Musi Online | Ajak Ormas Hingga Komunitas Tebar Benih Ikan di Sungai Musi, Wawako Palembang: Menjaga Kelestarian Ekosistem Sungai
Hut
Home        Berita        Ruang Seni Budaya

Ajak Ormas Hingga Komunitas Tebar Benih Ikan di Sungai Musi, Wawako Palembang: Menjaga Kelestarian Ekosistem Sungai

Musi Online
https://musionline.co.id 18 September 2025 @19:05
Ajak Ormas Hingga Komunitas Tebar Benih Ikan di Sungai Musi, Wawako Palembang: Menjaga Kelestarian Ekosistem Sungai
Ajak Ormas Hingga Komunitas Tebar Benih Ikan di Sungai Musi, Wawako Palembang: Menjaga Kelestarian Ekosistem Sungai.

Musionline.co.id, Palembang - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian Sungai Musi sebagai sumber kehidupan masyarakat. 
Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah dengan melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas), organisasi profesi, komunitas, hingga elemen masyarakat lainnya dalam kegiatan penebaran benih ikan atau restocking di Sungai Musi.
Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, menegaskan bahwa Sungai Musi bukan hanya ikon kebanggaan kota, melainkan juga tumpuan hidup banyak warga. 
“Penebaran benih ikan perlu melibatkan semua pihak dan lapisan masyarakat untuk meningkatkan produksi ikan serta menjaga ekosistem dan kelestarian Sungai Musi,” ujarnya dalam kesempatan kegiatan sosial lingkungan yang digelar di Palembang, Rabu (17/9).
Menurut Prima, keikutsertaan masyarakat luas, mulai dari ormas, organisasi profesi, hingga komunitas pecinta lingkungan, menjadi bukti nyata bahwa kesadaran menjaga kelestarian sungai mulai tumbuh. 
Ia juga mengapresiasi pihak-pihak yang telah berpartisipasi dalam penebaran benih ikan beberapa waktu lalu.
“Selama ini, banyak warga yang menggantungkan kebutuhan protein sehari-hari dari ikan Sungai Musi, baik dikonsumsi langsung maupun diolah menjadi beragam kuliner khas Palembang. Namun, sedikit yang benar-benar memikirkan bagaimana cara menjaga keberlanjutan sumber daya ini. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini harus terus digalakkan,” tambahnya.
Upaya Pelestarian dan Rehabilitasi Lingkungan
Lebih lanjut, Prima menjelaskan bahwa penebaran benih ikan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan salah satu bentuk rehabilitasi perairan umum. 
Jenis-jenis ikan yang ditebar di antaranya ikan patin, baung, serta beberapa jenis lokal lain yang kini semakin jarang ditemukan di pasaran.
“Melalui restocking, kami berharap populasi ikan asli Sungai Musi tetap terjaga. Jika lingkungan sungai sehat, maka ekosistem perairan pun akan tetap seimbang. Ini penting untuk memastikan ketersediaan ikan dalam jangka panjang,” jelasnya.
Kegiatan ini diharapkan bisa menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut serta. Sebab, menjaga Sungai Musi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan memerlukan kolaborasi semua pihak.
Larangan Praktik Penangkapan Ikan yang Merusak
Dalam kesempatan tersebut, Prima juga mengingatkan masyarakat agar tidak merusak lingkungan sungai dengan praktik penangkapan ikan yang ilegal, seperti penggunaan racun, bom ikan, maupun setrum listrik. 
Praktik-praktik tersebut bukan hanya merusak habitat ikan, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan manusia.
“Kalau mau Sungai Musi tetap menjadi sumber penghidupan, semua warga harus ikut menjaga. Jangan ada lagi praktik yang merusak. Mari kita jaga kebersihan sungai, kurangi pembuangan sampah, dan hentikan cara-cara yang merusak ketika menangkap ikan,” tegasnya.
Sungai Musi sebagai Sumber Kehidupan dan Identitas
Sungai Musi dikenal sebagai urat nadi perekonomian masyarakat Palembang sejak ratusan tahun lalu. 
Dari sungai inilah transportasi air, perdagangan, hingga budaya maritim masyarakat berkembang. Bahkan hingga kini, Sungai Musi masih menjadi saksi hidup dinamika Kota Palembang.
Di samping perannya dalam sejarah, Sungai Musi juga menjadi sumber mata pencaharian nelayan tradisional dan penyedia bahan baku kuliner khas Palembang, seperti pempek dan pindang. 
Namun, berbagai tantangan, mulai dari pencemaran hingga eksploitasi berlebihan, membuat ketersediaan ikan semakin menurun.
Karena itu, langkah nyata seperti penebaran benih ikan dinilai sebagai salah satu strategi penting untuk menjaga keberlangsungan Sungai Musi. 
Dengan ekosistem yang terjaga, masyarakat tidak hanya bisa menikmati keindahan sungai, tetapi juga merasakan manfaat ekonominya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Beberapa komunitas pecinta lingkungan menilai langkah Pemkot Palembang sebagai strategi yang tepat untuk melibatkan masyarakat secara langsung dalam pelestarian lingkungan.
“Kalau warga merasa terlibat langsung, rasa memiliki terhadap Sungai Musi pasti lebih besar. Mereka tidak hanya menikmati hasilnya, tapi juga ikut menjaganya,” ujar salah satu anggota komunitas lingkungan yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Wawako Prima Salam berharap program seperti ini dapat menjadi agenda rutin tahunan, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif masyarakat Palembang bahwa menjaga sungai berarti menjaga masa depan.
“Semoga benih ikan yang kita tebarkan hari ini dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga Sungai Musi tetap lestari, sehat, dan mampu menjadi sumber kehidupan bagi generasi sekarang maupun mendatang,” pungkasnya. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top