Musi Online https://musionline.co.id 19 December 2025 @17:21 406 x dibaca 
Cuaca Ekstrem, Angkutan Penumpang Pelabuhan Boom Baru Palembang Dihentikan Selama Nataru 2025–2026.
Musionline.co.id, Palembang - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 2 Palembang memastikan bahwa layanan angkutan penumpang dari Pelabuhan Boom Baru Palembang menuju Pulau Bangka tidak beroperasi selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Penghentian sementara ini dilakukan sebagai langkah antisipatif menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.
Manajer Komersial PT Pelindo Regional 2 Palembang, Darmawi, mengatakan bahwa selama masa Nataru, seluruh keberangkatan penumpang tujuan Bangka dari wilayah Palembang hanya dilayani melalui Pelabuhan Tanjung Api-Api, Kabupaten Banyuasin.
Sementara itu, Pelabuhan Boom Baru tidak membuka layanan penumpang sama sekali.
“Untuk sementara ini, keberangkatan menuju Bangka dari Palembang hanya melalui Pelabuhan Tanjung Api-Api. Dari Pelabuhan Boom Baru tidak kami operasikan dulu,” ujar Darmawi saat ditemui di Palembang, Kamis (18/12/2025).
Menurut Darmawi, keputusan tersebut diambil semata-mata demi menjaga keselamatan penumpang dan awak kapal.
Cuaca ekstrem yang ditandai dengan gelombang tinggi, angin kencang, serta intensitas hujan yang meningkat dinilai sangat berbahaya jika pelayaran tetap dipaksakan.
Ia menjelaskan, kondisi cuaca buruk sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir.
Oleh sebab itu, Pelindo telah menghentikan sementara operasional angkutan penumpang dari Pelabuhan Boom Baru sejak September 2025.
“Kita sudah setop sejak September karena kondisi iklim yang tidak bersahabat. Ini bukan keputusan mendadak, melainkan hasil evaluasi keselamatan. Insyaallah ini hanya sementara dan akan dibuka kembali Januari tahun depan,” jelasnya.
Darmawi menegaskan, Pelindo tidak ingin mengambil risiko yang dapat membahayakan nyawa manusia.
Keselamatan penumpang, kru kapal, serta keamanan pelayaran menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan operasional.
Penghentian angkutan penumpang di Pelabuhan Boom Baru pada momen Nataru ini terbilang tidak biasa.
Pasalnya, pelabuhan yang terletak di pusat Kota Palembang tersebut biasanya menjadi salah satu titik tersibuk menjelang libur akhir tahun, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang hendak bepergian ke Pulau Bangka.
“Biasanya di waktu seperti ini kami justru sibuk mempersiapkan angkutan penumpang Nataru. Tapi karena layanan tidak dibuka, praktis tidak ada penumpang. Sekarang aktivitas di Boom Baru lebih fokus pada pengiriman kontainer, terutama untuk kebutuhan ekspor,” ungkap Darmawi.
Sebagai salah satu simpul transportasi air penting di Sumatera Selatan, Pelabuhan Boom Baru selama ini memiliki peran strategis dalam melayani arus penumpang Palembang–Bangka.
Berdasarkan data Pelindo Regional 2 Palembang tahun 2024, jumlah penumpang angkutan laut pada masa Nataru biasanya meningkat hingga 15 persen dibandingkan hari normal.
Dalam kondisi normal, Pelindo mengoperasikan satu unit kapal penumpang berkapasitas sekitar 450 orang dengan jadwal keberangkatan tiga kali dalam sepekan.
Bahkan, ketika terjadi lonjakan penumpang, Pelindo kerap menambah satu kapal tambahan pada H-3 atau H-2 menjelang puncak arus mudik Nataru.
Namun, lonjakan tersebut dipastikan tidak akan terjadi pada Nataru 2025–2026 akibat penghentian sementara layanan dari Pelabuhan Boom Baru.
Meski demikian, Pelindo memastikan kebutuhan transportasi laut tetap dapat diakomodasi melalui pelabuhan alternatif yang dinilai lebih aman.
Pelindo mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan rencana perjalanan serta terus memantau informasi resmi terkait jadwal dan kondisi operasional pelabuhan.
Selain itu, masyarakat juga diminta mengutamakan faktor keselamatan di tengah dinamika cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi hingga awal tahun 2026.
“Kalau cuaca sudah membaik dan dinilai aman, layanan penumpang dari Pelabuhan Boom Baru ke Bangka akan kembali kami operasikan pada Januari 2026,” tutup Darmawi. (***)
0 Komentar