Musi Online | Sempat Hilang Sehari di Sungai Kelingi, Pelajar 15 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa
Hut
Home        Berita        Hukum Kriminal

Sempat Hilang Sehari di Sungai Kelingi, Pelajar 15 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa

Musi Online
https://musionline.co.id 17 October 2025 @18:32
Sempat Hilang Sehari di Sungai Kelingi, Pelajar 15 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa
Sempat Hilang Sehari di Sungai Kelingi, Pelajar 15 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa.

Musionline.co.id, Lubuklinggau — Setelah sempat dinyatakan hilang selama hampir 24 jam, seorang pelajar bernama Riski (15) akhirnya ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Kelingi, RT 02, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kota Lubuklinggau, pada Kamis (16/10/2025) sore.
Peristiwa tragis ini berawal pada Rabu (15/10/2025) sekitar pukul 17.30 WIB, ketika Riski bersama empat orang temannya — Rafin Wahid Ramdhani (16), Fahmi Fadilah (15), Satria (16), dan Dodi Saputra (16) — memutuskan untuk mandi di Sungai Kelingi. 
Kelimanya sebelumnya berkumpul di rumah Dodi yang berada di Kelurahan Ulak Lebar, tak jauh dari lokasi kejadian.
Sore itu, suasana pertemanan mereka tampak akrab dan ceria. 
Sempat bermain ponsel di tepian sungai sambil bercanda, tak ada yang menyangka bahwa sore santai tersebut akan berakhir dengan duka mendalam. 
Setelah beberapa menit di pinggir sungai, kelimanya berinisiatif untuk turun mandi dan berenang bersama.
Awalnya, mereka hanya bermain air di tepian sungai yang relatif dangkal. 
Namun, suasana berubah ketika salah satu dari mereka mengajak berenang ke bagian tengah sungai — area yang arusnya lebih deras dan dalam. 
Riski yang dikenal periang dan aktif di sekolahnya, ikut menyusul ke tengah bersama dua rekannya.
Sayangnya, begitu berada di tengah aliran sungai, Riski mulai tampak kelelahan. 
Tubuhnya terlihat terbawa arus, dan dalam kondisi panik ia berteriak minta tolong. 
Seorang temannya sempat berusaha menolong dengan meraih tangannya, namun arus Sungai Kelingi yang deras membuat upaya itu gagal. 
Teman Riski akhirnya berhasil menyelamatkan diri, sementara Riski terseret arus dan menghilang dari pandangan.
Pencarian Dilakukan Sepanjang Malam
Kabar hilangnya pelajar berusia 15 tahun itu cepat menyebar. 
Warga sekitar segera berbondong-bondong datang ke lokasi kejadian untuk membantu pencarian. 
Tak lama kemudian, tim gabungan dari SAR, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar PB) Kota Lubuklinggau, BPBD, serta aparat kepolisian dikerahkan ke lokasi.
Pencarian dilakukan hingga malam hari dengan menyusuri aliran Sungai Kelingi menggunakan perahu karet dan lampu sorot.
Meski kondisi gelap dan arus cukup deras, tim penyelamat tetap berupaya maksimal untuk menemukan korban.
Namun, hingga malam berganti, upaya pencarian belum membuahkan hasil. 
Tim SAR kemudian melanjutkan pencarian keesokan paginya, Kamis (16/10/2025), dengan memperluas area pencarian hingga radius beberapa kilometer dari titik awal korban tenggelam.
Ditemukan Tak Bernyawa
Setelah hampir 24 jam upaya pencarian dilakukan, pada pukul 15.45 WIB, jasad Riski akhirnya ditemukan oleh petugas gabungan di aliran Sungai Kelingi, tidak jauh dari lokasi awal korban dinyatakan tenggelam.
Petugas Rescue Dinas Damkar dan Penanggulangan Bencana Kota Lubuklinggau, Dono, membenarkan penemuan jasad tersebut.
“Iya, korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban langsung kami evakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya singkat.
Jenazah Riski kemudian dibawa ke rumah duka di Kelurahan Ulak Lebar. Suasana haru menyelimuti rumah keluarga korban saat jenazah tiba. 
Tangis pecah dari orang tua dan kerabat yang tak kuasa menahan duka atas kepergian sang anak.
Peringatan bagi Warga
Kejadian ini menambah daftar insiden tenggelam di Sungai Kelingi yang dalam beberapa tahun terakhir kerap memakan korban, terutama di kalangan remaja yang mandi atau bermain tanpa pengawasan orang dewasa.
Pihak berwenang mengimbau agar masyarakat, terutama para pelajar, tidak bermain atau berenang di sungai yang memiliki arus deras tanpa pengawasan. 
Selain itu, pemerintah daerah diharapkan dapat memasang papan peringatan bahaya dan larangan berenang di titik-titik rawan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.
Kini, duka mendalam menyelimuti keluarga dan teman-teman Riski. 
Sore yang seharusnya diisi dengan tawa dan canda berubah menjadi tragedi yang meninggalkan luka mendalam bagi banyak orang — sekaligus menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kewaspadaan di alam terbuka. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top