Musi Online https://musionline.co.id 11 August 2025 @18:36 175 x dibaca 
Gunakan Aplikasi CekSumber, Masyarakat Kini Bisa Deteksi Hoaks Lewat WhatsApp.
Musionline.co.id, Jakarta – Masyarakat Indonesia kini memiliki senjata baru untuk melawan maraknya penyebaran berita bohong atau hoaks di dunia maya.
Sebuah layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama CekSumber resmi dapat digunakan melalui aplikasi pesan instan WhatsApp, memberikan kemudahan bagi siapa saja untuk memverifikasi kebenaran informasi yang diterima.
CekSumber hadir sebagai chatbot yang mampu memeriksa kebenaran informasi, tidak hanya dalam bentuk teks, tetapi juga mampu membaca dan menganalisis konten visual seperti foto maupun video. Hal ini menjadi terobosan penting di tengah derasnya arus informasi yang sering kali bercampur antara fakta dan disinformasi.
Pengembang CekSumber, Andrew Daniel, menjelaskan bahwa cara menggunakan layanan ini sangat sederhana. Pengguna cukup menambahkan nomor resmi CekSumber, +62 851 2108 7680, ke dalam daftar kontak ponsel. Setelah itu, pesan dapat langsung dikirimkan melalui WhatsApp tanpa perlu proses registrasi atau pembuatan akun.
“Sistem akan secara otomatis membaca konten yang dikirim, melakukan pencarian, dan mencocokkannya dengan hasil analisis berbasis AI untuk mengonfirmasi keakuratan informasi tersebut,” ujar Andrew dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (10/8/2025).
Menariknya, CekSumber tidak memerlukan perintah khusus untuk memeriksa konten visual. Misalnya, jika pengguna mengunggah foto atau video, sistem secara otomatis akan menelusuri sumber relevan terkait konten tersebut. Setiap hasil pemeriksaan akan disertai dengan tautan sumber informasi, sehingga pengguna bisa memeriksa sendiri keabsahannya.
Namun, Andrew mengingatkan bahwa meski telah dilengkapi teknologi AI, CekSumber masih memiliki keterbatasan. Saat ini, sistem belum bisa memverifikasi langsung tautan dari media sosial seperti Facebook, Instagram, atau Twitter/X. Meski begitu, informasi dari media sosial tetap dapat diperiksa jika dikirimkan dalam bentuk tangkapan layar (screenshot).
“Kami selalu menyertakan referensi sumber pada setiap hasil pencarian untuk menjaga transparansi. AI bisa saja salah, sehingga masyarakat tetap perlu melakukan pengecekan silang,” jelasnya.
Untuk memastikan akurasi informasi, pengembangan CekSumber juga melibatkan Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo), organisasi periksa fakta yang telah lama berkecimpung dalam pemberantasan hoaks di Indonesia.
Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho, menuturkan bahwa AI dalam CekSumber dilatih untuk mengenali sumber informasi kredibel, mulai dari media jurnalistik resmi, situs periksa fakta terpercaya, hingga sumber data otoritatif dari lembaga resmi.
“Meski sistem ini canggih, masyarakat harus tetap kritis. Potensi kekeliruan AI tetap ada, walaupun persentasenya kecil. Karena itu, teknik membaca lateral dan membandingkan informasi dari berbagai sumber, baik dari chatbot CekSumber maupun dari sumber kredibel lain, masih sangat diperlukan,” tegas Septiaji.
Kehadiran CekSumber diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan literasi digital masyarakat Indonesia. Dengan kemudahan akses melalui WhatsApp, siapa pun bisa lebih cepat dan praktis memverifikasi informasi, sehingga tidak lagi mudah terjebak dalam jebakan hoaks yang dapat memicu keresahan publik.
Layanan ini juga diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat bahwa memeriksa kebenaran informasi adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas jurnalis atau pemerintah. Di era digital, kecepatan membagikan berita harus sejalan dengan kehati-hatian dalam memastikan kebenarannya.
Dengan kemajuan teknologi seperti CekSumber, perang melawan hoaks kini memiliki amunisi baru. Tinggal bagaimana masyarakat memanfaatkannya secara bijak, agar dunia maya menjadi ruang yang lebih sehat, aman, dan informatif bagi semua. (***)
0 Komentar