Musi Online | Sengketa BBM Berujung Maut di Palembang: Sopir Truk Tewas Ditusuk, Dua Tersangka Diamankan Polisi
Hut
Home        Berita        Hukum Kriminal

Sengketa BBM Berujung Maut di Palembang: Sopir Truk Tewas Ditusuk, Dua Tersangka Diamankan Polisi

Musi Online
https://musionline.co.id 03 April 2026 @14:17
Sengketa BBM Berujung Maut di Palembang: Sopir Truk Tewas Ditusuk, Dua Tersangka Diamankan Polisi
Sengketa BBM Berujung Maut di Palembang: Sopir Truk Tewas Ditusuk, Dua Tersangka Diamankan Polisi.

Musionline.co.id, Palembang – Insiden tragis terjadi di Kota Palembang, Sumatera Selatan, yang berujung pada hilangnya nyawa seorang sopir truk akibat sengketa pengisian bahan bakar minyak (BBM). 
Peristiwa berdarah tersebut berlangsung di SPBU 24.301.111 Punti Kayu, Jalan Kolonel H. Burlian Kilometer 7, Kecamatan Sukarami, pada Kamis (2/4/2026) dini hari sekitar pukul 03.50 WIB.
Korban diketahui berinisial MEP (26), seorang sopir truk yang meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk serius di bagian dada sebelah kiri. Insiden ini diduga dipicu oleh perselisihan saat proses pengisian BBM jenis solar di SPBU tersebut.
Dua orang yang diduga terlibat dalam kasus ini, yakni SI (25) yang bertugas sebagai pengawas SPBU dan EPP (22) selaku petugas keamanan (satpam), telah diamankan aparat kepolisian. 
Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan dari unit Pamapta, piket fungsi Polrestabes Palembang, serta jajaran Polsek Sukarami sekitar pukul 04.30 WIB, tidak lama setelah kejadian berlangsung.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan sejumlah saksi di lokasi, peristiwa bermula ketika korban melakukan pengisian solar. 
Namun, proses pengisian terhenti lantaran operasional SPBU telah ditutup. Korban yang merasa pengisian BBM belum maksimal kemudian terlibat adu mulut dengan tersangka SI.
Perselisihan tersebut semakin memanas hingga korban memutuskan keluar dari area SPBU dan menunggu di seberang jalan. Tidak berselang lama, tersangka SI menghubungi EPP untuk bersama-sama menemui korban.
Saat pertemuan berlangsung, korban turun dari kendaraannya dan terjadi perkelahian antara kedua belah pihak. Dalam situasi tersebut, tersangka SI diduga mengeluarkan senjata tajam dan melakukan penusukan ke arah dada korban. Akibat luka yang diderita, korban terjatuh dan mengalami kondisi kritis.
Warga dan saksi di lokasi segera membawa korban ke RS Myria Palembang untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun nahas, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.
Penanganan Polisi dan Barang Bukti
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi kejadian langsung melakukan serangkaian tindakan cepat, mulai dari mengamankan kedua tersangka, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), hingga mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.
Selain itu, rekaman kamera pengawas (CCTV) di area SPBU turut diamankan sebagai salah satu alat bukti penting dalam proses penyidikan. Pihak kepolisian juga telah menyita pakaian yang dikenakan tersangka saat kejadian berlangsung.
Namun, hingga kini senjata tajam yang digunakan dalam aksi penusukan tersebut masih dalam proses pencarian intensif oleh penyidik.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Musa Jedi Permana, menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan penyidikan secara menyeluruh dan profesional.
“Dua tersangka telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif. Pencarian senjata tajam menjadi prioritas karena merupakan barang bukti utama. Selain itu, rekaman CCTV sedang kami analisis untuk memperkuat konstruksi perkara,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan menegaskan komitmen aparat dalam menegakkan hukum.
“Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Tidak ada toleransi terhadap tindak kekerasan, terlebih yang terjadi di ruang publik. Para pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Nandang Mu’min Wijaya, menambahkan bahwa pihaknya memberikan perhatian serius terhadap kasus ini.
“Setiap tindak kekerasan di ruang publik akan ditangani secara tegas dan transparan. Kami juga mengingatkan masyarakat bahwa membawa dan menggunakan senjata tajam di tempat umum merupakan tindakan berbahaya dengan konsekuensi hukum berat,” jelasnya.
Saat ini, penyidik Satreskrim Polrestabes Palembang masih terus melakukan pendalaman kasus. Sejumlah langkah lanjutan tengah dilakukan, termasuk analisis rekaman CCTV, pemeriksaan tambahan terhadap saksi-saksi, serta pencarian senjata tajam yang digunakan dalam kejadian tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya konflik yang tidak terkendali, terutama di ruang publik. Aparat kepolisian mengimbau agar setiap permasalahan dapat diselesaikan secara bijak dan tidak berujung pada tindakan kekerasan yang merugikan semua pihak.
Dengan proses hukum yang terus berjalan, publik kini menantikan hasil penyidikan lengkap serta penetapan pasal yang akan dikenakan kepada para tersangka dalam kasus tragis ini. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top