Musi Online | Kereta Api Babaranjang Tabrak Pemulung hingga Tewas di Prabumulih, Polisi Langsung Evakuasi Korban
Hut
Home        Berita        Hukum Kriminal

Kereta Api Babaranjang Tabrak Pemulung hingga Tewas di Prabumulih, Polisi Langsung Evakuasi Korban

Musi Online
https://musionline.co.id 22 July 2026 @15:31
Kereta Api Babaranjang Tabrak Pemulung hingga Tewas di Prabumulih, Polisi Langsung Evakuasi Korban
Kereta Api Babaranjang Tabrak Pemulung hingga Tewas di Prabumulih, Polisi Langsung Evakuasi Korban.

Musionline.co.id, Prabumulih – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur rel kereta api di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. 
Seorang pria yang diketahui bernama Ambo, warga Kelurahan Mangga Besar, Kecamatan Prabumulih Utara, meninggal dunia setelah diduga tertabrak rangkaian kereta api Babaranjang di kawasan rel KM 329+1, Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Selasa, 21 Juli 2026, sekitar pukul 03.00 WIB. Korban yang sehari-hari diketahui bekerja sebagai pemulung ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di sekitar jalur rel.
Dugaan sementara, korban tersenggol rangkaian kereta api Babaranjang dengan nomor lokomotif KA 3109 yang saat itu melintas dari arah Stasiun Prabumulih menuju Penimur.
Peristiwa tersebut kemudian mendapat penanganan cepat dari petugas kepolisian bersama pihak terkait. 
Polisi langsung melakukan pengamanan lokasi, olah tempat kejadian perkara (TKP), identifikasi korban, hingga mengevakuasi jenazah ke RSUD Kota Prabumulih untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Masinis Laporkan Dugaan Kecelakaan di Jalur Rel
Informasi mengenai kecelakaan tersebut pertama kali diketahui setelah masinis kereta api melaporkan adanya seseorang yang diduga tertabrak rangkaian kereta kepada petugas keamanan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang bertugas di Pos Patih Galung.
Laporan tersebut kemudian langsung ditindaklanjuti oleh petugas. Bersama warga sekitar, petugas melakukan pengecekan ke lokasi yang berada di kawasan rel KM 329+1, Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan seorang pria tergeletak di sisi jalur rel. Setelah dilakukan pengecekan awal, korban diketahui sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Temuan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada petugas piket Polres Prabumulih untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.
Tak berselang lama, personel gabungan langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian. Personel yang terlibat di antaranya Piket Samapta, SPKT, piket fungsi Polres Prabumulih, Tim Identifikasi atau INAFIS Satreskrim Polres Prabumulih, Satlantas Polres Prabumulih, serta personel Polsek Prabumulih Barat.
Kehadiran personel gabungan tersebut dilakukan untuk memastikan lokasi kejadian tetap aman sekaligus mempercepat proses evakuasi dan penyelidikan atas kecelakaan yang merenggut nyawa tersebut.
Polisi Amankan TKP dan Evakuasi Jenazah
Sesampainya di lokasi, petugas langsung memasang pengamanan di sekitar TKP. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi lokasi agar proses olah TKP dan identifikasi dapat berlangsung dengan aman serta tidak terganggu oleh aktivitas warga.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi kejadian. Tim INAFIS Satreskrim Polres Prabumulih juga melakukan proses identifikasi terhadap korban untuk memastikan identitas korban secara lebih akurat.
Setelah seluruh proses awal di lokasi selesai dilakukan, jenazah korban kemudian dievakuasi menuju RSUD Kota Prabumulih untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam proses penyelidikan, Tim INAFIS Satreskrim Polres Prabumulih melaksanakan identifikasi forensik terhadap korban dan lokasi kejadian. Pemeriksaan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pencocokan identitas korban, pengambilan data biometrik, pendokumentasian kondisi TKP, hingga pengamanan barang bukti yang ditemukan di sekitar lokasi.
Tim juga melakukan analisis awal untuk membantu menyusun kronologi peristiwa. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan serta melengkapi proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
Polisi masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut untuk mengetahui secara pasti bagaimana korban dapat berada di sekitar jalur rel hingga akhirnya diduga tersenggol dan tertabrak rangkaian kereta api Babaranjang.
Polisi Bergerak Cepat Tangani Korban
Kapolsek Prabumulih Barat, IPTU Tomas SH, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima informasi mengenai adanya korban di jalur rel kereta api.
