Musi Online https://musionline.co.id 17 November 2025 @18:27 252 x dibaca 
Motor Adu Kambing di Prabumulih, Satu Remaja Tewas di Tempat, Dua Temannya Luka Serius.
Musionline.co.id, Prabumulih – Kecelakaan lalu lintas kembali memakan korban jiwa di Kota Prabumulih.
Peristiwa tragis yang melibatkan dua sepeda motor ini terjadi pada Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 08.30 WIB di kawasan Bakaran, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Prabumulih Selatan.
Insiden tersebut menewaskan seorang remaja berusia 14 tahun serta mengakibatkan dua remaja lainnya luka berat dan luka ringan.
Peristiwa maut ini menambah daftar panjang kecelakaan yang melibatkan remaja di wilayah Prabumulih.
Minimnya pengawasan, keterampilan mengemudi yang belum matang, serta kurangnya kedisiplinan berkendara diduga menjadi faktor pemicu utama.
Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Honda Vario 160 merah dengan nomor polisi BG 2869 CA yang dikendarai Vino Al Faruq (14), warga Jalan Jenderal Sudirman, Prabumulih Barat, serta motor Yamaha Vega R tanpa nomor polisi yang dikendarai Melkiano (14), warga Jalan Karisma 2, Kelurahan Muara Dua, Prabumulih Timur.
Saat kecelakaan terjadi, Melkiano membonceng rekannya, Adi Ariansyah (14).
Berdasarkan informasi di lapangan, Vino datang dari arah Bakaran menuju Simpang Lima Jalan Lingkar.
Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan, Melkiano dan Adi melaju dari arah Simpang Lima menuju Bakaran. Kondisi jalan saat itu terbilang sepi tanpa hambatan berarti.
Namun, situasi berubah dalam hitungan detik. Vino diduga hilang kendali dan tiba-tiba masuk ke jalur berlawanan. Benturan keras tak bisa dihindarkan.
Tabrakan frontal yang digambarkan warga sebagai "adu kambing" membuat ketiga remaja tersebut terpental beberapa meter sebelum akhirnya menghantam permukaan aspal.
Seorang warga yang melihat kejadian mengatakan suara benturan terdengar sangat keras hingga membuat warga sekitar segera berhamburan keluar rumah.
“Kami langsung lari melihat. Ketiga anak itu tergeletak tidak bergerak. Kondisinya parah sekali,” ujar salah satu saksi.
Korban Tergeletak Tak Berdaya, Warga Lakukan Pertolongan
Melihat kondisi para korban yang terkapar di tengah jalan, warga segera memberikan pertolongan pertama. Dengan menggunakan kendaraan pribadi, warga mengevakuasi ketiganya ke Rumah Sakit Pertamina Prabumulih.
Namun nyawa Melkiano tak tertolong. Remaja yang diketahui masih duduk di bangku sekolah itu dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah.
Ia mengalami lebam pada mata kanan, memar di wajah, memar hebat pada area dada, patah tulang rusuk depan, serta patah tulang kaki kanan.
Luka-luka serius tersebut membuatnya tidak dapat diselamatkan meski sempat diberikan pertolongan awal.
Sementara itu, Vino Al Faruq mengalami luka berat dan tidak sadarkan diri ketika tiba di rumah sakit.
Ia mengalami dugaan patah tulang leher, lebam pada mata kiri, serta luka lecet di wajah dan lutut kanan.
Hingga berita ini diterbitkan, tim medis masih melakukan penanganan intensif terhadapnya.
Adi Ariansyah yang dibonceng Melkiano mengalami luka ringan. Ia mengalami dugaan cedera kepala serta beberapa luka lecet. Beruntung, kondisinya stabil dan ia masih sadar saat menjalani pemeriksaan medis awal.
Polisi Lakukan Olah TKP dan Amankan Dua Motor
Mendapat laporan kecelakaan tersebut, Unit Gakkum Satlantas Polres Prabumulih langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas melakukan pengukuran titik benturan, memeriksa kondisi kendaraan, serta menghimpun keterangan saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi.
Hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan kelalaian salah satu pengendara yang masuk ke jalur berlawanan.
Dua sepeda motor yang terlibat kecelakaan kini telah diamankan di Mapolres Prabumulih sebagai barang bukti.
Kapolres Prabumulih, AKBP Bobby Kusumawardhana SH SIK MSi, melalui Kasi Humas AKP Baratanata SH, membenarkan adanya insiden kecelakaan maut tersebut.
“Kecelakaan terjadi antara sepeda motor Honda Vario BG 2869 CA dengan Yamaha Vega R tanpa nomor polisi. Pengendara Vega R, MK, meninggal dunia di tempat. Sementara rekannya AA mengalami luka ringan. Pengendara Honda Vario mengalami luka berat,” jelas AKP Baratanata.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pihak kepolisian saat ini masih mendalami kasus tersebut.
“Dugaan awal adalah kelalaian pengendara yang masuk ke jalur lawan. Kendaraan sudah kami amankan dan Satlantas masih mengumpulkan bukti tambahan serta keterangan saksi,” tambahnya.
Maraknya Kasus Lakalantas Libatkan Remaja, Jadi Sorotan
Kecelakaan ini menambah keprihatinan masyarakat mengenai meningkatnya angka kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur di Prabumulih dan sekitarnya.
Banyak remaja yang sudah berkendara sebelum cukup umur, tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM), dan tanpa kemampuan berkendara yang memadai.
Sejumlah warga berharap pihak sekolah dan orang tua memperketat pengawasan terhadap aktivitas berkendara anak-anak mereka.
Selain itu, edukasi keselamatan berkendara bagi pelajar dinilai sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan serupa.
Kecelakaan yang terjadi di pagi hari tersebut menjadi pengingat keras bahwa keselamatan berkendara harus menjadi prioritas, terutama di kalangan remaja yang masih labil dan rentan melakukan kesalahan di jalan raya.
Kasus Masih Dalam Penyelidikan
Hingga saat ini, Satlantas Polres Prabumulih terus melakukan penyelidikan lanjutan untuk memastikan penyebab kecelakaan secara detail, termasuk memeriksa kondisi kendaraan serta analisis jejak benturan di lokasi kejadian.
Pihak keluarga korban Melkiano telah menerima informasi resmi dari kepolisian dan tengah mempersiapkan prosesi pemakaman. (***)
0 Komentar