenant diwajibkan untuk tidak menggunakan bahan non-halal seperti pork (daging babi) maupun lard (lemak babi) dalam setiap produk mereka.
“Kami memastikan semua tenant mematuhi standar halal. Kami ingin semua pengunjung, khususnya umat Muslim, bisa makan dengan tenang tanpa rasa khawatir,” tegas Ko Max.
Komitmen ini menjadikan Festival Warisan Rasa Asia dan Nusantara sebagai ruang kuliner yang inklusif dan ramah untuk semua kalangan. Tidak hanya masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara dari Malaysia, Brunei, dan Singapura turut menikmati sajian halal di festival ini.
Meski membawa konsep internasional, festival ini tetap mempertahankan harga yang ramah di kantong. Setiap tenant menawarkan menu mulai Rp30.000, sehingga masyarakat dari berbagai lapisan ekonomi dapat ikut menikmati suasana pesta kuliner dunia.
“Kami tidak ingin acara ini hanya untuk kalangan tertentu. Konsep kami adalah pesta rakyat. Semua orang boleh datang, makan, dan bersenang-senang,” ungkap Ko Max.
Selain area makan yang luas dan nyaman, penyelenggara juga menyiapkan dekorasi tematik bernuansa Asia, lengkap dengan lampion warna-warni, ornamen etnik, dan spot foto estetik. Tak ketinggalan, penampilan musik live setiap malam membuat suasana semakin meriah dan hangat.
Banyak pengunjung yang datang bersama keluarga, menikmati makanan sambil berfoto ria di area dekoratif yang penuh warna. Anak-anak pun tampak ceria berlarian di sekitar lokasi festival yang dirancang aman dan ramah keluarga.
Event Kuliner Internasional yang Dongkrak Pariwisata Palembang
Kesuksesan Festival Warisan Rasa Asia dan Nusantara ini sekaligus menjadi bukti bahwa Palembang memiliki potensi besar sebagai kota tujuan wisata kuliner internasional. 
Keberhasilan menggelar event berskala besar ini diharapkan mampu menarik investor dan pelaku industri kreatif untuk mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumatera Selatan.
Menurut pengamat pariwisata lokal, festival semacam ini dapat meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat secara signifikan. Mulai dari UMKM kuliner, pelaku industri dekorasi, jasa transportasi, hingga sektor perhotelan mendapat dampak positif selama kegiatan berlangsung.
“Palembang punya potensi besar untuk menjadi kota kuliner Asia Tenggara. Acara seperti ini adalah langkah konkret menuju arah itu,” ujar seorang pengunjung asal Jakarta yang datang khusus untuk menghadiri festival.
Melihat antusiasme luar biasa masyarakat, penyelenggara berencana menjadikan festival ini sebagai agenda tahunan tetap di Kota Palembang. Tahun depan, panitia akan memperluas jangkauan dengan menghadirkan lebih banyak tenant dari Eropa, Timur Tengah, dan Asia Timur.
“Kami ingin Palembang dikenal bukan hanya karena pempeknya, tapi juga sebagai kota kuliner yang terbuka bagi semua cita rasa dunia. Tahun depan akan lebih besar dan lebih internasional,” tegas Ko Max optimistis.
Pada akhirnya, Festival Warisan Rasa Asia dan Nusantara bukan hanya sekadar ajang makan-makan. Lebih dari itu, ia menjadi wadah pertukaran budaya, tempat di mana rasa, aroma, dan tradisi dari berbagai bangsa bertemu dalam harmoni.
Mulai dari pizza Italia yang renyah, Penang Asam Laksa yang segar, Hairilao Hotpot yang hangat, hingga seblak pedas khas Nusantara, semua berpadu dalam satu panggung kuliner yang menggugah selera dan mempererat persaudaraan antarbangsa.
“Warisan rasa bukan hanya tentang makanan, tapi juga tentang pengalaman yang menyatukan lidah dan budaya,” pungkas Ko Max. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top