Musi Online | Kades Cahya Bumi dan Oknum TNI Berdamai, Dandim 0402/OKI: Jadikan Sebagai Awal Persaudaraan Baru
HDCU
Home        Berita        Hukum Kriminal

Kades Cahya Bumi dan Oknum TNI Berdamai, Dandim 0402/OKI: Jadikan Sebagai Awal Persaudaraan Baru

Musi Online
https://musionline.co.id 22 November 2025 @19:06
Kades Cahya Bumi dan Oknum TNI Berdamai, Dandim 0402/OKI: Jadikan Sebagai Awal Persaudaraan Baru
Kades Cahya Bumi dan Oknum TNI Berdamai, Dandim 0402/OKI: Jadikan Sebagai Awal Persaudaraan Baru.

Musionline.co.id, Ogan Komering Ilir — Peristiwa penganiayaan yang menimpa Komaruddin, Kepala Desa (Kades) Cahya Bumi, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), akhirnya menemukan titik terang. 
Setelah sempat menjadi sorotan publik dan viral di berbagai platform media, kedua belah pihak — Komaruddin dan para oknum anggota TNI yang diduga terlibat — kini resmi berdamai. 
Prosesi perdamaian difasilitasi langsung oleh Pemerintah Kabupaten OKI bersama unsur TNI pada Jumat, 21 November 2025, di Pendopoan Bupati OKI.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0402/OKI, Letkol Inf Gunawan Wibisono, menyampaikan bahwa proses perdamaian berlangsung secara damai dan penuh keikhlasan dari kedua belah pihak.
“Semuanya sudah menerima dengan ikhlas. Perdamaian berjalan lancar. Dari peristiwa ini justru menjadi awal persaudaraan baru bagi kita semua,” ujar Letkol Inf Gunawan sesaat setelah acara silaturahmi.
Proses Hukum Tetap Berjalan di Internal TNI
Letkol Gunawan menegaskan bahwa meskipun perdamaian telah tercapai, proses penegakan hukum internal terhadap oknum TNI tetap dilakukan sesuai aturan militer. 
Ia memastikan bahwa institusi TNI tidak menutup mata terhadap pelanggaran yang terjadi.
“Sanksi untuk para oknum tetap berjalan sesuai hukum disiplin militer. Namun, tuntutan dari pihak korban sudah dicabut semuanya,” jelasnya.
Menurutnya, perdamaian ini menjadi momen penting bagi masyarakat Kabupaten OKI untuk kembali menatap masa depan dengan suasana harmonis. Ia menekankan bahwa keamanan dan kedamaian wilayah harus menjadi prioritas bersama.
“Kabupaten OKI harus kembali damai dan ini bisa menjadi contoh bagi semuanya. Pertemuan kadang ada yang dimulai dengan baik, ada juga yang dimulai dengan hal buruk, tetapi selalu ada hikmah di baliknya,” tambahnya.
Pemkab OKI Fasilitasi Silaturahmi
Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan bahwa pihaknya sejak awal mengikuti perkembangan kasus penganiayaan tersebut. 
Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk Brigif dan Kodam untuk memastikan kasus ini dapat diselesaikan secara bijak.
“Dari awal kami memonitor dan komunikasi tetap berjalan dengan baik antara Pak Kades, Brigif, dan Kodam. Yang kami apresiasi adalah jiwa besar dari seluruh institusi, karena masing-masing memiliki kehormatan yang patut dijaga,” ujar Bupati Muchendi.
Ia menilai bahwa sikap dewasa dan kebesaran hati dari kedua pihak turut membuka jalan bagi terciptanya perdamaian secara kekeluargaan. 
Menurutnya, peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi banyak pihak, terutama dalam menjaga hubungan antar-institusi dan masyarakat.
“Alhamdulillah, semuanya sudah saling memaafkan. Harapan kami, ini menjadi pembelajaran bagi institusi pemerintahan, aparat, dan juga pihak perusahaan di Kabupaten OKI. Semoga ini yang pertama dan terakhir,” tegasnya.
Awal Baru untuk Hubungan Masyarakat dan Aparat
Perdamaian yang tercapai ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan masyarakat. 
Banyak yang berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama pada sektor pelayanan publik dan hubungan antara aparat dengan warga.
Selain melahirkan rasa lega, peristiwa ini juga membangun optimisme bahwa komunikasi yang baik dapat menyelesaikan persoalan secara damai tanpa harus memperpanjang konflik. 
Momentum silaturahmi yang dihadirkan pada acara tersebut diharapkan menjadi titik balik menuju hubungan yang lebih harmonis antara masyarakat dan TNI.
Dengan tercapainya kesepakatan damai ini, Kabupaten OKI diharapkan dapat kembali fokus pada pembangunan dan pelayanan masyarakat. 
“Dari awal buruk menjadi akhir yang baik,” begitu ungkapan yang menggambarkan suasana pertemuan tersebut — sebuah awal baru bagi persaudaraan dan kebersamaan. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top