Musi Online https://musionline.co.id 24 June 2026 @14:24 12 x dibaca 
Diduga Korsleting Listrik, Empat Rumah di Muara Enim Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp856 Juta.
Musionline.co.id, Muara Enim – Musibah kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Muara Enim. Empat unit rumah semi permanen yang berada di Dusun II, Desa Teluk Lubuk, Kecamatan Belimbing, ludes dilalap si jago merah pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material yang dialami para korban diperkirakan mencapai Rp856 juta.
Peristiwa kebakaran yang terjadi pada siang hari itu sempat membuat warga sekitar panik. Kobaran api yang muncul dari salah satu rumah dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lain yang berada berdekatan, sehingga menghanguskan empat rumah warga dalam waktu relatif singkat.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Muara Enim, Arman Sarijaya, melalui Kepala Bidang Pemadam, Eddy Rakhmadi, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran dari masyarakat sekitar pukul 15.00 WIB.
Setelah menerima informasi tersebut, petugas piket Regu C langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman dan pencegahan agar api tidak semakin meluas ke permukiman warga lainnya.
“Kebakaran terjadi di Desa Teluk Lubuk, Kecamatan Belimbing. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.40 WIB setelah petugas bersama berbagai unsur melakukan upaya pemadaman secara maksimal,” ujar Eddy, Selasa (23/6/2026).
Menurut Eddy, berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan petugas di lapangan, empat rumah yang hangus terbakar merupakan milik H Ali Sifat (70), Hasim (68), Alex Alatas (40), dan Dani Maryadi (44).
Sementara itu, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting atau hubungan arus pendek listrik yang terjadi pada salah satu rumah warga. Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Dalam upaya penanganan kebakaran tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Muara Enim mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran beserta personel yang bertugas melakukan pemadaman dan pendinginan.
Tidak hanya itu, proses pemadaman juga mendapat dukungan dari berbagai instansi dan unsur terkait. Bantuan datang dari Damkar Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Damkar Kecamatan Belimbing, Kecamatan Gunung Megang, Kecamatan Empat Petulai Dangku (EPD), Damkar PT Pertamina, PT Sumsel-1, PT TEL, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI, BPBD Muara Enim, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga masyarakat setempat yang turut membantu proses penanganan di lapangan.
Kerja sama lintas instansi tersebut dinilai sangat membantu mempercepat proses pengendalian api sehingga kebakaran tidak menjalar lebih luas ke kawasan permukiman warga lainnya.
Di sisi lain, Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra melalui Kasi Humas AKP RTM Situmorang mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran pertama kali diketahui setelah anak dari Hasim melihat munculnya api dari rumah mereka.
Melihat kondisi tersebut, anak korban langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Teriakan tersebut kemudian didengar oleh Kepala Dusun II, Nopriansyah, bersama salah seorang warga bernama Candra Irawan.
Keduanya segera mendatangi lokasi dan berusaha melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan dari petugas pemadam kebakaran.
“Namun kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah-rumah warga di sekitarnya,” jelas AKP RTM Situmorang.
Kondisi bangunan yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar ditambah jarak antar rumah yang berdekatan membuat api dengan cepat menyebar ke bangunan lain.
Meski satu unit mobil pemadam kebakaran sempat tiba lebih awal di lokasi kejadian, besarnya kobaran api membuat proses pemadaman cukup sulit dilakukan. Akibatnya, tiga rumah lain yang berada di samping lokasi awal kebakaran ikut terbakar.
Beruntung, beberapa saat kemudian sejumlah unit pemadam kebakaran tambahan datang ke lokasi dan langsung melakukan pemadaman secara terpadu. Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api sehingga tidak merembet ke rumah-rumah warga lainnya.
“Beberapa saat kemudian sejumlah unit pemadam kebakaran tambahan datang ke lokasi dan bersama-sama melakukan pemadaman sehingga api berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke permukiman warga lainnya,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, empat rumah warga habis terbakar dan mengalami kerusakan total. Selain itu, satu rumah milik Alpian juga mengalami kerusakan ringan pada bagian atap akibat terkena dampak panas dan kobaran api dari rumah yang terbakar.
Meski kerugian material yang ditimbulkan cukup besar, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar dan menghanguskan bangunan.
“Total kerugian material yang ditimbulkan diperkirakan mencapai sekitar Rp856 juta,” ujar AKP RTM Situmorang.
Pasca kebakaran, pihak kepolisian bersama pemerintah daerah akan melakukan langkah-langkah lanjutan guna membantu para korban yang terdampak musibah tersebut. Polsek Gunung Megang juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Teluk Lubuk, Pemerintah Kecamatan Belimbing, serta instansi terkait lainnya untuk melakukan pendataan korban.
Pendataan tersebut menjadi dasar dalam penyaluran bantuan sosial dan bantuan kemanusiaan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
Musibah ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran yang disebabkan oleh instalasi listrik yang tidak layak atau penggunaan peralatan elektronik secara berlebihan. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala dinilai penting guna meminimalkan risiko terjadinya hubungan arus pendek yang dapat memicu kebakaran.
Dengan cepatnya respons petugas pemadam kebakaran, aparat kepolisian, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, kebakaran berhasil dikendalikan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa dan tidak meluas ke kawasan permukiman yang lebih besar.
Namun demikian, para korban kini masih membutuhkan perhatian dan bantuan untuk memulihkan kondisi pasca musibah yang menghanguskan tempat tinggal mereka. (***)
0 Komentar