Musi Online https://musionline.co.id 06 September 2025 @22:32 158 x dibaca 
Titik Lomba Mural di Depan Sekretariat KONI Sumsel Dicoret Orang Tak Dikenal, Panitia: Sekadar Iseng atau Berniat Merusak?.
Musionline.co.id, Palembang – Menjelang dimulainya Lomba Mural Palembang 2023, sebuah insiden tak terduga terjadi di salah satu titik utama perlombaan yang berlokasi di depan Sekretariat KONI Sumsel.
Dinding yang telah disiapkan panitia dengan cat dasar hitam, lengkap dengan police line dan papan pengumuman resmi, justru dipenuhi coretan cat putih oleh orang tak dikenal.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (5/9) malam. Ketua Panitia Pelaksana, Martha Astra, mengungkapkan bahwa sejak pukul 14.00 WIB pihaknya sudah menyiapkan titik tersebut agar siap digunakan oleh para muralis peserta lomba.
Namun, sekitar pukul 19.00 WIB, panitia terkejut ketika mendapati cat dasar yang baru dipasang hilang tertutup semprotan cat putih.
“Seperti ada pihak yang memang sengaja tidak ingin Palembang tampil indah. Apakah ini sekadar iseng, hobi, atau benar-benar niat merusak, kita masih bertanya-tanya,” ujar Martha dengan nada kecewa.
Martha menegaskan, panitia tidak ingin insiden ini mengganggu semangat pelaksanaan lomba mural yang telah lama dipersiapkan.
Ia juga berharap pihak kelurahan dan kecamatan sekitar dapat membantu menjaga titik-titik lomba agar tidak lagi menjadi sasaran tangan-tangan jahil.
Lomba Tetap Berjalan
Meski sempat terjadi insiden vandalisme, panitia memastikan rangkaian lomba mural akan tetap berlangsung sesuai jadwal.
Sebanyak 18 tim muralis, dengan jumlah anggota antara satu hingga lima orang per tim, sudah terdaftar dan siap bertanding. Ajang ini akan digelar pada 6–9 September di berbagai lokasi strategis Kota Palembang.
Lomba mural ini merupakan bagian dari program Wali Kota Palembang bertajuk “Palembang Belagak” yang bertujuan mempercantik ruang publik, memberi ruang ekspresi bagi seniman, sekaligus menekan aksi vandalisme yang selama ini marak di berbagai sudut kota.
Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP), M. Nasir, menilai insiden ini justru semakin menegaskan pentingnya keberadaan ruang ekspresi resmi bagi masyarakat.
“Kalau dinding kota dibiarkan kosong, ia akan terus jadi sasaran vandalisme. Dengan mural, kita ubah dinding itu menjadi kanvas seni yang membanggakan,” tegasnya.
Senada, Ketua Gen RD, Febri Zulian, menyebut mural adalah sarana edukasi bagi generasi muda.
“Anak-anak muda butuh ruang. Dengan mural, mereka bisa berkarya positif sekaligus ikut mempercantik kota,” ujarnya.
Detail Lomba Mural Palembang 2023
Panitia telah menyiapkan empat titik utama lomba mural, masing-masing dengan jumlah dinding yang bervariasi:
Ruko Sari Bundo Simpang Charitas (11 titik)
Samping Lapas Perempuan (2 titik)
Seberang Hotel Grand Inna (9 titik)
Simpang V DPRD Sumsel (2 titik)
Acara pembukaan akan dilaksanakan pada 6 September pukul 10.00 WIB, dihadiri langsung oleh Wali Kota Palembang dan unsur Forkopimda.
Dalam kesempatan itu, wali kota bersama tamu undangan akan memberikan goresan simbolis pertama pada dinding sebagai tanda dimulainya lomba.
Perlombaan mural akan berlangsung pada 6–7 September, kemudian dilanjutkan dengan penutupan serta pengumuman pemenang pada 9 September pagi. Para juara akan memperoleh piala, piagam dari Wali Kota Palembang, serta uang pembinaan.
Harapan untuk Palembang
Panitia berharap kehadiran mural di berbagai sudut kota bukan hanya sekadar mempercantik wajah Palembang, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan masyarakat dalam menjaga ruang publik.
“Kami ingin karya mural ini tidak hanya dinikmati, tetapi juga dirawat. Jangan sampai hasil kerja keras para seniman kembali dirusak dengan coretan-coretan yang tidak bertanggung jawab,” kata Martha menutup keterangannya.
Dengan adanya lomba mural ini, Palembang diharapkan bisa tampil sebagai kota yang indah, tertib, sekaligus bebas dari aksi vandalisme.
Seni mural bukan hanya ekspresi, tetapi juga bentuk kontribusi nyata dalam menciptakan ruang publik yang membanggakan bagi warga kota maupun wisatawan yang datang. (***)
0 Komentar