Musi Online | Badai di Lampung Berdampak ke Kabupaten OKI, BPBD Petakan Wilayah Rawan dan Terjunkan Personel
HDCU
Hut sumsel
Home        Berita        Seputar Musi

Badai di Lampung Berdampak ke Kabupaten OKI, BPBD Petakan Wilayah Rawan dan Terjunkan Personel

Musi Online
https://musionline.co.id 19 December 2025 @17:23
Badai di Lampung Berdampak ke Kabupaten OKI, BPBD Petakan Wilayah Rawan dan Terjunkan Personel
Badai di Lampung Berdampak ke Kabupaten OKI, BPBD Petakan Wilayah Rawan dan Terjunkan Personel.

Musionline.co.id, Ogan Komering Ilir - Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan badai yang melanda wilayah Provinsi Lampung serta perairan Palung Selat Sunda dan Selat Malaka turut berdampak ke Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. 
Meski tidak terdampak secara langsung, efek samping dari fenomena cuaca tersebut dirasakan oleh masyarakat, terutama yang bermukim di sepanjang aliran sungai dan wilayah pesisir.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKI, Nova Triyusanto, mengatakan dampak cuaca ekstrem ini berdasarkan rilis resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Badai yang terjadi di Lampung serta perairan Selat Sunda dan Selat Malaka memang tidak langsung menghantam OKI, tetapi dampak sampingnya tetap kami rasakan, khususnya peningkatan debit air dan angin kencang,” ujar Nova, Kamis (18/12/2025).
Menurutnya, kondisi tersebut sangat berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat, terutama warga yang menggantungkan kehidupan di daerah aliran sungai, pesisir, dan wilayah dataran rendah. 
Oleh karena itu, BPBD OKI segera melakukan langkah antisipasi dengan memetakan wilayah-wilayah yang masuk kategori rawan banjir dan longsor.
Beberapa kecamatan yang menjadi perhatian khusus BPBD antara lain Kecamatan Kayuagung, SP Padang, Lempuing, Lempuing Jaya, dan Mesuji Raya. 
Selain itu, kawasan pesisir seperti Kecamatan Tulung Selapan juga masuk dalam peta kewaspadaan karena berpotensi terdampak gelombang tinggi dan angin kencang.
“Kami telah menempatkan petugas di sejumlah titik wilayah rawan. Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi kekosongan personel ketika sewaktu-waktu dibutuhkan penanganan cepat,” jelas Nova.
Saat ini, BPBD OKI memiliki sekitar 30 personel satuan tugas (satgas) aktif yang dibagi ke dalam empat regu. 
Setiap regu terdiri dari tujuh hingga delapan orang dan disiagakan di lokasi-lokasi rawan bencana untuk memastikan respons cepat jika terjadi keadaan darurat.
Nova menambahkan, Pemerintah Kabupaten OKI menunjukkan komitmen yang cukup tinggi dalam upaya penanggulangan bencana.
Dukungan peralatan dan sumber daya manusia dinilai semakin memadai dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Untuk peralatan evakuasi, kami memiliki empat unit perahu, dua di antaranya dalam kondisi siaga. Selain itu, tersedia empat mesin perahu yang dapat digunakan untuk evakuasi jarak jauh,” ungkapnya.
Meski demikian, BPBD OKI masih menghadapi keterbatasan pada sektor logistik. Kebutuhan logistik darurat seperti bahan makanan, selimut, dan perlengkapan pengungsian masih harus diajukan melalui pemerintah provinsi maupun pusat.
“Dari sisi logistik memang masih menjadi tantangan, karena mekanisme pengadaan harus melalui usulan ke provinsi dan pusat,” terangnya.
Sebagai langkah pencegahan, BPBD OKI secara rutin menyampaikan peringatan dini dan imbauan kepada masyarakat melalui berbagai platform media sosial. 
Masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang.
“Jika terjadi kondisi ekstrem, kami telah menyediakan layanan call center di masing-masing wilayah agar masyarakat bisa segera melapor,” tutup Nova. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top