Musi Online https://musionline.co.id 19 November 2025 @19:23 185 x dibaca 
Desember Jalani Karantina, 15 Pasang Finalis Kuyung Kupek Muba 2025 Siap Dapat Pembinaan Intensif.
Musionline.co.id, Musi Banyuasin - Sebanyak 15 pasang finalis Kuyung Kupek Musi Banyuasin (Muba) tahun 2025 resmi diumumkan dan kini tengah bersiap memasuki tahap krusial: masa karantina yang akan dilaksanakan pada Desember mendatang.
Tahapan ini menjadi salah satu bagian paling penting dalam rangkaian pemilihan Kuyung Kupek, karena di sinilah para finalis akan ditempa, dibina, dan dipersiapkan menjadi duta daerah yang berwawasan luas, berkarakter kuat, serta mampu mewakili Kabupaten Muba di level provinsi hingga nasional.
Karantina selama beberapa hari tersebut akan diisi dengan rangkaian materi yang telah dirancang khusus oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Muba bersama Ikatan Kuyung Kupek Muba (IKKM).
Para finalis akan mendapatkan pembekalan mulai dari pengetahuan umum, kepariwisataan, seni budaya lokal, wastra nusantara, etika pergaulan, kepribadian, hingga pelatihan public speaking.
Seluruh materi disusun dengan tujuan membentuk figur generasi muda Muba yang berdaya saing, percaya diri, serta mampu menjadi representasi terbaik dari nilai-nilai kearifan lokal.
30 Finalis Terpilih dari Beragam Latar Belakang
Kabid Pariwisata Dispopar Muba, Busriyanto, SE, M.Si, mewakili Kepala Dispopar Muba Dr. M. Fariz, SSTP, MM, menyampaikan bahwa 30 finalis terdiri dari 15 Kuyung dan 15 Kupek yang berasal dari berbagai kecamatan, instansi, lembaga pendidikan, dan organisasi di Kabupaten Muba.
Para peserta terpilih mewakili Kecamatan Tungkal Jaya, Babat Toman, Sungai Lilin, Sekayu, Sungai Keruh, hingga Babat Supat.
Selain itu, sejumlah instansi seperti RSUD Sekayu, Dinas Sosial, Dinas PUPR, Inspektorat, Setda, Bappeda, Dinas TPHP, hingga Sekretariat DPRD juga turut mengirimkan perwakilan terbaik mereka.
Dari sektor pendidikan, finalis juga berasal dari berbagai satuan pendidikan seperti Politeknik Sekayu, SMA Negeri 1 Sekayu, SMK Negeri 1 dan SMK Negeri 3 Sekayu, serta MAN 1 Musi Banyuasin.
Keragaman ini menunjukkan bahwa pemilihan Kuyung Kupek Muba bukan hanya ajang bergengsi, tetapi juga sarana penyatuan potensi anak-anak muda dari seluruh wilayah Kabupaten Muba.
“Kami bangga melihat antusiasme generasi muda dalam ajang ini. Mereka datang dari latar belakang yang berbeda-beda, namun memiliki satu tujuan yang sama: ingin berkontribusi dan membawa nama Musi Banyuasin lebih dikenal luas. Melalui karantina, kami ingin membentuk mereka menjadi sosok yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara karakter dan integritas,” ujar Busriyanto.
Pesan dari Kuyung Kupek Muba 2024: Lebih dari Sekadar Kompetisi
Kuyung Kupek Muba 2024, Ridho dan Regyna, juga memberikan pesan khusus kepada para finalis yang akan memasuki masa karantina.
Keduanya menegaskan bahwa perjalanan menuju gelar Kuyung Kupek bukanlah pertandingan semata, melainkan pengalaman berharga yang akan berdampak sepanjang hidup.
“Perjalanan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang pembelajaran, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi daerah. Kami yakin setiap finalis memiliki potensi, semangat, dan karakter kuat untuk membawa nama Musi Banyuasin lebih maju. Tetaplah rendah hati, siap belajar, dan menjunjung tinggi nilai luhur daerah,” ujar Ridho dan Regyna dalam pesannya.
Mereka menambahkan bahwa selama setahun terakhir, tugas sebagai Kuyung dan Kupek bukan hanya berbicara tentang penampilan, tetapi juga tentang kemampuan menjalankan program kerja, memberi dampak sosial, serta menjadi role model bagi generasi muda Muba.
Menuju Grand Final 11 Desember 2025
Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Muba serta Ikatan Kuyung Kupek Muba, ajang ini diharapkan dapat melahirkan duta daerah yang mampu memperkenalkan potensi Muba—mulai dari budaya, pariwisata, hingga pembangunan—ke kancah yang lebih luas.
Karantina Desember dianggap sebagai momentum paling menentukan sebelum para finalis tampil di malam puncak Grand Final Kuyung Kupek Muba 2025 yang dijadwalkan pada 11 Desember 2025.
Selama masa karantina, para finalis tidak hanya dinilai berdasarkan kualitas materi yang mereka serap, tetapi juga perilaku, kepribadian, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja dalam tim.
Semua aspek itu akan menjadi pertimbangan penting dalam menentukan siapa yang layak menyandang gelar Kuyung dan Kupek Muba tahun ini.
Dengan persiapan yang matang serta pembinaan intensif, publik Muba dipastikan menanti sosok-sosok muda terbaik yang akan menjadi wajah baru Kabupaten Musi Banyuasin.
Ajang Kuyung Kupek Muba 2025 bukan hanya tentang mencari pemenang, melainkan tentang menciptakan generasi yang mampu menginspirasi dan membawa perubahan positif bagi daerahnya. (***)
0 Komentar