Musi Online https://musionline.co.id 21 November 2025 @18:01 198 x dibaca 
Warga Prabumulih Tewas Mengenaskan Diduga Disambar KA Babaranjang di Jalur Perlintasan Kereta Api.
Musionline.co.id, Prabumulih – Peristiwa tragis kembali mengguncang warga Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.
Seorang pemuda bernama Nanda (19), warga Dusun V Desa Muara Sungai, Kecamatan Cambai, ditemukan tewas mengenaskan setelah diduga tersambar Kereta Api Babaranjang di kawasan Kelurahan Prabujaya, Kecamatan Prabumulih Timur.
Kejadian maut tersebut terjadi pada Kamis, 20 November 2025, sekitar pukul 11.30 WIB di KM 323 jalur perlintasan rel aktif.
Korban ditemukan dalam kondisi sangat mengenaskan. Tubuhnya tidak utuh, kedua kaki putus, kepala mengalami luka berat, dan jasadnya tergeletak di tengah bentangan rel.
Pemandangan mengerikan itu sontak menggegerkan warga yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.
Saksi Lihat Korban Berdiri di Tengah Rel
Informasi di lapangan mengungkapkan bahwa kejadian tersebut pertama kali dilihat oleh Damara, seorang warga yang hendak menyeberang jalur perlintasan.
Ia mengaku terkejut melihat seorang pemuda berdiri tepat di tengah rel dengan posisi tangan merentang.
“Saya sempat bingung, kenapa dia berdiri di situ. Tidak lama kemudian, saya dengar suara kereta sudah dekat dari arah belakang. Kereta itu melaju sangat cepat,” ungkap Damara.
Kereta yang dimaksud adalah KA 3120 Barapati Loko CC2041113, dikemudikan oleh masinis Candragunawan dan asisten masinis Dima, yang sedang melaju dari arah Muara Enim menuju Kertapati.
Jarak kereta yang terlalu dekat membuat masinis tak memiliki kesempatan untuk melakukan pengereman darurat.
“Korban terpental ke tengah rel, lalu terlindas. Kami yang melihat langsung panik, tapi kondisi korban sudah tidak bernyawa,” tambah Damara.
Petugas Lakukan Olah TKP dan Evakuasi
Beberapa menit setelah laporan warga masuk, polisi dari Polsek Prabumulih Timur dan Unit Identifikasi Polres Prabumulih tiba di lokasi.
Petugas segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sambil mengamankan area agar warga tidak mendekat.
Tim identifikasi memeriksa kondisi tubuh korban sebelum kemudian mengevakuasinya ke RSUD Prabumulih untuk proses lebih lanjut. Proses evakuasi sempat membuat warga terpukul, mengingat kondisi jasad korban yang hancur.
“Tidak sanggup lihatnya. Sangat tragis. Semoga keluarga korban tabah menghadapi musibah ini,” ucap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Polisi Masih Selidiki Motif dan Penyebab
Kapolres Prabumulih AKBP Bobby Kusumawardhana SH SIK MSi, melalui Kasi Humas AKP Bratanata SH, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa korban, berinisial NN, meninggal di lokasi akibat luka berat yang dialaminya.
“Benar, telah terjadi kecelakaan di jalur kereta api yang menyebabkan seorang pejalan kaki meninggal dunia. Korban mengalami putus pada kedua kaki dan luka berat di bagian kepala,” ujar Bratanata.
Terkait motif korban berdiri di tengah rel dengan posisi tangan terbuka, pihak kepolisian belum dapat memberikan kesimpulan. Polisi masih mendalami apakah peristiwa ini murni kecelakaan, kelalaian, atau mengarah pada tindakan lain.
“Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Kita belum bisa memastikan penyebab pastinya,” tegas Bratanata.
Imbauan Keselamatan
Menutup keterangannya, polisi kembali mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar rel kereta api karena sangat berbahaya.
“Rel kereta bukan tempat untuk berjalan, bermain, atau berhenti. Kami mengimbau warga untuk selalu berhati-hati demi keselamatan bersama,” tutupnya.
Peristiwa ini menambah panjang catatan kecelakaan tragis yang terjadi di jalur kereta api wilayah Prabumulih. Aparat berharap musibah ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada dan menghormati aturan keselamatan di sekitar rel aktif. (***)
0 Komentar