Musi Online https://musionline.co.id 10 August 2025 @19:25 188 x dibaca 
Diduga Cemburu Buta, Pria di OKU Tewas Dibacok Mantan Suami dari Istri Sirinya.
Musionline.co.id, Baturaja – Suasana tenang di Desa Sukamaju, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mendadak mencekam pada Sabtu (9/8/2025) malam.
Seorang pria bernama Samiran (45) ditemukan bersimbah darah di rumahnya, setelah diduga menjadi korban pembacokan oleh H, warga Desa Bandar, yang tak lain adalah mantan suami dari istri siri korban.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, motif utama pembunuhan ini diduga dipicu oleh rasa cemburu pelaku. H disebut-sebut tidak terima mantan istrinya, Hi, menikah siri dengan korban.
Saksi mata yang juga warga setempat, Putra, mengatakan bahwa malam itu terdengar suara keributan dari arah rumah korban. Beberapa warga yang mendekat melihat korban sudah tergeletak dengan luka parah di bagian leher belakang. Luka tersebut diduga kuat akibat tebasan senjata tajam yang digunakan pelaku.
“Kejadiannya tadi malam, korban dibacok oleh pelaku. Katanya pelaku cemburu karena mantan istrinya dinikahi korban,” ungkap Putra saat ditemui Minggu (10/8/2025) pagi.
Menurut Putra, hubungan antara korban dan Hi telah berlangsung beberapa waktu terakhir melalui pernikahan siri.
Sementara itu, H yang merupakan mantan suami Hi, diduga masih menyimpan rasa cinta dan tidak terima melihat mantan istrinya membina hubungan baru. Kondisi ini memicu dendam hingga berujung pada aksi sadis yang merenggut nyawa Samiran.
Korban sempat dilarikan warga ke RSUD Ibnu Sutowo Baturaja dalam kondisi kritis. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka yang terlalu parah.
Usai melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri. Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian dari Polres OKU masih melakukan pengejaran terhadap H. Identitas dan ciri-ciri pelaku sudah dikantongi pihak berwenang, namun keberadaannya masih belum diketahui.
Kapolres OKU melalui Kasatreskrim belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus ini. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa pihak kepolisian telah menyebar informasi dan melakukan koordinasi lintas wilayah untuk mempersempit ruang gerak pelaku.
Warga Resah, Minta Polisi Bertindak Cepat
Kejadian ini membuat warga Desa Sukamaju resah. Pasalnya, pelaku yang masih berkeliaran dianggap berpotensi membahayakan masyarakat sekitar. Beberapa warga mengaku khawatir pelaku bisa kembali melakukan tindakan nekat jika tidak segera ditangkap.
“Kami berharap polisi cepat menangkap pelaku. Kejadian ini membuat warga takut keluar malam,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Pengamat sosial menyebut, kasus-kasus pembunuhan yang dipicu rasa cemburu sering kali terjadi di wilayah pedesaan. Minimnya kontrol emosi, ditambah latar belakang hubungan rumah tangga yang rumit, dapat memicu tindakan kekerasan.
Peristiwa yang menimpa Samiran ini menjadi pelajaran bahwa konflik pribadi seharusnya diselesaikan melalui jalur damai, bukan dengan kekerasan. Selain merenggut nyawa, kejadian seperti ini juga meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga korban maupun pelaku.
Hingga saat ini, pihak keluarga korban masih berduka dan enggan memberikan komentar. Sementara itu, jenazah Samiran telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.
Polisi mengimbau masyarakat untuk melapor jika mengetahui keberadaan pelaku, dan meminta semua pihak untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. (***)
0 Komentar