Musi Online https://musionline.co.id 22 November 2025 @19:04 68 x dibaca 
Tukang Tambal Ban di Jakabaring Terkapar Ditusuk Pedagang Cover Jok Motor, Polisi Dalami Motif Persoalan Pribadi.
Musionline.co.id, Palembang — Insiden penusukan terjadi di kawasan Jakabaring, Palembang, pada Kamis (20/11/2025) siang dan membuat seorang tukang tambal ban bernama Firmansyah (38) terluka parah.
Peristiwa yang berlangsung di Jalan OPI Raya, tepat di depan Perumahan Cendana OPI, itu diduga kuat dipicu perselisihan pribadi antara korban dan pelaku.
Menurut keterangan yang dihimpun, Firmansyah mengalami luka robek pada tangan kiri serta luka sayatan di bagian samping kepala setelah diserang menggunakan pisau cutter oleh seorang pria bernama Rozak.
Pelaku dikenal masyarakat sebagai pedagang cover jok motor yang sehari-hari berjualan di seberang lokasi usaha korban.
Insiden penyerangan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, suasana kawasan OPI Raya terpantau cukup ramai.
Firmansyah sedang melakukan aktivitas seperti biasa di bengkel tambal bannya ketika Rozak tiba-tiba menghampiri.
Tanpa banyak bicara, pelaku diduga langsung memaki korban dan kemudian menyerang dengan pisau cutter yang telah ia bawa.
Korban berupaya menangkis serangan tersebut sehingga luka paling parah terjadi pada bagian tangan kiri.
Sayatan lain mengenai bagian samping kepala korban hingga membuatnya tersungkur dan meminta pertolongan.
Melihat kejadian itu, warga sekitar langsung berhamburan memberikan bantuan.
Pelaku, yang tampak panik setelah melukai korban, langsung melarikan diri meninggalkan lokasi.
Firmansyah kemudian dibawa warga ke Rumah Sakit Bari Palembang untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif.
Diduga Dipicu Persoalan Pribadi
Saat ditemui di ruang perawatan RSUD Bari Palembang, Firmansyah menjelaskan bahwa penusukan tersebut diduga dipicu perselisihan pribadi yang sudah beberapa kali terjadi antara dirinya dan pelaku.
Ia mengungkapkan bahwa selama ini Rozak kerap meminjam sepeda motornya untuk keperluan pribadi.
Namun sejak beberapa waktu terakhir, Firmansyah mulai menolak karena merasa keberatan.
“Saya tidak menyangka dia akan sampai menusuk saya. Hanya karena saya tidak meminjamkan motor lagi, dia mungkin merasa sakit hati,” ungkap Firmansyah dengan suara lemah.
Ia juga menyebutkan bahwa hubungan keduanya sempat merenggang setelah terjadi pertengkaran kecil.
Pada hari kejadian, keduanya saling berpandangan sejenak sebelum Rozak menghampiri dan melontarkan sumpah serapah yang kemudian berubah menjadi tindakan kekerasan.
“Dia langsung emosi dan menyerang dengan cutter. Saya berusaha menangkis, makanya tangan saya yang kena lebih dulu,” jelas korban.
Firmansyah berharap pelaku segera ditangkap karena tindakannya telah membahayakan nyawa dan membuat dirinya tidak bisa bekerja untuk sementara waktu.
Polisi Lakukan Pengejaran
Pawas Polsek Seberang Ulu I, Iptu Irwan S, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan penganiayaan berat tersebut.
Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan warga yang melihat insiden tersebut.
“Korban sudah mendapat perawatan dan kondisi stabil. Dari hasil pemeriksaan awal, motif yang mengarah adalah dendam atau sakit hati akibat persoalan pribadi,” jelas Iptu Irwan.
Pihak kepolisian kini sedang memburu pelaku yang melarikan diri usai kejadian. Identitas pelaku sudah diketahui dan polisi meminta masyarakat yang mengetahui keberadaannya untuk segera melapor.
“Kami sedang melakukan pengejaran. Pelaku akan kami proses sesuai hukum yang berlaku karena tindakannya sudah mengancam keselamatan orang lain,” tegasnya.
Warga Minta Keamanan Lingkungan Ditingkatkan
Kejadian ini membuat warga sekitar OPI Raya merasa resah. Mereka meminta pihak kepolisian meningkatkan patroli terutama di kawasan usaha kecil seperti tambal ban dan lapak pedagang kaki lima, tempat kedua pria tersebut bekerja.
Beberapa warga yang sering melintas di lokasi tersebut mengaku tidak menyangka perselisihan antar pedagang bisa berujung pada tindakan kriminal yang membahayakan nyawa.
Hingga kini, Firmansyah masih menjalani perawatan intensif, sementara polisi terus memburu Rozak untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa persoalan pribadi sekecil apa pun dapat berkembang menjadi tindakan kekerasan bila tidak diselesaikan dengan jalan damai. (***)
0 Komentar