Musi Online https://musionline.co.id 11 April 2026 @16:32 91 x dibaca 
Dua Dump Truck Batu Bara Tabrakan di Jalan Hauling Muratara, Satu Sopir Tewas Terbakar dan Dua Korban Dirujuk ke RS Siloam.
Musionline.co.id, Muratara - Kecelakaan lalu lintas maut kembali terjadi di jalur angkutan batu bara di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.
Insiden tragis yang melibatkan dua unit dump truck pengangkut batu bara ini terjadi di Jalan Hauling Km 108,5, Desa Ketapat Bening, Kecamatan Rawas Ilir, pada Kamis sore, 9 April 2026, sekitar pukul 17.30 WIB.
Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang pengemudi meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terjebak di dalam kabin kendaraan yang terbakar.
Sementara dua korban lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan bermula ketika dua kendaraan berat melintas dari arah berlawanan di jalur hauling batu bara yang cukup padat pada sore hari tersebut.
Kedua dump truck itu masing-masing merupakan kendaraan operasional milik perusahaan tambang batu bara yang beraktivitas di wilayah Muratara.
Korban meninggal dunia diketahui berinisial T.H. (40), warga Kabupaten Ogan Ilir yang merupakan pengemudi dump truck milik PT DSB.
Saat kecelakaan terjadi, kendaraan yang dikemudikannya diketahui sedang melaju tanpa muatan dari arah berlawanan.
Benturan keras yang terjadi menyebabkan bagian depan kendaraan langsung terbakar. Api dengan cepat membesar dan melahap kabin truk.
Nahas, korban T.H. tidak sempat keluar dari dalam kendaraan sehingga terjebak dan meninggal dunia dalam kondisi terbakar.
Sementara itu, dua korban lainnya yang berada di dump truck milik PT IPLS berhasil menyelamatkan diri dari kobaran api meski mengalami luka-luka.
Kedua korban tersebut yakni M.R. (17) yang merupakan pengemudi kendaraan dan M.R.S. (29) yang merupakan penumpang.
Keduanya sempat mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Rawas Ilir sebelum akhirnya dirujuk ke RS Siloam Lubuk Linggau untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut akibat luka yang dialami.
Petugas dari Satlantas Polres Musi Rawas Utara bersama tim kepolisian lainnya langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat terkait kecelakaan tersebut.
Aparat kepolisian segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengevakuasi korban, serta mengamankan area guna mencegah gangguan lalu lintas di jalur hauling tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal di lapangan, kecelakaan diduga bermula ketika dump truck milik PT IPLS yang dikemudikan M.R. melaju dari arah Desa Ketapat Bening menuju Desa Macan Sakti dengan membawa muatan batu bara.
Pada saat bersamaan, dump truck milik PT DSB yang dikemudikan korban T.H. melaju dari arah berlawanan tanpa muatan. Diduga pengemudi dump truck PT DSB mencoba menyalip kendaraan lain yang berada di depannya.
Manuver tersebut membuat kendaraan masuk ke jalur lawan arah. Menyadari adanya kendaraan yang melintas di jalurnya, pengemudi dump truck PT IPLS berupaya menghindar dengan membanting setir ke arah kanan.
Namun pada waktu yang hampir bersamaan, kendaraan dari arah berlawanan juga bergerak ke jalur yang sama sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
Benturan keras pun terjadi dan langsung memicu percikan api yang kemudian membakar kedua kendaraan.
Petugas kepolisian melakukan serangkaian langkah penanganan di lokasi kejadian, mulai dari olah TKP bersama Tim Identifikasi, koordinasi antara Unit Laka Satlantas dan Satreskrim, hingga proses evakuasi korban serta pengamanan lokasi kecelakaan.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menyampaikan bahwa aparat kepolisian telah bergerak cepat dalam menangani insiden tersebut.
Ia menegaskan bahwa seluruh personel yang bertugas di lapangan langsung melakukan penanganan secara profesional sejak menerima laporan kecelakaan.
“Personel kami bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, mengevakuasi korban, serta memastikan korban luka mendapatkan penanganan medis dengan segera. Saat ini proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengemudi kendaraan berat, khususnya yang beroperasi di jalur hauling batu bara, agar selalu mengutamakan keselamatan berkendara.
Pengemudi diminta untuk tidak melakukan manuver berbahaya seperti menyalip secara sembarangan, mengingat jalur hauling memiliki risiko kecelakaan yang cukup tinggi, terutama ketika dilalui kendaraan bertonase besar.
Polda Sumatera Selatan juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan terhadap aktivitas angkutan batu bara di wilayah tersebut guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa mendatang.
Sementara itu, proses penyelidikan masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian. Perkembangan terbaru terkait kasus kecelakaan maut ini akan disampaikan kepada publik secara terbuka sebagai bentuk transparansi penegakan hukum. (***)
0 Komentar