Musi Online | Kembangkan Wisata Lokal, Lomba Bidar Tradisional di Danau Cecuho Jadi Magnet Budaya dan Pariwisata
Hut
Home        Berita        Ruang Seni Budaya

Kembangkan Wisata Lokal, Lomba Bidar Tradisional di Danau Cecuho Jadi Magnet Budaya dan Pariwisata

Musi Online
https://musionline.co.id 10 September 2025 @18:36
Kembangkan Wisata Lokal, Lomba Bidar Tradisional di Danau Cecuho Jadi Magnet Budaya dan Pariwisata
Kembangkan Wisata Lokal, Lomba Bidar Tradisional di Danau Cecuho Jadi Magnet Budaya dan Pariwisata.

Musionline.co.id, Muara Enim – Upaya mengembangkan wisata lokal sekaligus melestarikan budaya daerah terus digencarkan oleh masyarakat Desa Muara Lawai, Kecamatan Muara Enim. 
Salah satunya melalui penyelenggaraan Lomba Bidar Mini Tradisional yang kembali digelar di kawasan wisata Danau Cecuho, Rabu (10/9/2025).
Perlombaan perahu tradisional ini telah memasuki tahun ke-4 pelaksanaannya dan selalu mendapat antusiasme tinggi, baik dari peserta maupun masyarakat. 
Tahun ini, tercatat sebanyak 120 peserta putra dan putri ikut ambil bagian. Mereka berasal dari enam kecamatan di Kabupaten Muara Enim, yakni Empat Petulai Dangku, Belimbing, Benakat, Gunung Megang, Ujan Mas, dan Muara Enim, serta Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini resmi dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Muara Enim, Ir H Ahmad Yani Heriyanto MM, yang hadir mewakili Bupati Muara Enim. Pembukaan acara juga dihadiri jajaran Forkopimda, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati tepian Danau Cecuho.
Melestarikan Kearifan Lokal
Kepala Desa Muara Lawai, Edi Wanseri, menjelaskan bahwa lomba Bidar sudah menjadi agenda rutin masyarakat. Selain sebagai ajang hiburan, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menjaga dan melestarikan tradisi turun-temurun.
“Setiap tahun kami selalu mengadakan lomba Bidar sebagai bentuk kecintaan masyarakat terhadap kearifan lokal sekaligus sarana mengembangkan potensi wisata di desa. Tradisi ini bukan hanya olahraga, tapi juga warisan budaya yang perlu kita lestarikan bersama,” ungkap Edi.
Selain perlombaan, pemerintah desa juga menampilkan berbagai pertunjukan seni budaya dari Karang Taruna dan kelompok Ibu-ibu PKK. Di sela acara, para pelaku UMKM lokal turut diberdayakan dengan membuka stand makanan dan kerajinan khas desa.
“Ini sejalan dengan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati, yakni Muara Enim Bangkit Rakyat Sejahtera (Membara). Dengan memberdayakan UMKM, masyarakat bisa ikut merasakan manfaat dari geliat wisata,” tambahnya.
Harapan Dukungan dan Pengembangan Wisata
Edi menekankan, meski acara ini sudah berjalan rutin setiap tahun, pihaknya masih membutuhkan dukungan lebih luas dari pemerintah daerah, perusahaan, maupun instansi terkait.
“Potensi wisata Danau Cecuho masih sangat besar untuk dikembangkan. Dengan adanya dukungan dan pembinaan berkelanjutan, kami optimistis desa ini bisa menjadi destinasi wisata unggulan di Muara Enim,” tuturnya.
Apresiasi Pemerintah Daerah
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ahmad Yani Heriyanto, menyampaikan apresiasi dari Pemkab Muara Enim atas inisiatif masyarakat Desa Muara Lawai. 
Menurutnya, lomba Bidar yang rutin digelar ini sangat sesuai dengan arahan Bupati untuk menggali dan mengangkat potensi wisata desa.
“Bupati ingin agar desa-desa di Muara Enim mampu menampilkan potensi terbaiknya, tidak hanya dari sisi alam tapi juga seni budaya. Apa yang dilakukan Desa Muara Lawai ini patut dicontoh oleh desa lain,” ujar Yani.
Ia menilai, potensi wisata Danau Cecuho cukup besar untuk dikembangkan. Dengan pengelolaan yang baik, danau ini bisa menjadi ikon baru pariwisata Muara Enim.
“Kalau dibina lebih serius, saya yakin lomba Bidar ini bisa berkembang menjadi event besar bahkan masuk dalam kalender wisata nasional. Kita dorong agar Danau Cecuho semakin dikenal luas, bukan hanya di tingkat lokal tapi juga regional dan nasional,” tambahnya.
Magnet Wisata Baru
Gelaran lomba Bidar di Danau Cecuho tidak hanya sekadar lomba, tetapi juga menjadi magnet baru yang menarik kunjungan masyarakat. Ratusan warga dari berbagai daerah datang menyaksikan keseruan perlombaan perahu tradisional yang memacu adrenalin ini.
Selain menambah daya tarik wisata, acara ini juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Warung-warung kecil, pedagang makanan, hingga usaha transportasi lokal merasakan peningkatan omzet berkat ramainya pengunjung.
Dengan semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, Desa Muara Lawai bertekad menjadikan Danau Cecuho sebagai destinasi wisata unggulan yang berbasis budaya dan kearifan lokal.
“Kalau potensi ini terus didorong, bukan tidak mungkin Muara Enim ke depan bisa dikenal sebagai daerah yang kaya tradisi sekaligus maju dalam sektor pariwisata,” tutup Yani. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top