Musi Online https://musionline.co.id 20 November 2025 @18:16 162 x dibaca 
Puluhan Pengusaha Katering Tertipu Janji Jadi Mitra MBG, Kerugian Korban Capai Rp458 Juta.
Musionline.co.id, Palembang – Puluhan pengusaha katering dan ibu rumah tangga di Sumatera Selatan menjadi korban penipuan berkedok kemitraan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Dengan total kerugian mencapai Rp458 juta, para korban akhirnya melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumatera Selatan pada Selasa (18/11/2025), didampingi kuasa hukum mereka, Anton Nurdin, SH.
Para korban melaporkan seorang pria berinisial ST, yang disebut mengaku sebagai perwakilan dari pihak MBD sekaligus mengklaim sebagai mitra resmi Badan Gizi Nasional (BGN).
Dengan dalih kemitraan penyaluran MBG, terlapor diduga merekrut korbannya melalui bujuk rayu berupa janji keuntungan besar.
Modus Penipuan: Janji Jadi Mitra Resmi MBG
Menurut kuasa hukum korban, Anton Nurdin, terlapor ST menggunakan skema yang sangat meyakinkan.
Ia mendatangi banyak calon korban, khususnya pengusaha katering di sejumlah wilayah seperti Palembang, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), Lahat, dan Banyuasin, dengan menawarkan kesempatan menjadi mitra penyalur MBG.
Program MBG yang merupakan program nasional dijadikan umpan untuk mengelabui para korban. Terlapor menjanjikan porsi besar dalam penyediaan makanan dan keuntungan rutin setiap bulan.
“Semua korban dimintai dana talangan sebagai modal awal. Setelah korbannya cukup banyak, terlapor menggelar seminar dan meyakinkan bahwa mereka akan menjadi mitra resmi MBG,” ujar Anton Nurdin saat diwawancarai usai membuat laporan di SPKT Polda Sumsel.
Dalam seminar tersebut, ST diduga meminta peserta untuk mentransfer sejumlah uang sebagai syarat menjadi mitra. Mulai dari uang muka kerja sama, biaya pendaftaran, hingga kontribusi untuk pembuatan badan usaha.
Korban Diminta Transfer Uang hingga Disuruh Bangun Dapur Baru
Anton menjelaskan, banyak korban benar-benar percaya karena terlapor membawa nama program nasional.
Bahkan beberapa korban diarahkan untuk membangun dapur baru, dengan dalih bahwa dapur tersebut akan menjadi titik penyaluran makanan program MBG.
Namun setelah uang ditransfer, semua janji tersebut tidak pernah terealisasi.
“Ada korban yang sampai disuruh bangun dapur. Tapi sampai sekarang tidak ada realisasi, uang sudah ditransfer ke rekening terlapor,” tegas Anton.
Para korban membayar dengan besaran bervariasi, mulai dari:
Rp2,6 juta untuk biaya iuran awal
Rp4,5 juta untuk biaya pembentukan PT
Rp30 juta untuk biaya pembuatan aplikasi MBD dan pendaftaran anggota
Nilai kerugian terbesar yang dialami satu orang korban mencapai sekitar Rp30 juta.
“Saat ini baru 25 korban yang melapor, tetapi jumlah ini kemungkinan akan terus bertambah karena ada indikasi korban-korban lain dengan modus serupa,” jelas Anton.
Terlapor Menghilang dan Sulit Dihubungi
Setelah menerima seluruh setoran dana dari korban, terlapor ST dikabarkan tidak lagi bisa dihubungi. Ia juga tidak pernah muncul lagi di Palembang sejak beberapa minggu terakhir. Korban yang mulai curiga kemudian mencoba mencari klarifikasi, namun tidak mendapat jawaban.
Karena merasa tertipu dan mengalami kerugian yang tidak sedikit, para korban akhirnya sepakat mengajukan laporan resmi ke Polda Sumsel.
Laporan polisi tersebut telah diterima dan ditandatangani langsung oleh Kompol Yulia, Kepala Siaga I SPKT Polda Sumsel.
“Benar, laporan sudah kita terima,” tegas Kompol Yulia.
Kasus ini kini tengah dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi serta menelusuri keberadaan terlapor ST.
Para korban berharap pihak kepolisian segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku agar tidak semakin banyak masyarakat yang tertipu. (***)
0 Komentar