Menurutnya, koordinasi dengan berbagai unsur dilakukan agar proses penanganan dapat berjalan dengan cepat dan sesuai prosedur.
"Begitu menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan seluruh fungsi terkait. Personel Polsek Prabumulih Barat bersama piket fungsi Polres Prabumulih segera menuju lokasi untuk mengamankan TKP, membantu proses identifikasi yang dilakukan Tim INAFIS Satreskrim Polres Prabumulih, serta mengevakuasi korban ke RSUD Kota Prabumulih," ujar IPTU Tomas.
Ia menjelaskan, penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sejumlah satuan kepolisian. Selain mengamankan lokasi, petugas juga memastikan proses identifikasi korban dan evakuasi jenazah dapat dilakukan dengan baik.
Penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap kronologi lengkap kecelakaan tersebut. Polisi juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk petugas keamanan PT KAI, untuk memperoleh informasi mengenai perjalanan rangkaian kereta api yang melintas di lokasi kejadian.
Kapolres Prabumulih Sampaikan Duka Cita
Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto SIK MH MTrMil menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban dalam peristiwa kecelakaan tersebut.
Kapolres juga mengapresiasi respons cepat personel di lapangan yang langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan. Menurutnya, seluruh tahapan penanganan telah dilakukan sesuai prosedur, mulai dari pengamanan TKP, olah lokasi kejadian, identifikasi korban, hingga proses evakuasi.
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Seluruh tahapan penanganan telah dilakukan sesuai prosedur, mulai dari pengamanan lokasi, olah TKP oleh Tim INAFIS Satreskrim, identifikasi korban, hingga koordinasi dengan pihak rumah sakit dan PT Kereta Api Indonesia," kata AKBP Gunarto.
Kapolres menegaskan, kepolisian akan terus memastikan setiap peristiwa kecelakaan yang terjadi di wilayah hukum Polres Prabumulih ditangani secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain penanganan kasus, kepolisian juga kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika berada di sekitar jalur kereta api. Imbauan tersebut disampaikan menyusul kembali terjadinya kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa.
Menurut Kapolres, jalur rel kereta api merupakan kawasan yang sangat berbahaya dan tidak diperuntukkan bagi aktivitas masyarakat. Keberadaan rangkaian kereta yang melintas dapat menimbulkan risiko kecelakaan fatal, terutama bagi warga yang berada terlalu dekat dengan jalur perjalanan kereta.
Masyarakat Diminta Tidak Beraktivitas di Jalur Rel
AKBP Gunarto mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sepanjang jalur rel kereta api. Masyarakat juga diminta tidak menggunakan jalur rel sebagai akses untuk berjalan kaki maupun melakukan kegiatan lain yang dapat membahayakan keselamatan.
Perwira menengah alumni Akpol 2006 tersebut menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama. Masyarakat diminta selalu mematuhi aturan dan menghindari aktivitas di sekitar jalur rel guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa pada masa mendatang.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar rel kereta api. Jalur tersebut hanya diperuntukkan bagi operasional kereta, sehingga siapa pun yang berada di area itu sangat berisiko mengalami kecelakaan. Mari bersama-sama menjaga keselamatan diri dengan mematuhi aturan yang berlaku," pungkasnya.
Peristiwa kereta api Babaranjang diduga menabrak seorang pemulung hingga meninggal dunia di Prabumulih ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap bahaya di sekitar jalur rel.
Dengan tingginya aktivitas perjalanan kereta api, khususnya rangkaian angkutan barang seperti Babaranjang, masyarakat di sekitar jalur rel diharapkan tidak mengabaikan aspek keselamatan. Jalur kereta memiliki aturan khusus dan hanya boleh digunakan untuk kepentingan operasional perjalanan kereta api.
Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan di sekitar jalur rel. Kesadaran bersama antara masyarakat, petugas keamanan, dan pihak terkait dinilai penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat menimbulkan korban jiwa.
Kasus kecelakaan di jalur rel Prabumulih tersebut kini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Sementara jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Kota Prabumulih untuk proses lebih lanjut. Polisi terus melakukan pendalaman guna memastikan rangkaian kejadian dan penyebab pasti peristiwa yang menewaskan Ambo tersebut. (***) 



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top