Musi Online https://musionline.co.id 09 November 2025 @18:54 243 x dibaca 
Rumah Pekerja Serabutan di Muara Enim Ludes Terbakar, Api Diduga Berasal dari Pembakaran Karpet Telur untuk Usir Nyamuk.
Musionline.co.id, Muara Enim — Musibah kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Kali ini, rumah seorang pekerja serabutan bernama Arifa’i (68) di Kampung II, Dusun Muara Enim, Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Muara Enim, hangus terbakar pada Sabtu malam, 8 November 2025 sekitar pukul 22.43 WIB.
Peristiwa nahas ini berawal dari niat Arifa’i untuk mengusir nyamuk dengan cara membakar karpet telur (lembaran karton penyangga telur) di dalam rumahnya.
Namun, bukannya mengusir nyamuk, api dari pembakaran tersebut justru menjalar dan membakar seluruh bangunan rumah semi permanen miliknya hingga rata dengan tanah.
Api pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang melihat kepulan asap tebal dan cahaya api dari dalam rumah korban.
Tanpa berpikir panjang, warga langsung berteriak meminta pertolongan dan menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Muara Enim.
“Setelah menerima laporan kebakaran, tim Damkar langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian. Kami tiba sekitar pukul 22.50 WIB dan segera melakukan proses pemadaman,” ungkap Kasi Evakuasi dan Investigasi DPKP Muara Enim, Eddi Rahmadi, didampingi Kabid Damkar Adi Sutrisno, Minggu (9/11/2025).
Menurut Eddi, dua unit mobil pemadam kebakaran dibantu satu unit mobil tangki suplai air dari BPBD Muara Enim dikerahkan ke lokasi.
Setelah berjibaku hampir 30 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.20 WIB setelah dilakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa.
Dari hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga kuat akibat kelalaian pemilik rumah yang meninggalkan api pembakaran karpet telur dalam keadaan masih menyala saat tertidur.
“Karpet telur itu dibakar untuk mengusir nyamuk, tetapi ditinggal tidur oleh pemilik rumah, sehingga api merambat ke bagian dinding dan atap rumah,” jelas Eddi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, seluruh isi rumah ludes terbakar dan korban mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Eddi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap sumber api di rumah, terutama saat malam hari.
“Pastikan semua sumber api seperti lilin, kompor, atau pembakaran tradisional benar-benar padam sebelum tidur. Jangan sepelekan hal kecil yang bisa berakibat fatal,” tegasnya.
Musibah ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan tidak menggunakan cara berisiko dalam mengusir nyamuk.
Upaya sederhana seperti memasang kelambu atau obat nyamuk elektrik jauh lebih aman dibanding membakar bahan yang mudah terbakar di dalam rumah. (***)
0 Komentar