Musi Online https://musionline.co.id 09 April 2026 @18:08 44 x dibaca 
Lahan Gambut Dekat Jalan Tol Ogan Ilir Terbakar, Diduga Ulah Orang Tak Dikenal.
Musionline.co.id, Ogan Ilir - Kebakaran lahan gambut kembali terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Kali ini, api melalap kawasan di Desa Palem Raya, Kecamatan Indralaya Utara, pada Rabu (8/4/2026), dan sempat menimbulkan kekhawatiran serius karena lokasinya yang berdekatan dengan permukiman warga serta infrastruktur strategis berupa jalan tol.
Peristiwa kebakaran tersebut pertama kali terdeteksi sekitar pukul 11.00 WIB.
Dalam waktu singkat, kobaran api dengan cepat menyebar ke berbagai titik, dipicu oleh kondisi lahan gambut yang kering serta tiupan angin kencang yang mempercepat penjalaran api.
Hingga sore hari, asap tebal mulai menyelimuti area sekitar dan mengganggu aktivitas warga.
Api bahkan dilaporkan mendekati ruas jalan tol di kawasan tersebut, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.
Warga sekitar juga sempat dilanda kepanikan karena api bergerak ke arah pemukiman.
Menanggapi situasi tersebut, petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta tim Manggala Agni langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.
Upaya pemadaman dilakukan secara intensif dengan metode pemadaman darat dan pembuatan sekat bakar guna menghambat laju api.
Dua unit mobil tangki air milik BPBD dikerahkan untuk menyuplai kebutuhan air selama proses pemadaman.
Namun, medan lahan gambut yang sulit dijangkau serta karakteristik tanah yang mudah terbakar dari bawah permukaan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.
Bhabinkamtibmas Polsek Indralaya, Bripka Nefri, menjelaskan bahwa kebakaran ini merupakan kejadian pertama dalam beberapa waktu terakhir di lokasi tersebut.
Ia menyebutkan bahwa api mulai terlihat sejak siang hari dan baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 22.00 WIB.
“Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare. Beruntung hujan yang turun pada malam hari sangat membantu proses pemadaman, sehingga api tidak meluas lebih jauh,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Palem Raya, Suhaimi, mengungkapkan dugaan kuat bahwa kebakaran tersebut disebabkan oleh ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.
Dugaan ini diperkuat oleh kesaksian warga yang melihat orang tidak dikenal berada di lokasi awal munculnya api.
“Warga sempat melihat ada orang yang diduga sengaja membakar lahan. Bahkan sempat dikejar, namun pelaku berhasil melarikan diri,” ungkap Suhaimi.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap pelaku di balik kebakaran tersebut.
Jika terbukti ada unsur kesengajaan, pelaku terancam sanksi pidana sesuai dengan undang-undang yang berlaku terkait pembakaran hutan dan lahan.
Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas gabungan masih bersiaga di lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Hal ini penting mengingat karakter lahan gambut yang memungkinkan api muncul kembali dari dalam tanah meskipun permukaan terlihat sudah padam.
Kejadian ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko kebakaran lahan gambut, terutama saat musim kemarau.
Selain berdampak pada lingkungan, kebakaran juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat akibat asap yang ditimbulkan serta merusak ekosistem di sekitarnya.
Pemerintah daerah bersama aparat terkait pun mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dinilai sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran serupa di masa mendatang.
Dengan meningkatnya kewaspadaan serta penegakan hukum yang tegas, diharapkan kasus kebakaran lahan gambut di Ogan Ilir ini dapat segera terungkap dan tidak terulang kembali di wilayah lain di Sumatera Selatan. (***)
0 Komentar