Musi Online https://musionline.co.id 26 November 2025 @18:07 315 x dibaca 
Sopir Truk Asal Lampung Tewas Ditusuk Empat Pemalak di Simpang Macan Lindungan Palembang.
Musionline.co.id, Palembang - Insiden tragis menimpa seorang sopir truk asal Lampung, Alkodirin (45), yang meregang nyawa setelah diduga dikeroyok dan ditusuk oleh empat pemalak di kawasan Simpang Empat Macan Lindungan, Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, Senin malam (24/11/2025) sekitar pukul 19.00 WIB.
Korban ditemukan terkapar bersimbah darah tak jauh dari kendaraan yang ia kemudikan.
Peristiwa keji ini sontak menghebohkan warga setempat yang tengah melintas maupun berdagang di sekitar lokasi kejadian. Pantauan di lapangan, puluhan warga berkerumun di tepi jalan menyaksikan tubuh korban yang sudah tidak berdaya.
Polisi yang tiba tak lama kemudian langsung memasang garis polisi dan melakukan penjagaan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Jenazah Alkodirin selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk keperluan visum dan pemeriksaan forensik lebih lanjut.
Petugas kemudian melakukan olah TKP untuk mengidentifikasi arah kaburnya para pelaku dan mengumpulkan bukti-bukti tambahan.
Husaini, kenek yang ikut bersama korban saat insiden terjadi, menjadi saksi kunci dalam dugaan kasus pengeroyokan dan penusukan tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya dan korban sedang dalam perjalanan dari arah Jembatan Musi II menuju pusat kota menggunakan truk berwarna putih nomor polisi BE 8139 CW.
Menurutnya, insiden bermula ketika mereka berhenti di lampu merah Simpang Macan Lindungan. Tiba-tiba, empat pria tak dikenal mendekati truk dan langsung meminta sejumlah uang kepada korban.
“Tiga atau empat orang langsung datang ke arah mobil. Mereka minta uang. Korban sudah kasih uang ribuan, tapi mereka menolak, tetap maksa minta lebih banyak,” ungkap Husaini.
Korban yang menolak memberikan uang dalam jumlah besar disebutkan masih berusaha tenang. Namun para pelaku mulai memaksa bahkan mencoba membuka pintu truk. Ketika lampu lalu lintas berubah hijau dan korban berniat melanjutkan perjalanan, pengeroyokan pun terjadi.
“Saat mobil mau jalan, mereka tetap maksa. Tiba-tiba salah satu dari mereka nusuk korban. Badannya kecil-kecil semua pelakunya. Setelah nusuk, mereka langsung lari,” tambah Husaini dengan suara gemetar.
Korban sempat berusaha keluar dari truk namun kemudian terjatuh dan tak sadarkan diri akibat luka tusuk yang cukup dalam. Husaini sendiri mengaku panik dan meminta bantuan warga sekitar.
Polisi Masih Kejar Pelaku, Motif Didalami
apolsek Ilir Barat I, Kompol Ricky Mozam, membenarkan adanya insiden penusukan yang menyebabkan sopir truk asal Lampung tersebut meninggal dunia. Ia menyebut pihaknya masih mendalami motif para pelaku, termasuk dugaan pemalakan yang kerap terjadi di sejumlah titik rawan di Kota Palembang.
“Korban benar merupakan sopir truk dari Lampung. Saat ini kami masih melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi. Motif belum bisa dipastikan, apakah murni pemalakan atau ada hal lain yang menjadi pemicu. Semua masih kami dalami,” jelasnya.
Kompol Ricky juga memastikan bahwa jajarannya sedang melakukan pengejaran terhadap keempat terduga pelaku yang melarikan diri segera setelah penusukan terjadi.
“Identitas para pelaku masih dalam penyelidikan. Kami menghimpun rekaman CCTV di sekitar lokasi dan meminta keterangan saksi-saksi tambahan. Mohon doa agar segera terungkap,” tambahnya.
Warga Resah, Desak Pemerintah Perketat Pengamanan Jalan Soekarno Hatta
Peristiwa ini kembali membuka sorotan terhadap tingginya kasus pemalakan dan pungutan liar di jalur lintasan utama angkutan barang di Kota Palembang, terutama pada malam hari.
Sejumlah sopir yang ditemui mengaku sering mendapatkan perlakuan serupa saat melintas di kawasan Macan Lindungan, Patal Pusri, hingga sepanjang Jalan Soekarno Hatta.
“Memang sering ada yang minta uang di daerah sini, apalagi malam-malam. Kadang ngaku preman, kadang pura-pura tukang parkir. Kalau dikasih seribu-dua ribu biasanya ngamuk,” ujar salah satu sopir yang tidak ingin disebutkan namanya.
Warga berharap pihak kepolisian memperketat patroli malam agar peristiwa serupa tidak terulang kembali. (***)
0 Komentar